Tanggung jawab


Tanggungjawab bergereja
Setiap warga gereja bertanggung jawab atas kehidupan Gereja. Setiap warga jemaat dalam melaksanakan tanggung jawab itu mempunyai hak dan kewajiban.
Hak Warga Gereja : Memilih dan dipilih sebagai anggota Majelis gereja, dipilih sebagai pengurus Pelkat dan Komisi

Kewajiban Warga Gereja :
Warga GPIB wajib bertanggungjawab atas kehidupan GPIB dan pelaksanaan tugas panggilan Gereja.

Tulisan di atas jelas  bahwa setiap warga gereja terlibat langsung dalam kehidupan bergereja seperti yang dilakukan pada gereja abad pertama. Di situ tampak ke ikutsertaan para warga gereja dalam upaya mencari kebenaran dari Allah. Ketika gereja Yerusalem mengalami pertikaian mengenai masalah ajaran seperti yang dicatat di Kisah Para Rasul 15 : 1-33, kelihatan sekali yang ikut serta dalam proses mencari pegangan bukan hanya para rasul dan penatua melainkan juga ke ikutsertaan dari jemaat. Hal ini menunjukkan bahwa kaum awampun terlibat penuh dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Kewajiban dan tanggung jawab Fungsionaris Gereja
Fungsionaris Gereja terdiri dari Pendeta, Penetua dan Diaken yang masing-masing mempunyai tanggung jawab sendiri untuk melayani warga gereja.  Dalam melayani warga gereja seorang Pendeta seharusnya mempunyai kemampuan “membangun sinergi” di dalam kehidupan jemaatnya.

Sinergi adalah kerjasama antara orang-orang yang sehati, sehingga hasil keseluruhan yang dicapai lebih besar dari pada hasil yang dicapai kalau masing-masing bekerja sendiri (bnd. Imamat 26 : 8). Ketika sinergi itu telah dibangun maka tugas Pendeta adalah  “membangun jemaat.” Artinya tidak hanya menghidupkan dan mengaktifkan jemaat melainkan menghidupkan jemaat sampai hidup baru.

Pendeta dan jemaat sebagai mitra masing-masing tahu apa perannya dan mampu menjalankannya, sehingga pemahaman jemaat sebagai obyek atau penerima didikan dari Pendeta semestinya tidak ada lagi. Pendeta membekali anggota jemaatnya sehingga memampukan mereka menjadi gereja yang menyebar. Penatua mempunyai tanggungjawab utama untuk melaksanakan pemerintahan gereja demi terlaksananya tugas panggilan gereja sementara tugas utama Diaken adalah memelihara iman warga gereja dengan cara memperhatikan kesejahteraan hidup warga gereja dan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat umum.

Hal yang sering  membuat anda jatuh  saat diberi tanggungjawab untuk memimpin dengan melayani yakni saat Anda bersikap :

Egois/ “sapa lu sapa gua”. Acuh tak acuh/cuek aja ketika meihat sesuatu yg salah.
Dalam  Pelayanan  anda harus selalu iling dan waspada jangan sampai keblinger . Andalkan Tuhan di dalam segala rencana anda, Jika tidak maka kesalahan akan ditimpali dengan kesalahan, kekurangan akan terus menumpuk. Akibatnya apa? Kehancuran atau perpecahan. Bila itu terjadi maka kita sudah mengkhianati kawanan domba dan kepercayaan Allah pada kita.

Sebab itu jika Anda ingin menjadi Pemimpin yang melayani maka  :
Selalu rendah hati (di hadapanTuhan dan sesama), tulus  tidak munafik , mampu menjadi teladan yang dapat diteladani, Fokus pelayanan anda  hanya untuk Kemuliaan Tuhan

Kita semua mempunyai harapan yang sungguh agar para majelis dapat menjadi Pemimpin yang bisa Melayani dengan baik.  Dan jangan lupa, Majelis terdiri dari Pendeta, Penetua dan Diaken. Selamat dipilih dan memilih dan Kelak jika terpilih selamat Bertanggungjawab!

Berdoa untuk persiapan pemilihan para majelis agar berjalan dengan baik.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s