Humor 2016


Screenshot_22

Cerita Lucu Terbaru

Hello friends pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel kumpulan cerita lucu yang menarik tentunya.

Baiklah friends langsung saja dibawah ini sudah saya susun kumpulan cerita lucu terbaru dari saya. selamat membaca ya !!!
– ” Dek kau bagaikan facebook yang slalu abang isi dengan status baru di setiap waktu, tapi jangankan coment, like pun tak pernah kau dek.
– ” Cinta kita memang sulit bertemu di social media ya dek, abang ol di twitter kau ol di facebook, dan sebaliknya, sengaja ya dek gak mau inbokan.
– ” waduh baru ini lihat cewek menebang pohon bambu lemang, awas dek terkena miangnya.
– ” itu orang pura pura tidur tengok wajahnya tersenyum.
– ” Seorang ibu mengingatkan kepada si amat anaknya yang hendak pergi bermain dengan teman temannya,

” ingat ya mat kalau pulang bermain tuh sendal jangan lain sebelah lagi.
– ” Sekumpulan anak anak itu sedang asyik bermain games teka teki bingung, ketika semakin bingungnya mereka bermain,

salah satu yang celat bicaranya berkata, …aaaadah jam berapa nih wee, pupupulang yok wee uuudah lappper nih wee.
– ” Si udin sedang asyik menggosok gosok batu akiknya agar mengkilap dan seketika itu si amat lewat dan berteriak,

” Usah digosok gosok kali din entar keluar jin nya, hahaa canda si amat membuat si udin kaget.
– ” Si udin duduk diteras rumah berharap melihat cewek cakep lewat, eh ternyata yang lewat malah si amat dengan

tradisi bahasa teriakannya ” Usah dimenung kali din, gak akan lari gunung dikejar… hahaha dasar si amat.
– ” Lucu melihat cara si amat menyapa cewek dengan gombalannya, dan seketika itu

si cewek berkata ” Jangan menggatal kau mat… dan si amat menjawab ” Gatal digaruk dek. hahaha
– ” Lihat dek ada bintang jatuh, si cewek ” Mana bang ? , si cowok ” Lambat, itu udah lewat, si cewek ” Kepala hotak kau lah bang.
– ” Jangan dilewati dek titi di parit tuh udah lapuk, tak peduli si cewek perlahan menyeberangi parit tersebut dengan selamat dan berkata ” Titinya masih kuat kok bang,

si cowok ” Dasar cewek nekad.
Demikian dulu ya friends kumpulan cerita lucu dari saya, cerita singkat diatas hanyalah untuk sekedar menghibur friends semata, dan apabila ada kesilafan dan kesalahan kata mohon sekiranya

dimaklumi, dan terutama jangan bosan bosan ya friends berkunjung ke situs ”https://planethumor.wordpress.com

Arti kehadiran-Mu Minggu,09/04/17 markus 11 :1-11


Yesus dielu-elukan di Yerusalem

11:1 1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania e  yang terletak di Bukit Zaitun,f  Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 11:2 dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi g  orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. 11:3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.” 11:4 Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu h  di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya. 11:5 Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: “Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?” 11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka. 11:7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. 11:8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.11:9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang 2  dalam nama Tuhan, i  11:10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi! j 11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya. k 

Kehadiran Tuhan Yesus dan ke 12 muridnya memberi makna bagi penduduk Yerusalem. Sehingga banyak orang yg menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yg menyebarkan ranting-ranting hijau yg mereka ambil dari ladang (ay. 8)

Kisah Yesus memasuki Yerusalem  adalah kisah menghebohkan, sensasional dan spektakuler. Kisah ini sangat esnsial dan mendalam di ingatan dan pikiran  banyak orang. baru kali ini Yesus disambut begitu meriah. bak raja  dengan menunggani keledai yg dikenal sebagai hewan lemah, dan  bodoh. Ia datang ke Yerusalem dengan pandangan tertuju pada salib, melaksanakan kehendak Bapa-Nya yaitu menyelamatkan isi dunia (manusia)

Mereka menyerukan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang 2  dalam nama Tuhan, i  11:10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi! …  Hosana memiliki arti, selamatkan aku sekarang.

Ada banyak diantara kita belum mengenal Tuhan Yesus dengan benar, kebanyakan kita mengenal Tuhan Yesus hanya sebatas  pengagum. Banyak juga diantara kita mungkin belum tau arti Hosana yg sebenarnya.

Bagaimana dengan kita, apakah kita juga menyambut Dia dan membentangkan hati kita sebagai rasa syukur atas anugerah keselamatan yg diberikan pada kita ? Apakah kita berseru “Hosana”  untuk berserah pada-Nya dengan apa yg terjadi dalam hidup kita atau justru kita datang ke sesama kita ?

Di minggu pra paskah ini marilah kita berserah dan mengucap syukur atas anugerah keselamatan-Nya dan andalkan Dia dalam setiap persoalan…Hosana !  

 

 

Pemuridan (Yes 50:4-11) Ibadah Rumah Tangga-RabuTgl. 05/04/17


penaYes, 50:4-11

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Yesaya 50:4

Arti murid secara umum   adalah sekumpulan orang yang menjadi perhatian khusus dalam dunia pendidikan. Secara umum murid berarti orang yang mau belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dirinya. Apabila orang tua menyekolahkan anaknya dalam pembelajaran atau pendidikan yang berkualitas, bertujuan mencerdaskan anaknya dan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.  Murid adalah sosok  yang mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang jika mereka belajar.

Dalam pengertian Alkitab murid tidak hanya berarti orang yang belajar, tapi juga menjadi pengikut yang mengabdikan diri pada guru/pembimbingnya. Seperti Elisa menjadi pengikut dan penerus Elia, dan lain sebagainya. Yesus Kristus dengan ke-12 murid-Nya, dll.  jadi menjadi murid  Kristus adalah orang-orang percaya yang mau belajar tentang segala ajaran Kristus, mempertajam pendengaran dan mengabdikan dirinya hidup mengikuti Kristus. Tapi tidak semua orang yang mau menjadi murid-Nya.

Apa misi Allah bagi kita ? Semua orang percaya harus menjadi murid, ini kehendak Tuhan

Matius 28:19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa   murid-Ku dan baptislah   mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Kriteria menjadi murid Tuhan

a. Menjadi murid tentu memiliki kemauan diajar dan di didik,  agar erus berkembang, terus diperbaharui dan terus bertumbuh seperti yg diinginkan Tuhan.

b. Menjadi murid tentu ada suatu proses yg panjang dan tidak langsung tamat. Kita diolah sampai apa yg Tuhan mau.

c. Proses menjadi murid Tuhan itu susah harus melalui penyangkalan diri. supaya kita taat terhadap gurunya yaitu Firman Tuhan

d. Bersedia memikul salib.

Seorang teolog Jepang, Kosuke Koyama pernah bertanya: “Kenapa orang Kristen harus memikul salib? Mengapa lambang orang Kristen adalah salib? Mengapa bukan rantang yang berisi makanan bergizi dan memiliki gagang sehingga mudah menentengnya?” Pertanyaan Kosuke Koyama ini membantu kita memahami salib bukan sebagai hal yang menyenangkan atau membanggakan, tetapi salib adalah harga yang harus kita bayar sebagai murid Kristus. Setiap orang pada dasarnya memiliki salibnya masing-masing, yang harus dipikul dengan sabar dan taat kepada Kristus. Dalam memikul salib sebenarnya kita tidak perlu menggembar-gemborkan kesulitan yang kita alami, tetapi justru kita perlu belajar tetap bersukacita dalam Kristus (1 Petrus 4:12-14).  gkipi.org/menjadi-murid-kristus/

e. Targetnya murid tersebut harus seperti gurunya –Lukas 6:40  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapayang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

f. Tugas kita sebagai murid adalah memuridkan walaupun kita belum sampai terget seperti guru kita yaitu Tuhan.

Sebagai seorang murid atau  orang percaya,  apalagi aktif dalam pelayanan atau hidup di tengah lingkungan masyarakat, kita harus siap ,  menjaga kualitas kita sebagai seorang murid atau orang percaya. Karena pasti ada banyak penilaian. Menilai apa yg kita perbuat dan apa yg kita katakan katakan. Di dalam gerejapun jemaat menilai gerak gerik kita dan perkataan kita. Apalagi kita sebagai hamba Tuhan.Apa yg kita lakukan dan apa yg kita katakan sebagai murid  sangat mempengaruhi kesaksian hidup kita. Apa yg keluar dari mulut kita mencerminkan kualitas diri kita sebagai murid . Sesuatu yg lebih menyakitkan dari pukulan adalah perkataan. Orang yg bijak dan yg melayani akan merasa malu jika tindakannya juga  tidak lebih baik dari kata-katanya. Karena itu jaga mulut kita, karena apa yg sudah diucapkan tidak dapat ditarik kembali.

Murid sejati,  harus mau dan  siap diasah dan siap dipertajam pendengarannya. Ia tidak hanya mendengarkan dirinya sendiri (ego) . Mendengar adalah tugas seorang murid. Dan Pemahaman yang baik mampu memberi semangat yang baru kepada orang yang letih lesu.

Proses pemuridan  bisa dimaknai sebagai peredaran/pendauran yang harus dilakukan. Regenerasi adalah proses peredaran/pendauran ulang – di mana generasi selanjutnya dipersiapkan untuk dapat memberi kontribusi mereka secara smart di ladang Tuhan.” Jadi Gereja dituntut juga untuk mempersiapkan atau mengkaderisasi setiap orang yang tentunya berkualitas untuk meneruskan Visi dan Misi yang lebih kompetitif. Dituntut waktu Gereja untuk melakukan kajian, evaluasi, dan pemahaman akan esensi dari hal – hal yang telah di lakukan, sampai sejauh mana Visi dan Misi yang sudah gereja jalankan. Regenerasi dan kaderisasi merupakan suatu term yang wajib dijadikan ingatan pertama dan utama bagi bagian yang mengelola resource sumber daya manusia termasuk gereja di dalamnya. Padanyalah dipertaruhkan masa depan gereja, keberlangsungan atau hidup matinya.

Proses regenerasi  amat penting guna menunjang Visi dan misi gereja. Tidak hanya pada unit yang mengelola sumber daya manusia sebagai penanggung jawab utama dalam hal ini melainkan seluruh pelaku dalam organisasi/gereja. Jadi yang dimaksud dengan regenerasi di sini ialah Gereja mempersiapkan penerus selanjutnya untuk pelayanan  sesuai dengan visi dan misi dari Tuhan

Yang harus kita ingat, gereja bukan untuk laboratorium percobaan, namun lebih pada kebutuhan komitmen berkelanjutan, artinya untuk membangun Visi dan  Misi Tuhan memerlukan waktu yang tidak sebentar, tentu sebagai jemaat kita harus memahami persoalan Gereja, yang mungkin secara ideal pengkaderisasian itu harus ada dan berjalan terus  secara konsisten dan tanpa lelah.

Betapa sering kita mendengar khotbah tentang misi yang hanya menunjuk kepada Amanat Agung, “Pergilah ke seluruh dunia . . .” sebagai dasar kegiatan misionari/ pemuridan.

Sepanjang perjalanan hidup-Nya di dunia, Yesus berusaha menyiapkan/mengkader murid-murid-Nya untuk pelayanan membawakan Injil kepada semua bangsa, meskipun pada prinsipnya “kepada orang Yahudi lebih dahulu” semua itu dilakukan karena dia tau waktuNya akan tiba. Harold Cook menyatakan fakta yang sama sebagai berikut, “Kita tidak bisa menyangkal bahwa Yesus Kristus mengajarkan misi, Ia ingin supaya pengikut-pengikut-Nya menjadi utusan Injil, Ia ingin agar Injil-Nya diberitakan di seluruh dunia.

Pada masa kini, setiap gereja harus memperhatikan dan perlunya mempersiapkan para regenerasi. Bila setiap gereja mempersiapkan regenerasi, visi dan misi yang sudah berjalan dari para  pendahulu tersebut dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya.

Yang jelas Tuhan mau lewat proses pemuridan , seorang  “Hamba Tuhan” itu tetap dapat mengontrol kehidupannya yang walaupun hidup dalam tekanan yang berat namun dia tetap memiliki “Lidah seorang murid”,“Mendengar sebagai seorang murid”, sehingga kesetiaannya sebagai seorang murid ditengah-tengah tekanan yang berat membuat dia dilayakkan menjadi orang benar di hadapan Allah. Menjadi dewasa secara rohani harus melalui proses pemuridan.

Pdt. Martha Belawati

Sang Pembebas (Minggu,02/03/17-Yes 41-1:7)


Yesaya 41:1-7

TUHAN membangkitkan seorang pembebas

Ada suatu penekanan dalam Yesaya 41:1-7 ;  di mana  Allah tampil dan menunjukkan jati diri-Nya ditengah-tengah bangsa-bangsa sebagai Allah yang menentukan , Allah yang setiap waktu  mampu mengubah apa yg mau diubah. Allah yang  universal ; Allah untuk semua bangsa dan berkuasa menggunakan bangsa-bangsa untuk rencana-Nya, Allah yang berkuasa menentukan nasib bangsa-bangsa dan manusia, menyatakan ketetapan Mahakuasa-Nya. Allah juga ingin menyatakan dirinya pada bangsa Israel  bahwa Ia adalah  Allah  Abraham, Ishak, Yakub, Musa.  Bahkan pernyataan-Nya  juga ditujukan kepada semua umat yang Ia kasihi.

Rangkuman Yesaya 41:1-7

1.Allah berkenan berperkara dengan mereka.

2. Kehancuran Babel serta keberhasilan Koresh yang akan terjadi, memperlihatkan bahwa Allahnya Israel, adalah benar-benar Allah Yang Berkuasa dan yang menetapkan nasib manusia.

3. Berhala yang dibuat para kafir adalah alat duniawi yang dirancang manusia  adalah semu belaka. Mereka hanyalah ilah-ilah, bukan Allah yang Mahakuasa.

Perenungan

Karena itu ada  gambaran “ekspresionis”  dari usaha kita dan bangsa Israel harus memenuhi tuntutan-Nya. Bangsa Israel dan kita sebagai orang percaya  adalah desain,gubahan,komposisi, atau reka-cipta Allah sendiri, yaitu jalan keselamatan yang disediakan-Nya untuk semua orang yang percaya .

Firman Tuhan berkata: “Keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12)

Kita sudah lama hidup dan bergaul dengan dengan Tuhan  melalui firman-Nya. Kita telah mengetahui tentang siapakah Tuhan yg  sebenarnya. Namun pengetahuan dan pengenalan kita tentang Tuhan  kadang kala sangat dangkal. Kita mungkin hanya mengetahui tentang Dia dari apa kata orang. Kita kadang kurang berusaha mengenal-Nya sungguh-sungguh melalui Kitab Suci. Untuk itu, seringkali kita pun menolak-Nya bahkan melupakan-Nya.

Sering kita lupa  bahwa Allah sang penentu . Kita lupa Allah itu setiap waktu  mampu mengubah apa yg mau diubah. Kita sering kali lupa Allah itu adalah Allah  yang universal ; Allah untuk semua bangsa dan berkuasa menggunakan bangsa-bangsa untuk rencana-Nya, Kita sering gagal paham  bahwa Allah yang berkuasa menentukan nasib bangsa-bangsa dan manusia, menyatakan ketetapan Mahakuasa-Nya. Kita gagal paham  juga bahwa Allah juga ingin menyatakan dirinya pada bangsa Israel  bahwa Ia adalah  Allah  Abraham, Ishak, Yakub, Musa.  Bahkan pernyataan-Nya  juga ditujukan kepada semua umat yang Ia kasihi.

Selama “retret agung” 40 hari lamanya, umat Kristiani dibantu untuk mengenal Yesus Kristus secara mendalam. Masa pra paskah tahun ini mengajak kita untuk menyadari gambaran kita tentang Yesus Kristus .

DSC00113

Images: GPIB Sion Nunukan -KALTARA

Intermezo

 Kesaksian Ahok

Ini adalah Kesaksian Wakil Gubernur DKI Jakarta  Basuki T. Purnama

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya!

Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau,” dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, “Siapa yang mau Ku-utus?” Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop.

Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin:

  1. yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana.
  2. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola.
  3. Yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.

Sumber: PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Pemulihan (Rabu, 29/03/17) Ratapan 3:37-48


Setiap manusia dalam kehidupannya pasti memiliki masalah yang dikeluhkan

1. manusia mengeluh karena rasa sakit

2. manusia mengeluh karena mengalami kegagalan

3. manusia mengeluh karena dosanya

4. dll

Mengapa orang hidup mengeluh ?

Kita mengeluh  karena ada permasalahan. Biasanya kita akan tanpa sadar mengeluh. Bisa secara spontan atau lewat perbincangan bersama teman yang biasa disebut curhat. Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita.  Anda perlu menyadari bahwa hal ini akan terjadi hampir setiap hari dalam kehidupan yaitu kenyataan yang terjadi seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Mengeluh bisa membuat diri kita ingin marah ,teapi bisa juga seseorang mengeluh untuk mengharapkan simpati atau mendapatkan pengakuan dari sekitarnya dengan cara mengeluh.

Dalam Ratapan 3:39 dikatakan  Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya! l  3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup m  kita, dan berpaling kepada TUHAN…

Jadi di balik semua hal yang kita sering keluhkan pasti ada hal yang dapat kita renungkan.

Dalam Ratapan 3:41 dikatakan;  Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga

Hal ini ingin menegaskan terhadap bangsa Israel dan kita semua, bahwa setiap keluhan yang ada dalam diri kita, kita serahkan pada-Nya yang dapat menghapus segala keluhan kita.

Sikap doa yang ditunjukkan umat Israel mencerminkan penyesalan, kerinduan untuk berada di hadirat Tuhan, mau bersekutu kembali dengan Tuhan. Mengangkat hati dan tangan, sebagai tanda kesiapan untuk kembali berdamai dengan Allah. Siap   menantikan apa yang Allah mau perbuat terhadap mereka.

Bangsa Israel merasakan Ketika mereka berada dalam penghukuman itu suasana tertekan meliputi hidup mereka. Mereka sadar bahwa yang mereka sembah tidak dapat menolong mereka. Mereka sadar  dosa membuat doa tak dapat menembus awan. mereka menyadari Tuhan tidak pernah kompromi dengan dosa.

Jangan pernah bermain-main dengan dosa. karena kita mudah pecah, kita mudah retak, kita mudah putus,,kita mudah retak,kita mudah jatuh, kita mudah kalut, kita mudah sakit.

Tentu keadaan pecah  tentu nggak patut dibiarkan berlarut. Perlu ada jalan keluar. Perlu ada pemulihan dan tentu itu dilakukan setiap hari.Pemulihan akan mengutuhkan  hubungan manusia dengan Tuhan. Kita memerlukan pemulihan dari Tuhan.

Dalam hati tiap orang ada suatu kerinduan untuk dipulihkan dan memulihkan  keluhan-keluhannya. Yaitu menyembuhkan penyakit. mengutuhkan keretakan. Menyambung yg putus. Membereskan yg kacau. Menentramkan yg rusuh. Memaafkan kesalahan. Mendamaikan permusuhan. Membersihkan yg tercemar. Meneduhkan kegelisahan. Meluruskan hati yg bengkok.

Sumber dari pemulihan dari keluhan-keluhan kita jika kita mau datang dan berserah pada-Nya. Hanya Dia yg dapat memulihkan.

Pdt. Martha belawati

images

 

 

Bukan Ratapan Anak Tiri (Minggu 26/03/17)


Ratapan 1:1-19

Keruntuhan dan kesunyian Yerusalem

1:1 Ah, betapa terpencilnya a  kota itu 1 , yang dahulu ramai! b  Laksana seorang jandalah c  ia, yang dahulu agung d  di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan. e  1:2 Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis, f  air matanya bercucuran di pipi; dari semua kekasihnya, g  tak ada seorangpun yang menghibur dia. Semua temannya mengkhianatinya, h  mereka menjadi seterunya. i  1:3 Yehuda telah ditinggalkan j  penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa, namun tidak mendapat ketenteraman; k siapa saja yang menyerang dapat memasukinya l  pada saat ia terdesak. 1:4 Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, m  karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah n  segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya. o  1:5 Lawan-lawan menguasainya, seteru-seterunya berbahagia. Sungguh, TUHAN membuatnya merana, p  karena banyak pelanggarannya 2 ; q  kanak-kanaknya berjalan di depan lawan r sebagai tawanan. s  1:6 Lenyaplah dari puteri Sion t  segala kemuliaannya; pemimpin-pemimpinnya bagaikan rusa yang tidak menemukan padang rumput; mereka berjalan u  tanpa daya di depan yang mengejarnya. 1:7 Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan penderitaannya, akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala; tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya 3 , v  para lawan memandangnya, dan tertawa w  karena keruntuhannya. 1:8 Yerusalem sangat berdosa, x  sehingga najis y  adanya; semua yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya, karena melihat telanjangnya; z  dan dia sendiri berkeluh kesah, a  dan memalingkan mukanya. 1:9Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya, b  sangatlah dalam ia jatuh, c  tiada orang yang menghiburnya. d  “Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku, e  karena si seteru membesarkan dirinya!” 1:10 Si lawan mengulurkan tangannya kepada segala harta bendanya; f  bahkan harus dilihatnya bagaimana bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya, g  padahal Engkau, ya TUHAN, telah melarang h  mereka untuk masuk jemaah-Mu. 1:11 Berkeluh kesah i seluruh penduduknya, sedang mereka mencari roti; j  harta benda mereka berikan ganti makanan, untuk menyambung hidupnya. “Lihatlah, ya TUHAN, pandanglah, betapa hina aku ini! 1:12 Acuh tak acuhkah kamu sekalian yang berlalu? k Pandanglah dan lihatlah, apakah ada kesedihan 4  seperti kesedihan l  yang ditimpakan TUHAN kepadaku, untuk membuat aku merana tatkala murka-Nya m  menyala-nyala 5 ! 1:13 Dari atas dikirim-Nya api masuk ke dalam tulang-tulangku; n dihamparkan-Nya jaring o  di muka kakiku, didesak-Nya aku mundur; aku dibuat-Nya terkejut, p  kesakitan q  sepanjang hari. 1:14 Segala pelanggaranku adalah kuk r  yang berat, suatu jalinan yang dibuat tangan Tuhan, yang ditaruh di atas tengkukku, sehingga melumpuhkan kekuatanku; Tuhan telah menyerahkan s  aku ke tangan orang-orang, yang tidak dapat kutentangi. 1:15 Tuhan membuang semua pahlawanku yang ada dalam lingkunganku; t  Ia menyelenggarakan pesta u  menentang aku untuk membinasakan teruna-terunaku; v  Tuhan telah menginjak-injak puteri Yehuda, dara w  itu, seperti orang mengirik x  memeras anggur. y  1:16 Karena inilah aku menangis, mataku mencucurkan air; z karena jauh dari padaku penghibur a  yang dapat menyegarkan jiwaku; bingunglah anak-anakku, karena terlampau kuat b  si seteru.” 1:17 Sion mengulurkan tangannya, c  tetapi tak ada orang yang menghiburnya; terhadap Yakub dikerahkan TUHAN tetangga-tetangganya sebagai lawan. d Yerusalem telah menjadi najis e  f  di tengah-tengah mereka. 1:18 “Tuhanlah yang benar, g  karena aku telah memberontak h  terhadap firman-Nya; dengarlah hai segala bangsa, dan lihatlah kesedihanku 6 ; i  dara-daraku dan teruna-terunaku pergi sebagai tawanan. j  1:19 Aku memanggil kekasih-kekasihku, k  tetapi mereka memperdayakan aku; imam-imamku dan para tua-tuaku telah mati l  semuanya di kota, tatkala mencari makan bagi dirinya untuk menyambung hidupnya.

Kitab Ratapan  mengisahkan ratapan Yeremia yang mendalam. Ia sedih, berduka atas keadaan  dan kondisi    bangsa Israel.  Yeremia meratap  dan bergumul atas keruntuhan Yerusalem dan bait suci Allah.

Ada iman yang stabil, kuat ,konsisten , kukuh, tangguh dan taat dalam diri nabi Yeremia. Dia percaya akan bahwa Allah itu maha baik , pasti menolon dan kasih setia Tuhan tidak pernah berkurang sedikit pun, tidak berkesudahan.  Ratapan yeremia bukanlah ratapan yg kehilangan harapan.

Kita dapat meneladani sikap  Yeremia ini. Beriman bukan berarti senantiasa tampak tegar. Jika suatu situasi memang layak ditangisi, janganlah ragu untuk meratap dan berseru kepada Tuhan. Ya, kita bukan meratap dalam keputusasaan, melainkan meratap dengan penuh iman, dengan menantikan pertolongan Tuhan untuk menghadapi situasi yang berat tersebut.

Bagi Yeremia pembuangan bukanlah suatu hukuman dan akhir suatu kehidupan, tetapi itu adalah suatu tindakan pembelajaran dari Tuhan dan merupakan suatu proses penyadaran untuk mengenali kehendak Tuhan. Ia menganjurkan dan mengajak agar umat Israel kembali mencari Tuhan seperti dahulu kala kembali dengan meninggalkan hal yg tidak berkenan.

Kehidupan Yeremia sendiri memperlihatkan bagaimana cara hidup seseorang yang mengandalkan Allah. Orang-orang meninggalkan Tuhan, tetapi dia tidak. Dia tahu Tuhan adalah sumber air yang hidup . Kepada Tuhan dia mencari kesembuhan, keselamatan dan perlindungan . Dia mengatakan kepada Tuhan, “Engkaulah perlindunganku pada hari malapetaka” . Dia tidak mencari perlindungan pada raja-raja bangsa lain. Dia tidak mengandalkan kekuatannya. Pengharapannya hanya pada Tuhan, yang disebutnya sebagai Pengharapan Israel.

Panggilan Tuhan terhadap Yeremia sungguh luar biasa untuk menjadi hambaNya ; “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa” . Mungkin kalimat yang diucapkan Tuhan mengagetkan dan  membuat tercengang Yerimia karena bukan hanya sebelum keluar dari kandungan ibunya bahkan lebih dari itu  Tuhan belum membentuknya dalam rahim ibunya Tuhan sudah mengenalnya.
Tugas yang diemban oleh Nabi yeremia  sungguh berat, berbahaya  ia tidak hanya dipanggil untuk memberitakan firman kepada umat Israel saja, tetapi juga dia harus menyatakan suara kenabiannya dan firman Allah yang dapat membinasakan dan meruntuhkan kerajaan-kerajaan!

Yeremia yang masih muda itu bersedia melaksanakan tugas pengutusan itu,  karena ia yakin  Tuhan telah mengenalnya jauh sebelum dia lahir dari kandungan ibunya dan Janji penyertaan dan perlindungan Tuhan selama dia setia melaksanakan tugas panggilannya sebagai seorang nabi ,pada diri Nabi Yeremia ini, saya melihat realitas pergumulan seorang pelayan Tuhan yang sejati!

Pdt. Martha Belawati

images (55)

 

Regenerasi-(ikal, rabu 22/o3/17


panahHakim-hakim 2:6-23

Sepeninggalan Yosua , munculah generasi baru yang menyembah allah lain. Mereka tidak mengenal Tuhan dan perbuatan yang dilakukan -Nya oleh nenek moyang mereka. Mereka membangkitkan kemarahan   & mendukakan Allah. Bangsa Israel hidup dalam lingkaran setan/doasa, tetapi Tuhan tetap mengasihi mereka. Allah sangat rindu agar bangsa Israel kembali ke jalan yang benar, memuji dan menyembahnya. Allah tetap  mengasihi dan menolong bangsa itu melalui tangan para hakim yang Dia utus.

Umat Israel pasca Yosua tidak mengenal  dengan benar siapa Tuhan  nenek moyang mereka yang memimpin, bahkan tidak memiliki pengalaman hidup dengan Tuhan yang telah berkarya di tengah-tengah hidup umat pilihan-Nya pada masa lampau.  dan menganugerahkan  tanah perjanjian kepada mereka yang berlimpah susu dan madu .

Jika melihat permasalahan yang sering terjadi nampaknya faktor lingkunganlah yang berperan dalam membentuk bangsa Israel menjadi jahat dan orang tua serta nenek moyang merka tidak membimbing dan memperkenalkan secara gamblang  pada keturunan mereka tentang Tuhan dan apa yg telah diperbuat Tuhan oleh nenek moyang mereka.

Itu lah yg sering terjadi di sekitar kita sebagai orang percaya.  Banyak mereka yg meninggalkan dan melupakan ajaran -Nya. Misalnya: karena materi, Jabatan , Cinta, dll. Karena situasi dan kondisi atau lingkungan  sering membuat orang berbuat jahat.

Ada suatu pertanyaan besar yang terngiang di pikiran manusia-manusia “parable of the madman”… mengapa Tuhan membiarkan kejahatan itu terjadi baru bertindak ? ,Mengapa Tuhan tidak seperti polisi yang bertindak bila ada pelaku kejahatan di depan mata ? pertanyaan-pertanyaan akan seperti ini muncul pada manusia “parabel of the madman” (perumpamaan orang gila)

Zaman sekarang;

Sering Godaan datang pada generasi muda melalui keinginan daging yang pada akhirnya membuat kita tidak lagi bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. .kita sebagai orang Kristen seringkali hidup stagnan. Kita ingin menghindari perbuatan jahat karena takut mengulangi kejahatan tersebut tetapi tidak mendekatkan diri pada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.

Coba kita bayangkan jika anak2 kita  melakukan perbuatan seperti generasi bangsa Israel setelah Yosua.  Mereka  tidak takut akan Tuhan  ,  jauh dari ibadah-ibadah,tidak lagi beriman kepada Tuhan,  lebih percaya dengan ramalan2 ,dan seterusnya. Maka mudah di tebak bahwa generasi yang akan datang adalah generasi yang tidak lagi mengenal Allah dengan  benar .  Generasi saat ini bisa membunuh iman generasi yang akan datang dengan cara hidup mereka.

Dunia masa kini  dikuasai oleh ketamakan   manusia yang . Kecenderungan buruk  ini tidak bisa dibiarkan terus menerus tanpa upaya untuk menghentikannya. Jika tidak umat manusia sedang berjalan menuju kehancuran. Generasi masa depan akan mengutuki generasi sebelumnya karena tidak mampu menyediakan bumi yang layak untuk mereka tinggali.

Gereja dipanggil untuk  memulihkan kemanusiaan dan bumi ini. Gereja membutuhkan spiritualitas keugaharian  untuk menjawab kondisi jaman ini.

Firman-Nya  melalui nabi Yoel: “ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakan kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian” (Yoel. 1:3). 

Tuhan menginginkan agar generasi saat ini dapat meneruskan berita tentang TUHAN kepada generasi berikutnya, generasi berikutnya kepada generasi selanjutnya demikian seterusnya agar generasi yang akan datang itu tahu siapa TUHAN mereka dan dapat hidup dalam hati yang takut akan Tuhan

Gereja kita memiliki visi  dan misi menyiapkan umat yang terus menerus takut akan Tuhan , generasi lewat generasi .  Gereja perlu mempersiapkan  terus menerus  secara keseluruhan , SDM  yang takut akan Tuhan dan mengemban visi gereja dari generasi sebelumnya untuk generasi yang akan datang.