Rabu, 03/05/17 “Jangan Pandang Parasnya ( Imamat 25 :47-55)


25:47 Apabila seorang asing atau seorang pendatang di antaramu telah menjadi mampu, sedangkan saudaramu yang tinggal padanya jatuh miskin, sehingga menyerahkan dirinya kepada orang asing atau pendatang yang di antaramu itu atau kepada seorang yang berasal dari kaum orang asing,

25:48 maka sesudah ia menyerahkan dirinya, ia berhak ditebus, yakni seorang dari antara saudara-saudaranya boleh menebus dia,

25:49 atau saudara ayahnya atau anak laki-laki saudara ayahnya atau seorang kerabatnya yang terdekat dari kaumnya atau kalau ia telah mampu, ia sendiri berhak menebus dirinya.

25:50 Bersama-sama dengan si pembelinya ia harus membuat perhitungan, mulai dari tahun ia menyerahkan dirinya kepada orang itu sampai kepada tahun Yobel, dan harga penjualan dirinya haruslah ditentukan menurut jumlah tahun-tahun itu; masa ia tinggal pada orang itu haruslah dihitung seperti masa kerja orang upahan.

25:51 Jikalau jumlah tahun itu masih besar, maka dari harga pembeliannya harus dikembalikan sebagai penebus dirinya menurut jumlah tahun itu.

25:52 Jika waktu yang masih tinggal sampai kepada tahun Yobel sedikit lagi saja, maka ia harus membuat perhitungan dengan orang itu; menurut jumlah tahun itulah ia harus membayar uang tebusan dirinya.

25:53 Demikianlah ia harus tinggal padanya sebagai orang upahan dari tahun ke tahun. Janganlah ia diperintah dengan kejam oleh orang itu di depan matamu.

25:54 Tetapi jikalau ia tidak ditebus dengan cara demikian, maka ia harus diizinkan keluar dalam tahun Yobel, ia bersama-sama anak-anaknya.

25:55 Karena pada-Kulah orang Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.”

Manusia berada di dunia ini karena Tuhan. Tuhan mempunyai rencana  terhadap manusia.  Sebab itu manusia berharga di mata Tuhan.

kenapa manusia begitu berharga dimata Allah, dan mengapa Allah begitu mengasihi manusia? Karena manusia diciptakan menurut dan serupa dengan Tuhan. Karena Roh manusia  berasal dari-Nya dan ada di dalam setiap diri manusia. Karena itu manusia disebut makhluk yg mulia. Sebab  itu bagi Tuhan manusia sangat berharga

Di mata Tuhan Semua orang sama, Tidak ada pilih kasih  Dia tidak melihat rupa, Dia tidak melihat orang kaya dan orang miskin. TETAPI TUHAN MELIHAT HATI

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 16 : 7 —-Bahkan: “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya” (Mzm. 116:15).  Lebih baik berharga dimata Tuhan dari pada dimata manusia.

kita ini biji mata-Nya Allah, siapa yang menjamah kita berarti menjamah biji mata-Nya. Pemazmur menggambarkan bagaimana kita dijadikan, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku, aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kaubuat dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” Yang terpenting bukan pandangan manusia yang seringkali menjatuhkan, melainkan pandangan Tuhan yang selalu menyambut kita dengan penuh sukacita.

Manusia adalah makhluk yang sangat tinggi yang bisa membayar lunas hanya Tuhan Yesus.  Manusia tidak akan bisa dihargai dengan harta benda duniawi. manusia bukan barang  yang segala sesuatu ada harganya dan tertera label harga.

Karena harga manusia hanya bisa dibayar oleh darah KRISTUS yang dicurahkan. DARAH YANG MAHAL. YESUS telah membayar harga manusia dengan lunas .

Sebagai “orang yang berharga” seringkali kita lupa diri  karena suguhan duniawi yang membawa nikmat. Kita lupa bahwa kesaksian hidup kita bisa berdampak bagi orang-orang, kita akan menjadi tontonan lingkungan di sekitar kita. Hidup kita ditonton oleh keluarga, rekan kerja, teman-teman dan orang-orang di sekeliling kita. Tidak perduli apakah kita sedang ada di dalam masalah, sedang berbeban berat atau sedang “letih”, namun kita tidak bisa memperlihatkan kepada mereka kalau kita sedang ada di dalam masalah. Orang-orang di dunia ini hanya mau melihat bahwa hidup kita penuh di dalam kemenangan.

Banyak orang yang sudah mengakui diri sebagai orang Kristen, namun masih tetap melakukan perbuatan “manusia lama”. Harusnya ini tidak boleh terjadi.

Cara kita meresponi status kita sebagai orang yang berharga di mata Tuhan adalah ditentukan oleh kualitas hidup kita. Artinya hidup kita harus berbeda dengan orang-orang di dunia ini. Tidak cukup hanya datang ke gereja, tidak cukup hanya memberi persembahan, tidak cukup dengan melayani Tuhan. Tuhan ingin kualitas hidup kita.

Ingat!, Tuhan melihat hati

hatituhan

 

 

 

 

 

Minggu 30 /04/2017 Mzm 86:1-13 Doa


Doa minta pertolongan

86:1 Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah k  aku, sebab sengsara dan miskin aku 1 . 86:2Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu. l 86:3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah m  aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru n  sepanjang hari. 86:4 Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat o  jiwaku. 86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia p  bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. 86:6 Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara q  permohonanku. 86:7 Pada hari kesesakanku r  aku berseru s  kepada-Mu, sebab Engkau menjawab t  aku. 86:8 Tidak ada seperti Engkau u  di antara para allah, v  ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat. 86:9 Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang w  sujud menyembah x  di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan y  nama-Mu. 86:10 Sebab Engkau besar z  dan melakukan keajaiban-keajaiban; a  Engkau sendiri b  saja Allah. 86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu 2 , c  ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; d  bulatkanlah e hatiku untuk takut f  akan nama-Mu. 86:12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatikug , dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; 86:13 sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku h  dari dunia orang mati i  yang paling bawah.

Doa Daud meminta pertolongan  inginmengajarkan bangsa israel  bahwa dalam suka maupun duka doa Daud mau memberi pemhaman dan mengajak  bangsa israel kedalam aspek yang memungkinkan terjadinya pemulihan jika kita berdoa dengan sungguh dengan segenap hati. Dimana Daud dalam doanya dengan segenap hati meminta pertolongan Tuhan. Daud yakin bahwa Allah itu maha pengampun. Doa Daud sangat emosional sekali. Apakah benar doa Daud ini? Daud  mengungkapkan ketidakberdayaan  menolong dirinya sendiri dan membutuhkan pertolongan  dari Tuhan yang ia yakini.

Doa meminta pertolongan Daud bisa kita katakan  doa yang bersifat emosianal. Karena Daud   merasa hidupnya tertekan, sehingga yng muncul adalah jeritan instingtif. Doa menjadi sirkulasi dari tekanan-tekanan emosiaonal, namun sebenarnya ia sedang memikirkan dirinya sendiri. Doa yang emosional bersifat mendesak atau berharap ada tindakan yang segera. Salahkah Daud dalam doanya berharap ?

Banyak yg terjadi di antara kita yang berdoa secara emosional di saat ada permasalahan yg mendesak dan  butuh jawaban secepatnya  bahkan keyakinan  mereka tersebut sangat kuat,  tidak menutup kemungkinan ‘lebay’. Kadang kala mereka yakin bahwa terkabulnya doa tergantung  dari faktor  mereka  yg berdoa, yaitu kokohnya iman dan uletnya doa.  Kalau ternyata  doanya belum tekabul, maka doanya menjadi semakin emosional lagi, atau dapat juga timbul rasa frustasi dan ngambek. 

Jangan kita berpikir  dan menganggap  bahwa karena Allah berkuasa , maka Allah dapat mengabulkan doa kita begitu saja. Padahal justru karena kemahakuasaan-Nya, Allah dapat mengabulkan doa  tetapi dapat juga menolak doa. Jangan jadikan Allah  untuk kepentingan pribadiku. 

Ada penyalahgunaan doa. Terkadang kita terlalu cepat menjadikan doa sebagai alternatif final  dalam menghadapi persoalan, seolah tidak ada jala keluar.  Kita sering  mengambil kesimpulan bahwa kita sudah tidak berdaya lagi. Dengan berdoa kita merasa diri sudah BERSERAH , padahal sebenarnya kita MENYERAH.  Kita sering kali kalah sebelum berperang, Sehingga, DOA DIJADIKAN ALIBI  atau alasan untuk membela diri bahwa kita tidak mampu berbuat banyak  kecuali berdoa.

Bukan kita saja , gerejapun sering menjadikan DOA SEBAGAI ALIBI. ketika terjadi pembakaran gereja, pembongkaran gereja, penganiayaan, kerusuhan terhadap orang kristen hanya sebagaian kecil kita dan gereja yg berani ambil resiko untuk menolong mereka. Harusnya kita malu dengan orang orang atau lembaga di luar gereja yang berani bersuara lantang bahkan tidak sedikit mereka yang mau melindungi. Tetapi kebanyakan gereja tidak mau turun tangan. Mereka hanya berkata, ” KAMI SUDAH MENDOAKANNYA.”

Gereja tahu bahwa di sekitarnya  terancam bahaya: pencemaran lingkungan hidup, pelanggaran HAM, adanya perbedaan antara kaya-miskin, dsb. Apa yg diperbuat gereja ? masih minim, sisanya  “kami cuma dapat mendoakan”

Banyak di antara kita bahkan gereja  merasa diri lebih benar dalam hubungan dengan doa, mudah terjebak ke dalam sikap merasa diri lebih rohani. Sama seperti orang farisi merasa diri lebih benar dan lebih rohani dari orang lain, kesalahan orang lain di soroti, tetapi kesalahan diri sendiri tidak disadari. Mereka mengajarkan rupa2 hal yg baik, namun mereka sendiri tidak menjalankannya. Tuhan Yesus berkali-kali menghardik ornag farisi, “…celakalah kamu…, nyamuk kamu tapiskan dari minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan” (Mat.23:24)

Sebenarnya aspek yang diberitakan Alkitab sangat banyak ragamnya, untuk melukiskan memperlakukan doa, ada  berbagai macam kata kerja seperti;  berkeluh kesah, berteriak, berlutut, berharap, bersorak-sorai, bersujud,berseru,bersyukur,memuji,memuja,meratap,mengadu,menengadah,meminta,menyembah,mengagungkan,memanggil,merindu,mencari,mengangkat jiwa,menantikan,hati meluap, dsb.  

Alkitab begitu kaya aspek doa,tetapi tanpa disadari, sering kali kita memandang dan tertarik hanya pada salah satu aspek saja yang sering kita mutlakkan, sehingga pemahamn kita tentang doa menjadi sektarian/ekstrem dan ‘pendek pikiran’ atau ‘singkat akal’.

Fokus berita Alkitab bukanlah terpusat pada diri kita yang berdoa pada Allah, melainkan pada diri Allah yang mendengarkan doa manusia. Allah adalah Allah yang aktif dan bertindak.

kita harus merefleksikan faedah tentang doa, agar kita dapat memahami dan menggambarkan  ulang yang lebih utuh tentang doa. Sebab tujuan doa bukanlah semata-mata mengeluarkan perasaan (meminta ini dan itu,mengeluh, dsb), melainkan mengawali untuk memasukkan perasaan: Tuhan ada di sini !

“Doa yg sungguh-sungguh besar khasiatnya”

saling mendoakan

Humor 2016


Screenshot_22

Cerita Lucu Terbaru

Hello friends pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel kumpulan cerita lucu yang menarik tentunya.

Baiklah friends langsung saja dibawah ini sudah saya susun kumpulan cerita lucu terbaru dari saya. selamat membaca ya !!!
– ” Dek kau bagaikan facebook yang slalu abang isi dengan status baru di setiap waktu, tapi jangankan coment, like pun tak pernah kau dek.
– ” Cinta kita memang sulit bertemu di social media ya dek, abang ol di twitter kau ol di facebook, dan sebaliknya, sengaja ya dek gak mau inbokan.
– ” waduh baru ini lihat cewek menebang pohon bambu lemang, awas dek terkena miangnya.
– ” itu orang pura pura tidur tengok wajahnya tersenyum.
– ” Seorang ibu mengingatkan kepada si amat anaknya yang hendak pergi bermain dengan teman temannya,

” ingat ya mat kalau pulang bermain tuh sendal jangan lain sebelah lagi.
– ” Sekumpulan anak anak itu sedang asyik bermain games teka teki bingung, ketika semakin bingungnya mereka bermain,

salah satu yang celat bicaranya berkata, …aaaadah jam berapa nih wee, pupupulang yok wee uuudah lappper nih wee.
– ” Si udin sedang asyik menggosok gosok batu akiknya agar mengkilap dan seketika itu si amat lewat dan berteriak,

” Usah digosok gosok kali din entar keluar jin nya, hahaa canda si amat membuat si udin kaget.
– ” Si udin duduk diteras rumah berharap melihat cewek cakep lewat, eh ternyata yang lewat malah si amat dengan

tradisi bahasa teriakannya ” Usah dimenung kali din, gak akan lari gunung dikejar… hahaha dasar si amat.
– ” Lucu melihat cara si amat menyapa cewek dengan gombalannya, dan seketika itu

si cewek berkata ” Jangan menggatal kau mat… dan si amat menjawab ” Gatal digaruk dek. hahaha
– ” Lihat dek ada bintang jatuh, si cewek ” Mana bang ? , si cowok ” Lambat, itu udah lewat, si cewek ” Kepala hotak kau lah bang.
– ” Jangan dilewati dek titi di parit tuh udah lapuk, tak peduli si cewek perlahan menyeberangi parit tersebut dengan selamat dan berkata ” Titinya masih kuat kok bang,

si cowok ” Dasar cewek nekad.
Demikian dulu ya friends kumpulan cerita lucu dari saya, cerita singkat diatas hanyalah untuk sekedar menghibur friends semata, dan apabila ada kesilafan dan kesalahan kata mohon sekiranya

dimaklumi, dan terutama jangan bosan bosan ya friends berkunjung ke situs ”https://planethumor.wordpress.com

Arti kehadiran-Mu Minggu,09/04/17 markus 11 :1-11


Yesus dielu-elukan di Yerusalem

11:1 1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania e  yang terletak di Bukit Zaitun,f  Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 11:2 dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi g  orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. 11:3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.” 11:4 Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu h  di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya. 11:5 Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: “Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?” 11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka. 11:7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. 11:8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.11:9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang 2  dalam nama Tuhan, i  11:10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi! j 11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya. k 

Kehadiran Tuhan Yesus dan ke 12 muridnya memberi makna bagi penduduk Yerusalem. Sehingga banyak orang yg menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yg menyebarkan ranting-ranting hijau yg mereka ambil dari ladang (ay. 8)

Kisah Yesus memasuki Yerusalem  adalah kisah menghebohkan, sensasional dan spektakuler. Kisah ini sangat esnsial dan mendalam di ingatan dan pikiran  banyak orang. baru kali ini Yesus disambut begitu meriah. bak raja  dengan menunggani keledai yg dikenal sebagai hewan lemah, dan  bodoh. Ia datang ke Yerusalem dengan pandangan tertuju pada salib, melaksanakan kehendak Bapa-Nya yaitu menyelamatkan isi dunia (manusia)

Mereka menyerukan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang 2  dalam nama Tuhan, i  11:10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi! …  Hosana memiliki arti, selamatkan aku sekarang.

Ada banyak diantara kita belum mengenal Tuhan Yesus dengan benar, kebanyakan kita mengenal Tuhan Yesus hanya sebatas  pengagum. Banyak juga diantara kita mungkin belum tau arti Hosana yg sebenarnya.

Bagaimana dengan kita, apakah kita juga menyambut Dia dan membentangkan hati kita sebagai rasa syukur atas anugerah keselamatan yg diberikan pada kita ? Apakah kita berseru “Hosana”  untuk berserah pada-Nya dengan apa yg terjadi dalam hidup kita atau justru kita datang ke sesama kita ?

Di minggu pra paskah ini marilah kita berserah dan mengucap syukur atas anugerah keselamatan-Nya dan andalkan Dia dalam setiap persoalan…Hosana !  

 

 

Pemuridan (Yes 50:4-11) Ibadah Rumah Tangga-RabuTgl. 05/04/17


penaYes, 50:4-11

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Yesaya 50:4

Arti murid secara umum   adalah sekumpulan orang yang menjadi perhatian khusus dalam dunia pendidikan. Secara umum murid berarti orang yang mau belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dirinya. Apabila orang tua menyekolahkan anaknya dalam pembelajaran atau pendidikan yang berkualitas, bertujuan mencerdaskan anaknya dan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.  Murid adalah sosok  yang mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang jika mereka belajar.

Dalam pengertian Alkitab murid tidak hanya berarti orang yang belajar, tapi juga menjadi pengikut yang mengabdikan diri pada guru/pembimbingnya. Seperti Elisa menjadi pengikut dan penerus Elia, dan lain sebagainya. Yesus Kristus dengan ke-12 murid-Nya, dll.  jadi menjadi murid  Kristus adalah orang-orang percaya yang mau belajar tentang segala ajaran Kristus, mempertajam pendengaran dan mengabdikan dirinya hidup mengikuti Kristus. Tapi tidak semua orang yang mau menjadi murid-Nya.

Apa misi Allah bagi kita ? Semua orang percaya harus menjadi murid, ini kehendak Tuhan

Matius 28:19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa   murid-Ku dan baptislah   mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Kriteria menjadi murid Tuhan

a. Menjadi murid tentu memiliki kemauan diajar dan di didik,  agar erus berkembang, terus diperbaharui dan terus bertumbuh seperti yg diinginkan Tuhan.

b. Menjadi murid tentu ada suatu proses yg panjang dan tidak langsung tamat. Kita diolah sampai apa yg Tuhan mau.

c. Proses menjadi murid Tuhan itu susah harus melalui penyangkalan diri. supaya kita taat terhadap gurunya yaitu Firman Tuhan

d. Bersedia memikul salib.

Seorang teolog Jepang, Kosuke Koyama pernah bertanya: “Kenapa orang Kristen harus memikul salib? Mengapa lambang orang Kristen adalah salib? Mengapa bukan rantang yang berisi makanan bergizi dan memiliki gagang sehingga mudah menentengnya?” Pertanyaan Kosuke Koyama ini membantu kita memahami salib bukan sebagai hal yang menyenangkan atau membanggakan, tetapi salib adalah harga yang harus kita bayar sebagai murid Kristus. Setiap orang pada dasarnya memiliki salibnya masing-masing, yang harus dipikul dengan sabar dan taat kepada Kristus. Dalam memikul salib sebenarnya kita tidak perlu menggembar-gemborkan kesulitan yang kita alami, tetapi justru kita perlu belajar tetap bersukacita dalam Kristus (1 Petrus 4:12-14).  gkipi.org/menjadi-murid-kristus/

e. Targetnya murid tersebut harus seperti gurunya –Lukas 6:40  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapayang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

f. Tugas kita sebagai murid adalah memuridkan walaupun kita belum sampai terget seperti guru kita yaitu Tuhan.

Sebagai seorang murid atau  orang percaya,  apalagi aktif dalam pelayanan atau hidup di tengah lingkungan masyarakat, kita harus siap ,  menjaga kualitas kita sebagai seorang murid atau orang percaya. Karena pasti ada banyak penilaian. Menilai apa yg kita perbuat dan apa yg kita katakan katakan. Di dalam gerejapun jemaat menilai gerak gerik kita dan perkataan kita. Apalagi kita sebagai hamba Tuhan.Apa yg kita lakukan dan apa yg kita katakan sebagai murid  sangat mempengaruhi kesaksian hidup kita. Apa yg keluar dari mulut kita mencerminkan kualitas diri kita sebagai murid . Sesuatu yg lebih menyakitkan dari pukulan adalah perkataan. Orang yg bijak dan yg melayani akan merasa malu jika tindakannya juga  tidak lebih baik dari kata-katanya. Karena itu jaga mulut kita, karena apa yg sudah diucapkan tidak dapat ditarik kembali.

Murid sejati,  harus mau dan  siap diasah dan siap dipertajam pendengarannya. Ia tidak hanya mendengarkan dirinya sendiri (ego) . Mendengar adalah tugas seorang murid. Dan Pemahaman yang baik mampu memberi semangat yang baru kepada orang yang letih lesu.

Proses pemuridan  bisa dimaknai sebagai peredaran/pendauran yang harus dilakukan. Regenerasi adalah proses peredaran/pendauran ulang – di mana generasi selanjutnya dipersiapkan untuk dapat memberi kontribusi mereka secara smart di ladang Tuhan.” Jadi Gereja dituntut juga untuk mempersiapkan atau mengkaderisasi setiap orang yang tentunya berkualitas untuk meneruskan Visi dan Misi yang lebih kompetitif. Dituntut waktu Gereja untuk melakukan kajian, evaluasi, dan pemahaman akan esensi dari hal – hal yang telah di lakukan, sampai sejauh mana Visi dan Misi yang sudah gereja jalankan. Regenerasi dan kaderisasi merupakan suatu term yang wajib dijadikan ingatan pertama dan utama bagi bagian yang mengelola resource sumber daya manusia termasuk gereja di dalamnya. Padanyalah dipertaruhkan masa depan gereja, keberlangsungan atau hidup matinya.

Proses regenerasi  amat penting guna menunjang Visi dan misi gereja. Tidak hanya pada unit yang mengelola sumber daya manusia sebagai penanggung jawab utama dalam hal ini melainkan seluruh pelaku dalam organisasi/gereja. Jadi yang dimaksud dengan regenerasi di sini ialah Gereja mempersiapkan penerus selanjutnya untuk pelayanan  sesuai dengan visi dan misi dari Tuhan

Yang harus kita ingat, gereja bukan untuk laboratorium percobaan, namun lebih pada kebutuhan komitmen berkelanjutan, artinya untuk membangun Visi dan  Misi Tuhan memerlukan waktu yang tidak sebentar, tentu sebagai jemaat kita harus memahami persoalan Gereja, yang mungkin secara ideal pengkaderisasian itu harus ada dan berjalan terus  secara konsisten dan tanpa lelah.

Betapa sering kita mendengar khotbah tentang misi yang hanya menunjuk kepada Amanat Agung, “Pergilah ke seluruh dunia . . .” sebagai dasar kegiatan misionari/ pemuridan.

Sepanjang perjalanan hidup-Nya di dunia, Yesus berusaha menyiapkan/mengkader murid-murid-Nya untuk pelayanan membawakan Injil kepada semua bangsa, meskipun pada prinsipnya “kepada orang Yahudi lebih dahulu” semua itu dilakukan karena dia tau waktuNya akan tiba. Harold Cook menyatakan fakta yang sama sebagai berikut, “Kita tidak bisa menyangkal bahwa Yesus Kristus mengajarkan misi, Ia ingin supaya pengikut-pengikut-Nya menjadi utusan Injil, Ia ingin agar Injil-Nya diberitakan di seluruh dunia.

Pada masa kini, setiap gereja harus memperhatikan dan perlunya mempersiapkan para regenerasi. Bila setiap gereja mempersiapkan regenerasi, visi dan misi yang sudah berjalan dari para  pendahulu tersebut dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya.

Yang jelas Tuhan mau lewat proses pemuridan , seorang  “Hamba Tuhan” itu tetap dapat mengontrol kehidupannya yang walaupun hidup dalam tekanan yang berat namun dia tetap memiliki “Lidah seorang murid”,“Mendengar sebagai seorang murid”, sehingga kesetiaannya sebagai seorang murid ditengah-tengah tekanan yang berat membuat dia dilayakkan menjadi orang benar di hadapan Allah. Menjadi dewasa secara rohani harus melalui proses pemuridan.

Pdt. Martha Belawati

Sang Pembebas (Minggu,02/03/17-Yes 41-1:7)


Yesaya 41:1-7

TUHAN membangkitkan seorang pembebas

Ada suatu penekanan dalam Yesaya 41:1-7 ;  di mana  Allah tampil dan menunjukkan jati diri-Nya ditengah-tengah bangsa-bangsa sebagai Allah yang menentukan , Allah yang setiap waktu  mampu mengubah apa yg mau diubah. Allah yang  universal ; Allah untuk semua bangsa dan berkuasa menggunakan bangsa-bangsa untuk rencana-Nya, Allah yang berkuasa menentukan nasib bangsa-bangsa dan manusia, menyatakan ketetapan Mahakuasa-Nya. Allah juga ingin menyatakan dirinya pada bangsa Israel  bahwa Ia adalah  Allah  Abraham, Ishak, Yakub, Musa.  Bahkan pernyataan-Nya  juga ditujukan kepada semua umat yang Ia kasihi.

Rangkuman Yesaya 41:1-7

1.Allah berkenan berperkara dengan mereka.

2. Kehancuran Babel serta keberhasilan Koresh yang akan terjadi, memperlihatkan bahwa Allahnya Israel, adalah benar-benar Allah Yang Berkuasa dan yang menetapkan nasib manusia.

3. Berhala yang dibuat para kafir adalah alat duniawi yang dirancang manusia  adalah semu belaka. Mereka hanyalah ilah-ilah, bukan Allah yang Mahakuasa.

Perenungan

Karena itu ada  gambaran “ekspresionis”  dari usaha kita dan bangsa Israel harus memenuhi tuntutan-Nya. Bangsa Israel dan kita sebagai orang percaya  adalah desain,gubahan,komposisi, atau reka-cipta Allah sendiri, yaitu jalan keselamatan yang disediakan-Nya untuk semua orang yang percaya .

Firman Tuhan berkata: “Keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12)

Kita sudah lama hidup dan bergaul dengan dengan Tuhan  melalui firman-Nya. Kita telah mengetahui tentang siapakah Tuhan yg  sebenarnya. Namun pengetahuan dan pengenalan kita tentang Tuhan  kadang kala sangat dangkal. Kita mungkin hanya mengetahui tentang Dia dari apa kata orang. Kita kadang kurang berusaha mengenal-Nya sungguh-sungguh melalui Kitab Suci. Untuk itu, seringkali kita pun menolak-Nya bahkan melupakan-Nya.

Sering kita lupa  bahwa Allah sang penentu . Kita lupa Allah itu setiap waktu  mampu mengubah apa yg mau diubah. Kita sering kali lupa Allah itu adalah Allah  yang universal ; Allah untuk semua bangsa dan berkuasa menggunakan bangsa-bangsa untuk rencana-Nya, Kita sering gagal paham  bahwa Allah yang berkuasa menentukan nasib bangsa-bangsa dan manusia, menyatakan ketetapan Mahakuasa-Nya. Kita gagal paham  juga bahwa Allah juga ingin menyatakan dirinya pada bangsa Israel  bahwa Ia adalah  Allah  Abraham, Ishak, Yakub, Musa.  Bahkan pernyataan-Nya  juga ditujukan kepada semua umat yang Ia kasihi.

Selama “retret agung” 40 hari lamanya, umat Kristiani dibantu untuk mengenal Yesus Kristus secara mendalam. Masa pra paskah tahun ini mengajak kita untuk menyadari gambaran kita tentang Yesus Kristus .

DSC00113

Images: GPIB Sion Nunukan -KALTARA

Intermezo

 Kesaksian Ahok

Ini adalah Kesaksian Wakil Gubernur DKI Jakarta  Basuki T. Purnama

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya!

Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau,” dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, “Siapa yang mau Ku-utus?” Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop.

Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin:

  1. yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana.
  2. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola.
  3. Yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.

Sumber: PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Pemulihan (Rabu, 29/03/17) Ratapan 3:37-48


Setiap manusia dalam kehidupannya pasti memiliki masalah yang dikeluhkan

1. manusia mengeluh karena rasa sakit

2. manusia mengeluh karena mengalami kegagalan

3. manusia mengeluh karena dosanya

4. dll

Mengapa orang hidup mengeluh ?

Kita mengeluh  karena ada permasalahan. Biasanya kita akan tanpa sadar mengeluh. Bisa secara spontan atau lewat perbincangan bersama teman yang biasa disebut curhat. Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita.  Anda perlu menyadari bahwa hal ini akan terjadi hampir setiap hari dalam kehidupan yaitu kenyataan yang terjadi seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Mengeluh bisa membuat diri kita ingin marah ,teapi bisa juga seseorang mengeluh untuk mengharapkan simpati atau mendapatkan pengakuan dari sekitarnya dengan cara mengeluh.

Dalam Ratapan 3:39 dikatakan  Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya! l  3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup m  kita, dan berpaling kepada TUHAN…

Jadi di balik semua hal yang kita sering keluhkan pasti ada hal yang dapat kita renungkan.

Dalam Ratapan 3:41 dikatakan;  Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga

Hal ini ingin menegaskan terhadap bangsa Israel dan kita semua, bahwa setiap keluhan yang ada dalam diri kita, kita serahkan pada-Nya yang dapat menghapus segala keluhan kita.

Sikap doa yang ditunjukkan umat Israel mencerminkan penyesalan, kerinduan untuk berada di hadirat Tuhan, mau bersekutu kembali dengan Tuhan. Mengangkat hati dan tangan, sebagai tanda kesiapan untuk kembali berdamai dengan Allah. Siap   menantikan apa yang Allah mau perbuat terhadap mereka.

Bangsa Israel merasakan Ketika mereka berada dalam penghukuman itu suasana tertekan meliputi hidup mereka. Mereka sadar bahwa yang mereka sembah tidak dapat menolong mereka. Mereka sadar  dosa membuat doa tak dapat menembus awan. mereka menyadari Tuhan tidak pernah kompromi dengan dosa.

Jangan pernah bermain-main dengan dosa. karena kita mudah pecah, kita mudah retak, kita mudah putus,,kita mudah retak,kita mudah jatuh, kita mudah kalut, kita mudah sakit.

Tentu keadaan pecah  tentu nggak patut dibiarkan berlarut. Perlu ada jalan keluar. Perlu ada pemulihan dan tentu itu dilakukan setiap hari.Pemulihan akan mengutuhkan  hubungan manusia dengan Tuhan. Kita memerlukan pemulihan dari Tuhan.

Dalam hati tiap orang ada suatu kerinduan untuk dipulihkan dan memulihkan  keluhan-keluhannya. Yaitu menyembuhkan penyakit. mengutuhkan keretakan. Menyambung yg putus. Membereskan yg kacau. Menentramkan yg rusuh. Memaafkan kesalahan. Mendamaikan permusuhan. Membersihkan yg tercemar. Meneduhkan kegelisahan. Meluruskan hati yg bengkok.

Sumber dari pemulihan dari keluhan-keluhan kita jika kita mau datang dan berserah pada-Nya. Hanya Dia yg dapat memulihkan.

Pdt. Martha belawati

images