Refleksi :

sudah siapkah saya menikah….. (dalam bahasa gaul)

Apa bener..semenjak  kita lahir, kita langsung dah ada soulmate?…bukankah soulmate itu free will…apakah kita mau seerahkan pada Tuhan atau gak? Masalahnya adalah penyerahan kita pada Tuhan…dari awal harus disadari bahwa orang menikah bukan karena kecocokan, karena tidak ada manusia yang cocok…dari mulut kita bisa ngomong cinta….ngajak nikah….tapi sudahkah kita memahami or membuka topeng persona kita yang di dalamnya terisi keburukan2 kita?…..punya emosi, ego,tabiat, watak, yang berbeda    sudak kita bisa menerima satu dengan lainnya..walaupun itu saudara yang dilahirkan dari ortu yang sama…”teologia jangan-jangan” …..kita menjinakan soulmate kita seperti menjinakan singa yang dewasa… mending menjinakkan merpati …kecuali kalo nikah sama kloningan sendiri…bisa jadi cocok…mungkin kali yee

Trus, apakah kalo sudah menikah tuh kita bisa seenaknya mengatakan kamu bukan soulmateku?…itu sudah pilihan kita kan? Pernikahan itu adalah sebuah komitmen…dan gak ada pilihan lain untuk berkomitmen dengan orang lain yang dianggapnya soulmate dan melanjutkan hubungan tersebut…rasanya “wuaaaneh” kalo ada orang yang tujuan bercerainya hanya karena menganggap itu bukan soulmatenya….apakah kita harus melnyelancarkan perceraian? Padahal, dalam kekristenan gak ada perceraian…itu manifestasi kekecewaan kita pada pasangan karena pasangan kita gak bisa memenuhi keinginan kita, jadilah kita berpikir jangan-jangan ini bukan soulmateku lagi….. atau karena topeng persona belum dibuka,belum dipahami karena “telmi”???

Jadinya tuh rumah tangga ibarat burung liar/baru di jerat terus dimasukkan  dalam sangkar…tabrak sana sini, ruji pada hancur,burung itu jadi luka,bulu kocar kacir gak karuan, akhirnya gedubrak- brak- brak -brak…kurungan jatuh…burung itu terlepas kembali kehabitatnya…nah kalau dah gini siapa yang salah…..jangan salahkan Tuhan lho!!!

Hmm, mungkin perlu ditekankan dalam masalah pasangan hidup adalah penyerahan  kita pada Tuhan…kalo sudah menikah mah…semuanya saja harus ditelan… tapi ga bulat2 nanti keselek…”game over”…, makanya sebelum nikah minta hikmat dari Tuhan untuk menuntun kita menemukan pasangan hidup kita….  Manusia ini ada dua jenis…ada yang mau dituntun Tuhan dan ada yang tidak mau…nah, kalo misalnya orang yang mau dituntun Tuhan..dia pasti minta sama Tuhan untuk memberikan orang yang sepadan dan sevisi sama dia. Walaupun dua-duanya melalui proses yang berbeda.  karena itu pas di depan altar kita berjanji sehidup semati…jangan hanya di mulut ajah…tapi simpan dihati..terus ke otak supaya masing2 jangan ngatain,,,”kalau mau mati….kamu mati aja dulu”…jaka sembung bawa golok.

 

Mimpi2 atau bisa asal mimpi soal jodoh

Ada orang yang terlibat dalam pelayanan pernikahan:…ada yang memberi kesaksian, kalo dia menemukan pasangan hidupnya…minta dari Tuhan..langsung ditentukan Tuhan jodohnya entah lewat “asal mimpi”…contohnya Mama temanku…dulu waktu sebelum menikah dengan papa temanku…dia gak simpati sama orang yang mau dijodohin itu waktu lihat fotonya…sampai lari gak mau bertemu dengan orang itu…tapi suatu saat, Ibu papa temanku itu bilang ke mama temanku, kalau calon orang yang mau dijodohkan mau bertamu. Mama temanku gak mau, sampai gak mau keluar kamar, Trus pada saat yang bersamaan, ada ibu lain yang yang ingin jodohin anaknya dengan mama temanku. Trus mama temanku udah pasrah aja, bilang gini, ‘kalau Tuhan memang berkenan, tolong tunjukkan yang mana pilihan Tuhan yang terbaik.’.Malamnya mama temanku mimpi/asal mimpi, liat calon pertama yang dijodohkan di depan rumahnya, Trus ada suara yang bilang, ‘yang itu yang namanya …….’’. Trus, setelah itu baru lah mama temanku mulai mau ketemu sama orang itu, gak berapa lama, langsung dilamar, trus nikah, dan langgeng sampai sekarang. Kata temanku hidupnya berbahagia, walaupun yang namanya cobaan selalu ada. Tapi Tuhan selalu bukakan jalan….

Visi pernikahan

“mengapa saya ingin menikah?”

Ada berapa alasan yang umum sebaga landasan mereka:

Pertama, demi memenuhi kebutuhan psikologis…gak kesepian…gak sendiri gitulah…yang Kedua, demi memenuhi kebutuhan biologis…….supaya bisa tersalurkan…supaya ga “jajan di luar”…yang Ketiga,demi rasa aman, ada status sosialnya..yang Keempat, agar memilkki keturunan.jadi kalau belum ada visi …bagi yang mau nikah ya dirumuskan dulu…..jangan biologisnya dulu yang di utamakan.

 

Siap menikah berarti:

-mandiri secara financial

-ingin menjadi ayah dan ibu

-persiapan fisik..”sering lembur” awal2nya

-siap mental

-mencari informasi kehidupan moral masing2 pihak

-seksualitas

-komitmen

-menjalin komunikasi

-manajemen konflik/emosi

Dan yang paling terakhir dan terpenting

-persiapan Spiritual

 

 kita perlu belajar banyak nih….heuhehehe…refleksi aja buat yang dah gak tahan mau nikah……GBU

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s