ELEGI: GEREJA DAN PASTORI


ELEGI :GEREJA DAN PASTORI

Pada suatu hari aku melihat Gereja  ngomel 2…komat-kamit kayak mbah dukun, nggak jelas dan dan ga ada ujung pangkalnya…aku diam saja sembari memperhatikannya dan bersenandung kesah di hati  : Gereja  meski kau diliputi kemewahan dan kemegahan bak lobi hotel mungkin juga ruang karaoke dengan gemerlap lampu warna biru,kuning,putih,jendela warna orange dan kaca bergambar dan  lampu salib warna merah…ahai…seorang penjahit datang menampilkan  sebuah persoalan….mimbarmu berbaju pink…alamak sungguh ironis !!!!…. hanya kurang gambar hati dan panah  jadi gereja amor… hahaha……tapi aku yakin walaupun kemegahanmu tak terpungkiri……tapi yakinlah ruang mu takan mampu mewadahi keinginan mu…itu sekelumit senandung kesahku…sembari  berjalan menghampirinya……..’Gre’, kenapa kamu  ngomel,,mulut komat kamit dan matamu melotot yang ga ada ujung pangkalnya???

Gereja: Gimana gak  ngomel,mulut komat-kamit,,,mata melotot ‘Pas’ (pastori), sudah hamper 3 tahun tubuhku di pukul ma palu ,digergaji…sakit tau….sepatu jelekku diganti sepatu baru tapi alasnya miring dan jahitannya ga rata…..mimbarku di pake’in  baju warna pink kayak kembang desa aja , jendela2 warna orange…..payah pimpronya gak nanya2 warna warna kesukanku…mungkin mereka yang lihat dari luar berdecak kagum…..…coba liat di dalamnya  mereka yg ngerti pasti  ngakak sambil melet2 (lebay mode on}……payah pool ne pimpronya  …ngerti nggak sih …..mau2 nya sendiri…ga mau dengar pendapat kita2 sih……….coba kamu renungkan ‘Pas’….buat apa  aku berpenampilan keren bak lobi hotel atau ruang karaokelah….nantinya tamu2 ku yang berkunjung mungkin hanya melihat tubuhku yang indah gemerlapan…..makanan dan minuman yang tersaji  ga da rasanya…mereka pulang gak bawa apa2…apa lagi kita berdua tau teman2 disini kebanyakan datang hanya tinggalin jejak kaki beralas , walaupun gak semua ‘ Pas’….

pastori: ‘Gre’ tahu gak apa yg aku bayangkan, seandainya kamu jadi kaareke….pasti dapat tipnya banyak…. hahaha …..

Gereja: iya sih boleh juga…tapi kamu ikutan juga …..weleh weleh…membayangkan kok yang nyeleneh

Pastori :’Gre’, kamu yang sabar aja….anggap ajah ini pembelajaran dalam pengenalan watak. Jadinya lewat  kejadian ini kita harus belajar jangan sampai masalah ini terulang lagi…… di dalam hati aku sering termenung…aku mendamba seandainya…kugenggam engkau di tanganku laksana penyebar benih….kutaburkan di tanah yang subur sehinga menjadi jalur menuju pintu gerbangmu…sia-sia  mendamba kalau sekedar ilusi….’Gre’, gak semua temanmu itu setia berkunjung ke kamu ‘Gre’….mereka disibukkan oleh kemalasan…. ingat malas!…..bahkan banyak yg datang ke kamu hanya sekedar rutinitas aja dan mungkin jamuan yg kamu sajikan hanya mereka nikmati tanpa di rasa. Lain dengan teman2 mu yg benar2 setia berkunjung ke kamu, mereka meresapi sampai dalam sanubari( kalik yea) jamuanmu…..Di rumah, mereka akan menyajikan hidangan yang rasanya seperti hidanganmu……

Gereja: Aku pun mendamba , seandainya engkau menaburkan benih itu di tempat subur…..pasti gerbangku disesaki teman2 baruku dan mereka yg malas pun akan mengunjungiku….tapi ini juga sia sia hanya sekedar ilusi yang mendamba.

Pastori: dalam senandung ber ilusi ….seandainya ;

Gereja bagai bahtera  muatanya penuh,

Beraneka manusia yang suka mengeluh,

Yang hanya ikut maunya ,mengkritik dan sok tahu

Sehingga Bandar tujuan menjadi makin jauh.

Tetapi bila umat-Nya bersedia mendengar,

Tentulah sang “Nahkoda” memberi petunjuk yang benar

Gereja: aku mendamba ‘Pas’…aku  gereja kaupun gereja

Gereja dan Pastori: Kita sama sama gereja…….  kali ye…………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s