inspirasi: di mana riset ini telah membuktikan bahwa koloni tikus yang enggan hidup bermutual berimplikasi buruk terhadap kelangsungan hidup mereka. Riset tersebut dilakukan sebagai berikut; 8 ekor tikus dimasukkan ke dalam kandang berukuran 9 kaki (3.15 M) persegi. Kemudian selama 2.5 tahun koloni tikus tersebut berkembang biak menjadi 2200 ekor. Makanan yang melimpah, air, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya terus menerus disediakan, bahkan semua faktor mortalitas (kecuali proses penuaan) telah dihilangkan dari koloni tikus tersebut. Namun apa yang terjadi setelah 2,5 tahun berikutkannya? Ternyata semua tikus mati. Apakah penyebabnya?
Pertama, tikus-tikus dewasa mulai mengelompokkan diri sebanyak dua belas tikus dalam kelompoknya. Kedua, dalam kelompok tersebut, fungsi sosial masing-masing tikus mengalami penyimpangan. Ketiga, tikus jantan yang biasanya menjadi pelindung wilayah mereka, kini menarik diri dari kepemimpinan dan secara tidak wajar menjadi pasif. Keempat, tikus-tikus muda merasa diri mereka tidak memiliki tempat di dalam masyarakat, dan mereka semakin memanjakan diri. Mereka makan, minum, tidur dan mengurus diri sendiri, tetapi tidak memiliki ketegasan sebagaimana biasanya. Kelima, koloni tikus pada akhirnya menjadi kacau, dan setelah lima tahun berlalu, sekalipun tidak ada penyakit, bahkan tersedia banyak makanan, minuman, dan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya, namun semua tikus mati.,, jangan samoai ini terjadi…tapi bukan nyamai tikus dengan manusia lho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s