Sebuah refleksi : penderitaan yg memaknai

Saat termenung di peraduan……pikiran berhamburan melayang-layang bagaikan daun2 kering dihempas angin,,,, ku dikejutkan dengan bunyi raungan motor para generasi muda yg baru datang dari ibadah …

dengan hati bertanya , ku lihat ada yg menenteng gitar…lalu duduk disamping gereja, mengalun lah nada dan suara yang indah memuliakan Dia…..dari kasak kusuk kudengar mereka di undang jemaat yang terbaring di rumah sakit….karena kangen mendengar pujian dari generasi muda kita……hatiku masih peka digetari sebuah ketakjuban…. Mendengar dan menyaksikan kegaiban yg terjadi dalam kehidupan……dalam penderitaan dan rasa pedih dia memiliki keinginan yang sangat menakjubkan . kucoba telusuri hatinya dalam perenungan…seolah dia menerima garis deritanya….seolah dalam kepiluanmu engkau tetap tenang memandang riuhnya keseharian hidup……apakah dia dapat menyelami rahasia kematian……????

Masih tetap dalam peraduan…..hatiku menyenandungkan sebuah narasi pengharapan dalam alkitab……:

Tuhan membantu dia di ranjangnya

Waktu sakit:

Di tempat tidurnya

Kaupulihkannya sama sekali

Dari sakitnya

(Mazmur 41:4)

Perenungan

Ketika hidup kita sehat dan senang, kita lupa bahwa suatu saat penderitaan akan datang menghampiri kita….sebaliknya, jika kita sedang dilanda penderitaan kita menjadi sentimental kalau berbicara tentang penderitaan. Betapapun tidak menyenangkan, ini adalah sebuah kenyataan. Kita harus rela menerima pergantian masa ini…meski itu memilukan tetapi kita dapat memaknai penderitaan ini. Pabila kita dengan tekad hati ingin menangkap hakekat penderitaan…… bukalah hatimu bagi wujud kehidupan.

Spirit

Kita harus menyadari seperti inilah Tuhan membentuk kita, tidak menyenangkan….sakit,penuh derita dan banyak air mata. Tetapi inilah cara dia membentuk dan merubah kita menjadi manusia yang memancarkan sinar kemuliaanNya.

Ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan masuk dalam hati kita untuk memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi sempurna tak kurang sesuatu.

Dalam menghadapi penderitaan jangan kecil hati karena Dia sedang membentuk kita walaupun itu sangat menyakitk. Tetapi sesudah penderitaan itu selesai kita akan melihat betapa indahnya Tuhan membentuk kita.

penderitaan membawa ketakutan….tapi di dalamnya ada suatu pesan…bahwa rasa takut membuat kita menjadi berhati-hati…rasa takut member energi ekstra. Rasa takut dapat membuat kita mampu mengatasi penderitaan.

Rasa takut ada untuk mendorong kita agar bebas dari penderitaan. Biarkan rasa takut membimbing kita. Biarlah rasa takut mempersiapkan kita…ingat jangan rasa takut menghentikan kita justru kita harus mencari penyebab ketakutan itu…disitulah kita akan menemukan alasan kita utk bebas dari penderitaan.

Dalam penderitaan kita belajar bersikap tenang dalam menghadapinya…karena jika kita semakin gelisah dalam penderitaan kita, maka semakin sulit kita menemukan ketenangan. Sebab di dalam ketenangan kita mampu berpikir jernih dalam mengatasi penderitaan ini.

Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidamauan kita menerima hidup apa adanya kita tidak mampu berkompromi dengan kenyataan yg menimpa kita. Sering dalam penderitaan kita lebih suka bermain dengan kesedihan yg tak berujung, yang bukan jalan keluar. Kita lebih berlindung membenarkan pikiran sendiri…padahal itu bentuk lain belenggu penderitaan.

Jangan biarkan keluh kesah kita menghujam semangat kita. Ayo, tegarkan hati jangan biarkan semangat hilan hanya karena keluhkesah kita. Temukan secercah sinanar yang berpengharapan.

Sebenarnya banyak diantara kita yg lebih berhak mengeluh…sayangnya suara mereka parau dan tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada disesali. Jika demikian, apakah kita lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup?

Penderitaan akan bisa kiterima jika kita dapat memaknainya……..

Penderitaan tidak akan menjadi kata terakhir dalam hidup kita. Kecuali jika kita yang merelakannya.. Rasul Paulus mengatakan, bahwa kita harus berjuang terus “sebagai seorang prajurit yang baik dari Yesus Kristus”. Kita harus mengalahkannya. Dekaplah penderitaan itu bukan untuk menjadi mangsa dan korban darinya, tetapi untuk mengubahkannya. Lewat penderitaan itu lahirlah kemenangan dan kehidupan yang sebenarnya. Bukan saja untuk diri sendiri tapi untuk semua manusia.

So, itulah penderitaan kita tidak perlu melarikan diri dari padanya. Justru kita harus mendekapnya, bukan sebagai sikap menyerah, tetapi justru untuk mengalahkannya ! mengubahnya menjadi kemenangan !

Iklan

Satu pemikiran pada “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s