elegi malam


Beratap langit nan bertaburan bintang,

gigi beradu dengan bibir…kedinginan

bunga kamboja berlapis bintang bintang berkilauan

ku dengar suara jangkrik mengalunkan simponi …krik-krik-krik

bergaung diantara rerumputan dan pepohonan yang diam membisu

setengah lelah ku beranjak menutup gerbang kayu yang sudah usur dimakan usia

 

perenunganku mulai mengambang, merambah tanpa batas, laksana mimpi

tubuh ini tak ubahnya penjara sempit…

sayup kudengar petikan dawai dawai gitar dan suara merdu mempesona dari anak anak muda mengalunkan tembang pujian tuk Tuhan… merasuk ke dalam sanubari

tapi tembang indah  ini tak bertahan lama

di atas ranjang tempat mimpi

mataku menerawang ke sang waktu…lalu kumenghitung  sambil berguman;

kapan kau berakhir sang malam?,…seakan tak berujung……

kulantunkan doa….memuji, memuliakan,bersyukur..dan berharap penyertaan-Nya

tapi mata ini sulit terpejam…….

hanya ditemani secangkir kopi susu jahe sidomuncul malam jadi panjang

ingatan jadi melanglangbuana….

betapa ku bersyukur pada Tuhan….atas kasihMu padaku yang tak pernah berujung

dengan apa ku membalasnya?……Tuhan aku hanya bisa bersyukur,bersyukur dan bersyukur

sampai akhirnya dengan setengah sadar:

Matahari dan embun pagi mulai mengintip dengan diam-diam di peraduannya

ooh…begitu indahnya…terimakasih Tuhan…

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s