elegi siang


siang seakan tak berakhir

siang yang berpeluh

siang yang kerontang

tapi masih kurasakan tiupan angin dari pepohonan yang tetap berdiri tegar

tak menyerah dengan sengatan mentari yang terasa membakar

banyak orang disibukkan rasa kuatir di siang hari

 

bagiku teriknya siang tak pernah membuat rasa kuatir

bagiku teriknya siang harus kutantang

bagiku  teriknya siang bukanlah halangan

bagiku  teriknya siang tetap membuat langkahku semakin lincah

seperti derap seekor kuda

bagiku teriknya siang  menjadi saksi hidupku

bagiku teriknya siang membawa  suka dan duka

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s