mengherankan sekali jika pengikut Kristus mempertanyakan keterlibatan greja/teolog dalam masalah sosial. Jadi perlu dipertanyakan, apakah dasar alkitabiah bagi keprihatnan sosial? mengapa orang kristen terlibat? pada akhirnya hanya ada 2 pilihanbagi org kristen dalam menentukan sikap terhadap dunia. Yang pertama adalah pelarian, dan yg ke 2 komitmen. ‘PELARIAN”  berarti suatu pernyataan sikap menolak dunia, atau membuat hati kita keras seperti batu menutup telinga  dengan seruan2 yang minta tolong. Sebaliknya ” komitmen” berarti dalam keprihatinan kita menghadapkan tubuh kita kepada masalah2 yg ada. Membiarkan tangan kita menjadi kotor dalam pelayanan terhadap dunia.

terlalu banyak diantara kita masih lari dari kenyataan. Bersama dengan org2 seiman di kebaktian hari minggu kita duduk manis, adalah jauh lebih menyenangkan daripada aktif melayani di luar dalam suatu lingkungan yg apatis yg tak jarang memusuhi kita. mungkin sesekali kita menerobos keluar tapi kembali lagi ke ” istana kristiani”  kita di mana kita betah dan berlindung, sambil menutup dan menggerendel pintu gerbang. Bahkan kita menutup telinga agar tak mendengar org menggedor-gedor pintu dan berteriak-teriak minta masuk. Dan mengenai masalah2 sosial mereka cenderung berpendapat itu hanya buang-buang waktu,kita minoritas nggak mungkin didengar, masalah jni adalah masalah nasional dan jauh di atas kemampuan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s