humor: tipu daya iblis versus humor Yesus


Tipu daya iblis versus humor Yesus

Untuk melawan Tuhan dan pengikut-Nya, Iblis akan berbuat apa saja  walau dia sudah DILEMPARKAN ke bumi. Iblis sangat bernafsu menjadi penguasa dunia yang terpisah dari Tuhan, Iblis sang penyesat, Iblis sang penentang, Iblis sang pemfitnah adalah maha jahat yang akan menebarkan TEROR kepada setiap manusia agar manusia berbuat dosa dan mengikutinya.


Iblis memperdayai manusia sejak di Taman Eden untuk memberontak kepada Tuhan Allah.Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu:

“Sekali-kali kamu tidak akan  MATI (Kejadian 3:4).

Inilah awal mula Iblis  memperdayai manusia, dan Hawa adalah sasaran yang pertama. Tentu saja iblis tidak akan berhenti sampai di situ saja.

 kedua Iblis selalu menandakan kelicikan dan kecerdikannya.  ketika Tuhan menjadi Yesus, Iblis tidak menyerah begitu saja, ia semakin getol memperdayai….

 “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (Matius 4:3).

“Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (Matius 4:6).

 “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah
aku.” (Matius 4:9).

Dengan tipu daya Iblis berusaha mengalahkan Allah jika Yesus terkena jerat tipi dayanya, namun Yesus sudah mengetahui tipu muslihat Iblis dan Ia tidak perlu pengakuan dari Iblis sebagai Anak Allah, walau Ia bisa saja melakukan apa yang menjadi tantangan si Iblis itu, namun Yesus TIDAK membutuhkan kesaksian Iblis untuk menyatakan kepada dunia bahwa Yesus adalah Anak Allah.

 Untuk melawan Iblis, tentu saja Yesus tidak melakukan jurus yang sama yaitu TEROR melainkan dengan HUMOR. Ya, banyak yang tidak menyangka kalau Yesus itu suka humor untuk menyampaikan kebenaran. Humor merupakan sikap metafisis secara langsung dalam reaksi jasmani. Humor merupakan wadah yang menampung hal-hal yang lucu, sedangkan lucu adalah sifatnya, sehingga sesuatu yang lucu belum tentu humor.  

Renungkanlah hal serius yang terdapat dalam gambaran-Nya yang bernada HUMOR pada bacaan Matius 7:3-5 di bawah ini.

7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah
aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.  

7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Dia berkata bahwa para pemimpin agama itu seperti orang yang memiliki balok besar di mata namun menawarkan diri untuk menyingkirkan selumbar kecil di mata saudaranya. Mungkin sambil mengatakan demikian Yesus sambil tertawa :

 

“Ha ha ha ha……Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Menggelikan bukan? Bukankah kenyataan hidup sering kali demikian, kita seringkali sulit melihat kesalahan diri sendiri, tetapi mudah melihat kesalahan orang lain yang terkecil sekalipun.

“Ha ha ha ha….Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya
jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Matius 7:6).

“Ha ha ha ha…..Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,atau memberi ular, jika ia meminta ikan?” (Matius 7:9-10).

Tentu saja saya tidak tahu apakah Yesus berkata demikian sambil tertawa, tersenyum atau serius, tapi itulah kebenaran yang dibalut dengan humor yang cukup berkelas tinggi. 

Bahwa humor terjadi karena ada dua jalur yang bertolak belakang yang mengadakan kontak. Kontak tersebut menimbulkan tawa. Tipu daya Iblis lewat orang-orang farisi itu nyatanya dapat dipatahkan dengan HUMOR Yesus yang rileks itu.

Sejak zaman Adam Hawa sampai kini humor selalu dibutuhkan, dan sampai kapan pun  akan selalu diperlukan. Oleh sebab itulah Yesus
memakai humor sebagai salah satu jurus-Nya dalam melawan godaan
Iblis

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s