BAPTIS ULANG


Bila orang yang kembali setelah beralih agama,kemudian kembali menjadi Kristen maka melalui proses penggembalaan dilaksanakan pembaharuan pengakuan. Lalu bagaimana sikap Gereja (GPIB) terhadap warganya atau pejabat Gereja (kalau ada) yang telah menjalani baptis ulang?

Tidak Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 17 jam yang lalu

  • Anda menyukai ini.
    • Roberth William Maarthin Pertanyaan Bagus…..Beberapa waktu lalu Pdt. Noke sempat mengajukan persoalan ini. GPIB berpandangan bahwa Baptisan hanya Sekali…kalau ada baptisan ulang…pertanyaannya adalah apakah itu u bisa di sebut Baptisan ulang????
      Buat saya (pribadi) tidak ada baptisan ulang. Ada gereja-gereja di luar sana yang mengaku bahwa Baptisan Percik (cara ini umumnya merupakan tradisi Gereja-gereja dengan latar belakang penginjilan dari Eropa (Yerusalem – Eropa, dari Eropa kemudian menyebar Ke Asia Timur dan Tenggara)
      “Sejarah singkat eforia baptisan Selam sebagai yang paling benar” kira-kira seperti ini :
      Baptisan cara selam yang sering kali di klaim sebagai baptisan yang sah dan benar di kembangkan oleh Gereja-gereja yang muncul di Amerika Serikat (sebagai akibat pergolakan Eropa pada akhir abad 16 yang mencapai puncaknya pada pertengahan abad 18 kemudian melahirkan Negara-negara Amerika Utara, selatan – setelah puncak migrasi eropa ke Amerika).
      Ketika para Migrasi Eropa menuju Amerika, mereka (para migran ini) umumnya adalah orang-orang miskin protestan yang ingin mengubah nasib di Amerika. Keberangkatan mereka ke amerika tanpa di sertai oleh para gembala-gembala (pendeta, Imam) Bandingkan dengan Migrasi dengan latar belakang Katholik yang selalu di sertai dan di bimbing oleh Imam/Pastor mereka.
      Singkatnya, ketika mereka tiba di amerika, timbul persoalan “siapa yang akan melayani????” Bagaimana jika ada orang Mati??? Menikah atau Baptis???? Perjamuan kudus????
      Di pilihlah diantara kelompok-kelopok migran itu yang kira-kira pernah atau setidak-tidaknya melayani di Gereja ketika mereka masih di Eropa. Lahirlah gereja-gereja kelompok dengan pandangan theologis menurut kelompoknya sendiri. Para imam/pendeta membuat aturan-aturan masing-masing bahkan jika tidak mematuhi aturan kelompok dianggap sesat dan kelompok berhak menghakimi (sejarah kelam gereja-gereja lokal Amerika tahun 1700 – 1900 dimana gereja satu dan yang lain sering saling menyerang dan bunuh membunuh). Baptisan selam dianggap satu-satunya Baptisan yang benar, karena Yesus Juga di Baptisan begitu (ini ciri khas gereja-gereja yang lahir dan berkembang di Amerika Serikat)
      Ketika semangat demokratisasi pecah di Amerika, gereja-gereja juga bermunculan dengan pandangan teologis, termasuk aturan-aturan tentang gereja dan bagaimana menjadi seorang pdt termasuk semangat pekabaran injil ke seluruh dunia mengalami kebangkitan yang luar biasa. Semangat ini amat terasa di indonesia sampai sekarang dengan paham bahwa Hanya ada satu baptisan yang sah dan gereja mereka yang benar karena di penuhi roh kudus.
      Persoalannya ada pada Bagaimana kita memberi paham yang benar soal Baptisan kepada jemaat…
      Lalu apa tindakan kita bila mereka harus mengalami “penyelaman” sering kali kita artikan baptisan ulang!
      Saya pikir kita tak perlu bereaksi keras atau bahkan sampai memberi sangsi….yang penting bahwa para pendeta GPIB terus menerus memberi pemahaman yang benar makna baptisan itu sendiri…
      Banyak orang-orang GPIB yang terjebak dengan pemahaman “instan” ini dan mereka akhirnya ikut-ikutan di selamkan.
      Wuiii panjang banget ya….ach kita tunggu pendapat kawan-kawan lain aja dehhhhhhh…..salam dan doa dari semarang.

      16 jam yang lalu · Suka
    • Henry Jacob Peraturan Nomor 4, tentang Penggembalaan Khusus.

      Pasal 4
      Pemberlakuan Penggembalaan Khusus

      1. Penggembalaan Khusus dapat diberlakukan bagi :
      a. Warga Gereja
      b. Diaken/Penatua
      c. Pendeta

      2. Penggembalaan Khusus diberlakukan dengan membedakan kasus-kasus organisasi yang memerlukan keputusan Sidang Majelis Jemaat dan kasus-kasus non organisasi yang memerlukan tanggung jawab pastoral dan rekomendasi Pendeta/Ketua Majelis Jemaat.

      3. Hasil Penggembalaan Khusus dapat berbentuk :
      a. Pembaharuan pengakuan
      b. Rekomendasi tertulis
      c. Pengakhiran jabatan bagi fungsionaris pelayanan.

      Memori Penjelasan Pasal 4:2 : Kasus-kasus organisasi adalah pelanggaran atas Tata Gereja dan Peraturan-Peraturan GPIB. Kasus-kasus Non Organisasi adalah pelanggaran atas ketentuan Alkitabiah dan Pemahaman Iman GPIB.

      Baptisan Ulang merupakan kasus non organisasi, menyangkut Pemahaman Iman GPIB, bahwa Baptisan berlaku satu kali untuk selamanya.

      Jadi menurut saya, Penatua / Diaken yang mengikuti Baptisan Ulang, harus digembalakan secara khusus.

      Selanjutnya langkah-langkah Penggembalaan khusus terdapat di Pasal 6, ayat 2.
      2. Bagi Diaken dan Penatua :
      a. Penggembalaan Khusus melalui Percakapan Pastoral;
      b. Penggembalaan Khusus melalui Percakapan Pastoral disertai dengan penonaktifan sementara dari tugas pelayanan;
      c. Diakhiri kepejabatan.

      15 jam yang lalu · Suka
    • Arie A. R. Ihalauw Hendrik…. PENGGEMBALAAN KHUSUS dalam Pasal 4 itu perlu dituangkan lagi ke dalam PERATURAN PELAKSANAAN. Nach ini yang belum ada…., jangan pake alasan ini untuk melakukan pengembalaan khusus serampangan aja lah

      14 jam yang lalu · Suka
    • Melkianus Nguru ‎@HJ: langkah penggembalaan khusus di ambil, kalau mengacu pada Peraturan no. 4, maka selesai penggembalaan selesai juga masalahnya. Persoalannya bagaimana sikap Gereja terhadap baptisan yang kedua atau ketiga tsb. @bung Noke, memang perlu dipertegas dalam PP, karena masalah ini akan menjadi rumit dalam menyikapi mereka yang telah terlanjur dibaptis ulang/berulang-ulang. Seperti sikap Gereja terhadap mereka yang beralih kembali dari beralih agama, ada pembahararuan pengakuan (keputusan PS 1986). Ini pun harus jelas apakah ada pembatalan terhadap baptisan I/II atau diterima saja karena sudah terlanjur.

      6 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran Gimana kalau ada pendeta yang dibabtis ulang,,,,,hehehe

      6 jam yang lalu · Suka
    • Melkianus Nguru ‎@MBT: itu salah satu pertanyaan dalam status di atas….

      6 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran mungkin kita perlu menjelaskan babtis air dan babtis selam, penjelasan yang lebih dalam lagi apa sih babtisan itu,menyelamatkan nggak…akta grejanya gimana apa perlu pembaruan……jangan langsung penggembalaan khusus

      6 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran nah yg terpenting kita sebagai pendeta menjelaskan secara terinci kepada orang tua ortua tentang babtisan….orang tua sangat berperan, mungkin dalam katekesasi perlu ada penekanan yg lebih terhada babtisan…dan buku ketekesasi tidak rinci….jadi perlu pembaharuan

      6 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran Mn@ kalau pendeta nya dibabtis ulang…walahualam…perlu dipertanyakan…mungkin gak perlu ada penggembalaan utk mereka….

      6 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran yang jdi pertanyaan yg dibabtis ulang pendeta mana…GPIB ata bukan?….kalau substansinya pendeta GPIB ya jelas ada tindakan tegas….

      6 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran secara sosiologis dalam hal lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi

      6 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran secara psikologis Psikologi Transpersonal
      Sebuah definisi yang dikemukakan oleh Shapiro yang merupakan gabungan dari berbagai pendapat tentang psikologi transpersonal : psikologi transpersonal mengkaji tentang potensi tertinggi yang dimiliki manusia, dan melakukan penggalian, pemahaman, perwujudan dari kesatuan, spiritualitas, serta kesadaran transendensi. Rumusan di atas menunjukkan dua unsur penting yang menjadi telaah psikologi transpersonal yaitu potensi-potensi yang luhur (potensi tertinggi) dan fenomena kesadaran manusia. The altered states of consciousness adalah pengalaman seorang melewati kesadaran biasa misalnya pengalaman memasuki dimensi kebatinan, keatuan mistik, komunikasi batiniah, pengalaman meditasi. Demikian pula dengan potensi luhur manusia menghasilkan telaah seperti extra sensory perception,transendensi diri, ectasy , dimensi di atas keadaran, pengalalman puncak, daya batin dll….mungkin ini juga salah satu penyebab yang terjadi

      5 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran Psikologi Perilaku (behavior)
      Aliran ini berpendapat bahwa perilaku manusia sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan luar dan rekayasa atau kondisioning terhadap manusia tersebut……salah satunya perilaku tipe Modelling di mana
      Munculnya perubahan perilaku terjadi karena proses dan penaladanan terhadap perilaku orang lain yang disenangi (model)

      5 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran hal2 seperti di atas perlu kita ketahui…apa penyebabnya,,,, sebab itu dr awal peran pendeta-orang tua ke anak sangat penting….

      5 jam yang lalu · Suka
    • Martha Belawati Tarihoran greja mungkin butuh ahli psikologi…untuk menagani masalah2 spt ini….

      5 jam yang lalu · Suka
    • Henry Jacob Bung Noke, kita kan cuma sharing. Peraturan Pelaksanaan untuk itu harus Majelis Sinode yang keluarkan. Tapi, kalau Seorang Penatua / Diaken yang masih aktif, lalau dibaptis ulang di gereja lain, tentu saja ia sudah melanggar Tata Gereja dan Pemahaman Iman GPIB tentang Baptisan Kudus. Pokok yang dikemukakan kan tentang Penatua / Diaken aktif, yang dibaptis ulang. Kalau untuk hal ini, aku mengcu ke Peraturan Nomor 4 itu. Sanksi dan langkah-langkah Penggembalaan Khusus untuk itu mengacu pada Peraturan Nomor 4. Karena, Warga Jemaat sudah pasti akan mempertanyakan hal tersebut. Kalau warga jemaat yang dibaptis ulang, ya … di lakukan Percakapan Pastoral saja. karena gak ada sanksi buat dia. Sanksinya kan pengakhiran jabatan sebagai fungsionaris pelayanan.

      4 jam yang lalu · Suka
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s