Pendeta juga bisa emosi


Makin berimanlah

Saya mendengarkan seorang wanita menelepon seorang pendeta dalam suatu siaran radio.

Pendeta itu seorang yang bijaksana, kebapakan, dan suaranya tenang dan meyakinkan,

dapat mencairkan semua kekuatiran. Wanita itu sambil menangis berkata,

“Pendeta, saya dilahirkan buta, saya telah buta selama hidup saya.

Saya menerima keadaan saya tetapi saya mempunyai teman yang selalu mengatakan

kalau saya mau lebih beriman lagi, saya akan sembuh.”

Pendeta itu bertanya, “Apakah kamu selalu membawa tongkat putih kamu?” “Ya,” jawabnya.

“Lain kali kalau dia bilang begitu lagi kepada kamu, pukullah kepalanya dengan tongkat kamu,

” kata pendeta itu. “Lalu bilanglah padanya, kalau kamu mau lebih beriman lagi, kamu tidak akan merasa sakit

waktu aku memukul kepalamu dengan tingkatmu.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s