TULALIT


Seorang pendeta senior menasihati seorang pendeta muda agar membuat cerita yang dapat ‘memikat’ jemaatnya.

“Misalnya?” tanya pendeta muda itu. “Seperti ini,

‘saat paling indah dalam hidup saya yang saya ingat adalah

ketika saya berada dalam pelukan seorang wanita yang bukan isteri saya – yaitu ibu saya.

Pendeta muda itu sangat terkesan dengan cara itu maka ia bermaksud mencobanya pada khotbahnya yang pertama.

Tetapi ia lebih gugup daripada yang ia duga semula.

Ia memulai khotbahnya, “Anda tahu, salah satu saat yang paling indah dalam hidup saya adalah

ketika saya berada dalam pelukan seorang wanita yang bukan isteri saya.

Ya, seorang wanita yang bukan isteri saya. Anda dengar? Saya telah banyak kali berada dalam pelukannya. Dan dia adalah … hmmm … saya … saya lupa siapa dia.”

pendeta senior :DASAR MASIH MUDA DAH TULALIT !!!

Iklan

Satu pemikiran pada “TULALIT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s