IMAN YANG BEKUALITAS


Markus 2:1-5;

“Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Ada 3 (tiga) tokoh sentral disana, yakni:

Pertama – 4 orang penggotong/pengusung orang lumpuh,

Kedua – orang lumpuh,

Ketiga – Tuhan Yesus.

Ada 3 (tiga)  hal yang dapat kita pelajari dari keempat orang tersebut :

Markus 2:1-5 adalah representasi yang seringkali dicuplik betapa  pentingnya memiliki “sahabat-sahabat rohani.”

1. Hati yang berbelas kasih.

Kita melihat jerih juang pengusung tandu orang lumpuh ini Bagaimanapun juga sangat mengharukan, luar biasa usaha mereka untuk menggotong si orang lumpuh kepada Yesus. Tetapi yang sungguh menggugah hati , adalah bagaimana keempat orang tersebut memiliki hati bagi orang lain, yang mereka tahu sangat membutuhkan jamahan Tuhan Yesus.

2. Orang lumpuh

Orang lumpuh adalah gambaran dari keadaan setiap manusia di sekitar kita , dimana mereka sesungguhnya sangat membutuhkan jamahan dari Tuhan Yesus.

Adakah kita memiliki hati yang berbelas kasihan kepada mereka?

3.     Ada suatu Usaha.

Memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain tidak semudah membalik telapak tangan, karena di dalamnya ada usaha yang membutuhkan kesabaran seperti 4 orang penggotong  orang lumpuh tersebut…

kesaksian ini akan mendorong kita untuk melakukan tindakan nyata terhadap “orang-orang lumpuh” yang membutuhkan jamahan Tuhan Yesus untuk dipulihkan dan disembuhkan  atas “kelumpuhan” mereka.

Seberapa sungguh hati berbelaskasihan kepada orang lain menentukan seberapa keras kita mengupayakan orang itu untuk dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Ternyata untuk mewujudkan hal tersebut mereka mengalami rintangan/hambatan. Terlalu banyak orang-orang berkerumun sampai-sampai mereka tidak lagi dapat masuk melalui pintu karena begitu banyaknya orang. Tapi mereka tidak mudah menyerah, mereka terus mengupayakan agar si lumpuh dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus. Mereka membawa orang lumpuh tersebut menaiki atap, membongkar atap rumah, serta menurunkan tilam dimana orang lumpuh itu berbaring tepat dihadapan Tuhan Yesus

Mungkin kita tidak memiliki kekuatan untuk menggotong orang secara fisik, tapi kita bisa ‘menggotong’ mereka melalui doa-doa kita. Untuk itu jangan pernah menyerah, dan jangan pernah berhenti berdoa bagi mereka yang membutuhkan perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Mungkin Anda sudah berdoa lamaaaaaaaa…bagi seseorang, tapi koq sepertinya tidak ada pertobatan/perubahan sama sekali atas diri orang tersebut sehingga Anda berpikir : “ah..sudahlah, buat apa saya capek-capek berdoa buat dia kalo tidak ada pertobatan sama sekali…” Apalagi jika ada tambahan: “ saudara bukan, sahabat bukan, kenal dekat juga enggak…”

Jangan berhenti berdoa! Doa-mu bagi orang-orang yang membutuhkan jamahan Tuhan Yesus tidak pernah sia-sia.

3.  Ada iman yang luar biasa.

Satu perkataan yang sangat menarik dari ayat yang kita baca di atas adalah : “…Ketika Yesus melihat iman mereka...”,Bukan iman si lumpuh tetapi iman 4 orang penggotong orang lumpuh itu

Ketika Tuhan Yesus melihat iman yang nyata melalui upaya dan doa kita untuk membawa orang lain berjumpa dengan Tuhan Yesus, ada saatnya sesuai dengan kairos Tuhan, si lumpuh yang kita gotong kepada Tuhan Yesus akan mengalami jamahan dan mujizat Tuhan Yesus dan orang-orang disekitar kita akan memuliakan TUHAN. Tetaplah berdoa bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

 

@  renungkan
Sosok Yesus  senantiasa menarik perhatian banyak orang. Yesus tidak sekedar memberitakan Firman  melainkan  disertai dengan “demonstrasi” kuasa Allah. Mujizat kesembuhan dilakukan-Nya di hadapan kerumunan orang. Hal itu mendorong banyak orang untuk membawa orang-orang sakit kepada-Nya

  @ lakukan
Dari renungan Markus 2:1-5 ini, rasa belas kasihan, berkorban, dan bekerja untuk orang lain dapat kita saksikan dari orang-orang yang menjadi sahabat orang lumpuh tersebut. Mereka memiliki iman yang sejati.

kata bijak:

-Jauh lebih berharga memilikki 1 sahabat sejati daripada memilikki 100 teman jika tak satupun dapat menolong mereka yang
membutuhkan pertolongan

-Persahabatan mempunyai nilai yang indah jika di dalamnya terkadang ada kemarahan dan kelelahan
mempunyai nilai yang indah.

Created By: Martha Belawati


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s