Kepedulian–Amsal 14:31


Mengapa kita harus perduli terhadap orang sakit ?, mengapa kita harus perduli terhadap orang miskin ?, mengapa kita harus perduli orang jahat, mengapa kita harus perduli terhadap orang yang mati? , capek juga saya, karena masih banyak peduli-peduli yang lain membutuhkan kita.

Carut marut kehidupan di bawah kaki langit sudah kita kenal dan pahami. Dimana-mana terjadi tarik menarik antara “melekul yang tidak sejenis” si kaya dan si miskin.  Mereka yang miskin hidup terlunta-lunta; ada yang mengemis,ngamen,mencuri merampok dan bahkan tidak segan menganiaya dan membunuh demi sang hidup. Mungkin kita mencibir dan merasa jijik dengan jalan hidup mereka. sedangkan mereka yang kaya jarang ada yg memilikki keperdulian…. mereka cenderung  menghamburkan uang; masuk keluar show room, masuk keluar bank, masuk keluar plasa, masuk keluar hiburan malam, masuk dunia perselingkuhan dan masuk dunia pelacuran, masuk greja memberi persembahan hasil dari korupsi mereka pikir Tuhan bisa disogok seperti kelakuan mereka yang nyogok knan kiri oke dan…pokoknya banyak deh, kalau mau lanjutin monggo…..

Orang-orang kaya yang takut akan Tuhan nggak usah cemberut kalau baca tulisan ini…penulis sangat percaya bahwa kalian memilikki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan……

serius yuk

Seberapa jauh kita peduli pada nasib orang lain? Diluar segala kemungkinan akan kemalasan atau manipulasi, apakah kita peka terhadap jeritan penderitaan orang lain? Apakah dengan memberi sedikit, katakanlah lima ratus rupiah, kita akan serta merta jatuh miskin? Sementara lima ratus rupiah itu mungkin sangat berarti bagi mereka yang kekurangan. Dan pastinya, di mata Tuhan apa yang kita lakukan itu sungguh mulia. Tuhan saja begitu perdulinya terhadap kita, mengapa kita tidak dapat meneladani Dia.

Saat kita berinteraksi dengan seseorang, kita harus selalu menyadari bahwa orang itu adalah ciptaan Allah dan bahwa Allah mengasihi orang itu. Tidak ada orang yang sedemikian menyebalkan sehingga Allah tidak mengasihi dia lagi.

Tapi harus kita ingat, bila kita hanya bisa mengasihi dan berbuat baik terhadap orang yang baik terhadap diri kita, kita tidak lebih baik daripada orang-orang berdosa (Lukas 6:33)….nah lho, bingung kan……..Jangan pilih-pilih atau memandan memuka jika mau menolong.

Mujizat yang dilakukan Yesus itu menandakan betapa perdulinya Dia terhadap penderitaan manusia .Yesus bergerak berdasarkan kasih dan belas kasihan, tanpa melihat apakah orang itu orang Yahudi atau tidak, teman atau tidak, kenal atau tidak, dan sebagainya.

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2). Demikian pesan yang disampaikan kepada jemaat Galatia. Kerinduan untuk membantu adalah salah satu perwujudan keperdulian dari adanya kasih Kristus dalam hidup kita. Hal ini ditegaskan lagi pada ayat berikut: “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Efesus 4:2). Kerinduan untuk membantu sesama itu hendaklah dinyatakan secara tulus, bukan karena maksud-maksud tersembunyi, karena punya agenda tersembunyi dibelakangnya, karena ingin mendapatkan pujian dari orang dan lain-lain, seperti yang ditulis dalam Roma. “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.” (Roma 12:9).

Pesan kasih ini begitu penting. Kita diminta untuk bisa mencapai sebuah tingkatan untuk mengasihi orang lain bukan hanya seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Hati yang penuh kasih akan gelisah ketika melihat ada orang yang membutuhkan bantuan. Bukan atas jumlah nominal atau persentase waktu yang kita curahkan buat membantu, tapi dari kesungguhan dan ketulusan kita.

 

Sebentuk sanubari yang penuh kepedulian akan tetap berempati ketika melihat orang yang butuh pertolongan.  Sudahkah kita memiliki hati yang dipenuhi kepedulian?

Ada begitu banyak orang yang sangat butuh bantuan saat ini. Bukan hanya soal uang, tidak selalu mengenai kelaparan, tapi juga yang disebut Bunda Teresa sebagai “kemiskinan sejati” (the real poverty, the greatest poverty), yaitu orang-orang yang tidak dipeduli, tidak dicintai, bahkan tidak diinginkan….yok kita bantu mereka

Kata bijak

~ “Jika hari-hari berlalu tanpa kepedulian terhadap sesama, maka mari kita mulai hari ini dan mengisinya dengan melihat mereka yang

berkerudung duka “. —-By: Martha belawati

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s