Never Give Up


Matius 5:37

Banyak orang meninggalkan komitmen mereka oleh karena tidak tahan dengan penderitaan, banyak orang meninggalkan komitmen karena janji-janji manis, banyak orang meninggalkan komitmen karena UANG, dan banyak orang meniggalkan komitmen karena takut dengan penderitaan….(buanyak, silahkan lanjutin)

Subjek dari  tulisan ini mengindikasikan bahwa banyak di antara kita yang meninggalkan komitmen karena tidak dapat menahan diri, menanggalkan “baju zirah kebenaran”, mungkin komitmen yang kita simpan dalam kirbat sudah terkoyak….

Sebuah komitmen: Bila kita menyatakan “ya” maka haruslah itu benar-benar “ya”  tidak berubah ubah seperti “bunglon”. Sikap komit atas apa yang telah dipilih seperti itu, adalah juga sikap yang menentukan dalam relasi dengan Tuhan dan dengan/dalam jemaat Tuhan.

Tapi apa lacur dalam realitas  di sekitar kita justru  sebaliknya. Banyak diantara kita tidak memiliki komitmen yang “sejati”, sering kali komitmen dapat berjalan dengan baik jika itu menguntungkan diri kita pribadi atau menyangkut kesenangan pribadi.

“Jam karet” istilah kerennya , Mungkin sesuatu hal yang dianggap sepele oleh setiap orang. Sebab bila menepati waktu saja sulit bagaimanakah menepati janji yang lebih penting seperti janji tentang kesetiaan, bahkan janji iman?

Matius 5: 37 berbunyi demikian: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”…..Tapi banyak diantara kita pura-pura lupa, kita lebih melacurkan diri hanya demi kepuasan semu.

Konteks dari ayat ini adalah nasihat Yesus untuk tidak bersumpah, yang didasarkan pada 10 Hukum Allah, tepatnya hukum yang ketiga. Mengapakah Yesus perlu menasihatkan hal ini? Karena kelemahan kita: “ya” kita ternyata tidaklah selalu “ya” dan “tidak” yang kita ucapkan juga acapkali bukan “tidak”.

Cukup berusaha agar “ya” yang diucapkan satu terhadap yang lain, tetaplah “ya” selama hayat dikandung badan! Namun mengingat kelemahan dan kecenderungan kita maka hal ini dapat menjadi upaya menggantang angin, kecuali kita menyadari bahwa “ya” berarti usaha yang terus-menerus, proses yang harus selalu berlangsung.

Apalah artinya komitmen diantara dusta ,terkadang mulut berkata beda dengan hati , dan terkadang kita menyembunyikan kebenaran demi sesuatu.

kontemplatif

Tuhan Yesus menunjukkan kepada kita apa itu komitmen. Dia rela meninggalkan kemuliaanNya di surga. Bahkan Dia tidak menganggap kesetaraanNya dengan Allah sebagai milikNya yang harus dipertahankan melainkan Dia rela menjelma menjadi manusia (Filipi 2:6). Memang Dia rela menyerahkan nyawaNya demi keselamatan manusia. PengorbananNya sungguh sebuah komitmen yang luar biasa – Dia yang tidak mengenal dosa rela menjadi korban penghapus dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21).

Dalam kehidupan yang perubahannya serba cepat ini, kesabaran menjadi amat mahal. Kemarahan begitu mudah terjadi, dan kambing hitam jadi sangat laris. Tidak tanggung-tanggung, Tuhan pun bisa tiba-tiba dijadikan kambing hitam. Manusia perlu waktu untuk merenung dan berefleksi, sehingga dapat menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi.

Padahal, kepada kitalah Dia diutus. Banyak orang di sekitar kita belum mendengar berita keselamatan. Seberapa besarkah kepedulian kita kepada mereka? Bagaimana komitmen kita untuk bekerja bagi Tuhan?

yuk, kita tinggalkan janji-janji manis yang semu dan jangan mudah menyerah, karena janji Tuhan membawa syalom……..lanjutin ya

Kata bijak :

Kita hanya cenderung dekat dengan mereka yang memberi janji manis untuk kesenangan pribadi kita. Dan seringkali kita tidak menepati janji dengan seseorang jika dia merugikan diri kita , padahal kita tak tau suatu saat, dari dialah kita akan memperoleh sesuatu yang berharga.

By: Martha Belawati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s