Dibelakang layar—Matius 6:6b


“Dibelakang layar”—Matius 6:6b

Apakah Anda sedang “bekerja di belakang layar” ?

Mungkin hanya segelintir orang yang tahu sepak-terjang Anda. Mungkin pekerjaan Anda terlihat bernilai kerdil di mata mereka. Namun sangat mungkin, pekerjaan Anda yang di balik layar justru akan menjadikan sebuah pekerjaan yang berdampak raksasa di kemudian hari. Meski tak terlihat, sangat penting pekerja di balik layar melaksanakan bagiannya dengan sungguh-sungguh. Walau tak menerima penghargaan langsung, tetapi pekerjaan itu tak akan terlaksana tanpa campur tangan pekerja di balik layar. Sebab itu, mari lakukan sungguh-sungguh setiap kepercayaan yang kita emban, dengan hati mengasihi Dia.

Di balik setiap keberhasilan kita, biasanya ada orang-orang yang berperan dari balik layar. Mereka mungkin suami atau istri kita, anak-anak kita, sahabat, saudara, bawahan, pembantu rumah tangga, sopir, dan lain-lain…..hampir lupa; Tuhan juga memainkan peran-Nya dibelakang layar….cuma sering kali kita tidak peka…. Kerap kali jasa mereka dan Tuhan terlupakan. Padahal tanpa mereka dan Tuhan, keberhasilan tersebut tidak akan dapat kita raih. Oleh karena itu, kita harus mengingat, mengakui, dan berterima kasih atas jasa mereka dsn Tuhan. Kenyataan ini juga mengingatkan kita untuk tidak menjadi sombong atau merasa hebat karena diri kita sendiri…

Banyakan orang  berusaha untuk menonjolkan dirinya setinggi mungkin, kalau perlu narsis untuk memperoleh itu semua. Tuhan tidak menginginkan kita menjadi seperti itu. Bekerja  dengan kerendahan hati tanpa menuntut pujian dari manusia, itulah yang OKE dan disenagi Tuhan.

Ego yang kebablasan membuat kita lupa diri akhirnya perbuatan baik yang kita lakukan menjadi “mati” di mata Tuhan. Mengharapkan pujian bukanlah sesuatu yang salah, tetapi keinginan yang lebay untuk dipuji dapat mengikis motivasi pelayanan . Kita nggak usah terlalu berharap pujian dari manusia……”dipuji ya matur nuwun (makasih), nggak dipuji ya udah……. Namun, yakinlah Dia melihat semuanya itu.

Lebih baik  tidak diakui daripada mendapat pengakuan yang tidak sepantasnya kita terima.

Dalam pasal ke 6 — Yesus berkata bahwa kita harus mau memberi (ay 1-4), berdoa (5-6) dan berpuasa (16-18).

Yesus berkata: “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (ay 1-2). Tetapi, “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (ay 4).

Lalu dalam hal berdoa, Yesus berkata: “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (ay 5) Apa yang harus kita lakukan adalah seperti ini:“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (ay 6).

Selanjutnya dalam hal berpuasa: “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (ay 16). Apa yang harus kita lakukan? “Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (ay 17-18). Perhatikanlah bahwa dalam ketiga hal ini kita diajarkan untuk melakukannya tanpa perlu diketahui orang lain, dan ketiganya berkata sama, “Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (ay 4,6 dan 18).

Sesuatu yang mendasar dalam  manusia memang menginginkan penghormatan, pujian dan ucapan terimakasih atas usaha baik, jerih payah atau kerja keras yang kita keluarkan…..hal itu wajar saja dan tidak ada yang salah….asal nggak pakai emosi….karena menganggap mereka tidak menghargai pekerjaan anda. Ingatlah ada atau tidak ada penghargaan dari manusia, Tuhan tetap memperhatikan itu.

Kita harus kilas balik arah tujuan kita  ketika kita melayani Tuhan di belakang layar, tanpa perlu ditunjukkan kepada orang lain, maka Tuhan akan melihat dan membalasNya dengan berlimpah-limpah.

Kata bijak:

“Tuhan akan selalu melihat dan membalas ketulusan anak-anakNya yang melayani tanpa pamrih dan tak mengharapkan pujian dari manusia”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s