Topeng


  • Topeng

Tapi buka dulu topengmu
Buka dulu topengmu
Biar ku lihat warnamu
Kan kulihat warnamu

(syair lagu peterpan)

Pernahkah kita menyadari Selama ini yang kita lakukan adalah memperindah “topeng”…kita dapat melintasi dan merajai   dan berani melukis hari-hari kehidupan dengan wajah berseri , Kata-kata yang memukau hanya untuk memuaskan diri kita dan Hingga tersadar Bahwa itu bukanlah diri kita yang sebenarnya. Banyak diantara Kita memerlukan topeng di muka umum supaya bisa diterima secara sosial dan mengendalikan keterlibatan kita dengan sejumlah besar orang yang kita temui setiap hari.

Dalam diri setiap kita merupakan sarana uji,  dan 99% terbukti kebenarannya, untuk menguji ketulusan dan hipokrisi, inkonsistensi…(kepura-puraan) kita. Entah kita sadar, apatis,  cuai, cuek  bahwa kemunafikkan dan kelakuan diri kita….. hanya Tuhan yang tau.

Kemunafikan adalah suatu pilihan hati yang didasari dorongan sisi negatif dalam diri kita yang “over dosis”.  kemunafikan  seperti peran berpura-pura yang penuh sandiwara. Jika ini dibiarkan berlarut-larut….topeng kemunafikan akan menyatu dan sulit dilepaskan atau kita akan memilikki kepribadian ganda.

Menurut survei motivationalliving.com, tidak kurang dari 86% kepribadian seseorang, cenderung memformulasikan dan menyehajakan topeng-topeng kehidupan. Ada topeng yang wajar, tak wajar, kebengisan, empati,  dan seribu topeng rona yang lain. Tiap hari kita bisa memakai topeng kita, guna memenuhi tuntutan-tuntutan kehidupan di sekeliling kita. Berganti-ganti tiada henti. Terkadang atau mungkin kita perlu menyamarkan diri kita yang sebenarnya dan menyembunyikan perasaan kita yang sesungguhnya.

Apa adanya

Pribadi yang bersahaja dan tulus, Mungkin itulah sikap yang perlu kita tanamkan dalam hati kita. Menjadi diri  sendiri adalah kepuasan batin yang tida tara. Mungkin sesekali kita menggunakan “topeng kearifan” , guna mendinginkan suasana, mengamankan situasi, meredakan emosi orang lain. Dan masih banyak manfaat lain, yang bisa kita berikan jika ada ketulusan, guna membangun dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita dengan apa adanya disertai hikmat dan kebajikan dalam hati.

“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.”

(Rm. 12:9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s