humor thinktankgpib-


Dua orang pendeta sedang bercakap-cakap. sayangnya percakapannya tidak diketahui. Tiga orang penatua sedang bercakap-cakap, lagi-lagi percakapan mereka tidak memiliki dokumen. 4 orang diaken berdiskusi soal tugas pelayanan, tentu dapat ditebak hanya mereka yang tahu. 1000 lebih peserta persidangan sedang bersidang, bertukar gagasan. Pulang-pulang ditanya apa hasilnya?….TUNGGU HASIL NOTULEN!—-BL.Padatu

Seusai mengikuti persidangan, semua peserta pulang dengan sukacita. Sesampai dirumah anggota keluarga meminta oleh-oleh. Maka dibukalah satu-satu; jajanan khas, aksesoris persidangan, dll. ke-esokan harinya PHM meminta oleh-oleh “keputusan-keputusan persidangan”, dengan lemas mengatakan “sama tidak ada perubahan signifikan”—-BL.Padatu

Seusai rapat PHM, seorang penatua ditanya oleh Istrinya. Pah, apa agenda rapatnya? Sang suami mulai membuka mulut. Tiba-tiba sang istri memotong penjelasan suami, “langsung saja ke intinya pah, siapa saja yang marah-marah?–BL.Padatu

Persepuluhan mesti ditegakkan kata pendeta yang pro persepuluhan. Suatu ketika sang pendeta ketiban kemurahan hati donatur yang memberikan derma sebesar 1 milyar…sambil menghitung-hitung uang persepuluhan, mulailah sang pendeta berpikir…pasti ada yang salah dengan Teologi persepuluhan—BL Padatu

Suatu ketika seorang pendeta bertengkar hebat dengan penatua. Sang pendeta mulai menghardik sang penatua, Eh…saya ini KMJ di sini, Ketua dan pimpinanmu. Tak mau kalah dengar ya pak pendeta, jelek-jelek gini saya ini Mertuamu!                —BL Padatu

Seorang istri pendeta kehilangan respek pada suminya. Bosan aku dengan mutu khotbahmu. Memangnya kenapa? tanya sang suami. Itu ilustrasi Anjing sudah 10 kali papah khotbahkan. Baikah, ijinkan saya mengunakan ilustrasi Kucing. Payah kamu kata sang istri dengan kehilangan rasa hormatnya. Ilustrasi kucing itu sudah 20 kali kamu ulang-ulang dalam khotbahmu.—BL Padatu

Karenan tekanan pekerjaan yang begitu berat, seorang pendeta memulai sebuah kebiasaan. Tiap kali terjadi pertengkaran dengan PHM ia akan pergi kepelabuhan kapal untuk menyegarkan pikiran. Pada rapat berikutnya ia kembali mendapatkan perlawanan sengit, maka ia menyewa perahu dan pergi menacing ikan.Pada minggu berikutnya, lagi-lagi serangan tidak henti-hentinya. Dengan segera ia melaju dengan perahu motor ketengah laut dan mulai “berjalan di atas air”—-BL Padatu

Ditengah kantuk yang berat, seorang pendetatertidur ditengah persidangan. Air liur mulai mengalir secara pelan tepat di ujung bibir sang pendeta. Seorang penatua menncuri intif dari kejauhan dan berguman “pe sedap eeeee”!—BL Padatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s