maling teriak maling


roma 2 :3

Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga  , adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?

 

“Ada pejabat negara melanggar, PNS yang melanggar, pengusaha melanggar,agamawan melanggar,guru melanggar…pokonya buanyak( capek tangan saya mengetik…..nggak terhitung mungkin. Sederhana, semua jadi tidak jelas. Akhirnya MALING TERIAK MALING”

Di mana sih yang bebas maling?,,,dari rakyat sampai pejabat teras bersaing bahkan sampai terjadi pertumpahan darah….oran-orang yang jujur digeser, dibuang tanpa belas kasihan karena ingin maling….akhirnya orang-jujur ikutan maling….moralitas ditumbangkan oleh “badai maling”.

kejujuran diobral murah bahkan mungkin gratis, Iman pun digadaikan demi mencapai ambisi…MALING….manusia berlomba membeli dengan mahal “urat malu yang sudah putus dan muka tembok” demi MALING.

Seorang maling tahu resiko yang besar oleh sebab itu sebelum orang banyak tahu, dia teriak MALING …jadinya MALING TERIAK MALING.

kontemplatif

Atribut manusia memiliki ciri mau menang sendiri/egois, mereka ingin dikenal dan diakui serta mencari-cari pembenaran. Cenderung tidak ingin disalahkan . Jika seseorang melakukan kesalahan yang sama dengan kita, seringkali kita menghakimi orang tersebut dan sebaliknya melakukan pembelaan diri serta mencari pembenaran terhadap apa yang kita lakukan. Takaran yang kita gunakan tidak sama, ukuran yang kita pakai tidak seragam.

Melalui Roma 2:3, Tuhan mengingatkan kita untuk menggunakan ukuran yang sama saat kita menilai kesalahan orang lain. Jangan-jangan saat kita mengukur kesalahan orang lain, kitapun melakukan hal yang sama.

Matius 7:3, Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?…..jika kita pahami..bukankah ini sama dengan “maling teriak maling”…..

Roma 2:1, Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama .

aku maling

teriak maling

aku teriak maling

karna kamu maling

Created by: Martha Belawati

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s