Sabar menjadi Saksi—-Dan 8:9-14


Intermezo

Siapakah Sabar ?…..Ada apa dengan “sabar” kok dia harus menjadi saksi ?……Siapakah sosok “sabar” itu ?…..apakah “sabar” yang dimaksud itu…anak muda yang kemarin saya lihat lagi adu mulut di  “rumah gedongan” dengan rekannya si “gaksabar” , sampai air ludah mereka tertukar saja mereka nggak sadar :)….hanya gara2 “sabar” bicara soal penglihatannya tentang domba jantan dan kambing jantan…dan “gak sabar” tidak percaya, tidak masuk akal dan sulit dimengerti arti penglihatan si “sabar”

Telaah

Sejenak saya akan mengajak kalian berpusing-pusing memahami sekelumit tentang Daniel. kitab Daniel memberi informasi yang jelas bagi kita untuk memahami mereka….Orang2 muda yang tak bercacat-cela, memahami berbagai-bagai hikmat,berpengatuhuan banyak dan mempunyai pengertian tentang ilmu, mereka 10 kali lebih pandai (peran Allah) dari orang2  dikalangan istana  dan orang2 yang cakap bekerja di dalam istana raja……

Apa lagi yang kurang dari Daniel yang belum kita amati?….”KESABARAN”….dalam rancangan Allah yg telah ditetapkan…..Tuhan hanya memakai dia sebagai Orang yang berhikmat,berpengetahuan dalam “menafsirkan” mimpi/penglihatan …bukan seorang pemimpin sejati seperti Daud….. Mungkin Daniel adalah Sosok orang muda yang kehilangan masa mudanya…(menurut kita yang selalu pakai “kacamata Kuda”)…..Daniel sebagai orang muda benar2 hidup bergumul dengan Tuhan….Dia tidak ingin masa mudanya dipakai “PERCUM TAK BERGUN”…..Daniel bukan tipikal Yunus….yang lari dari rancangan Tuhan.

kontemplatif

Sulit sekali bertindak sebagai saksi perubahan. Saat ini kita hidup sebagai akibat masa lalu dan sedang dalam proses juga menciptakan sebab untuk akibat yang akan datang. Tidak ada sesuatupun terjadi tanpa sebab. Pasti segala peristiwa atau kejadian ada makna di baliknya….

Buah dari kesabaran bagaikan buah dipohon. Jika sudah matang, ia akan jatuh dengan sendirinya. Jika kita yakin bahwa buah yang matang pasti akan jatuh dengan sendirinya sebagai wujud keniscayaan, selanjutnya yang dituntut adalah kesabaran.

Seorang yang sabar bisa menempatkan dirinya sebagai saksi. Saksi terhadap proses perubahan yang pasti terjadi. Ia akan dengan sabar mengamati perubahan. Seorang yang bisa menjadi saksi adalah ia yang yakin bahwa semuanya dalam proses perubahan.

Dalam Galatia 5:22, kesabaran adalah salah satu buah Roh, yang merupakan sifat yang harus dimiliki oleh setiap yang menyebut dirinya anak-anak Tuhan. Bahkan dalam I Korintus 13:4-7 dipaparkan bahwa orang yang memiliki kasih, ia harus dikuasai dengan kesabaran dan juga harus sabar menaggung segala sesuatu. Artinya dengan kesabaran maka segala bentuk negatif yang tidak berati itu dibuang. Kesabaran akan membawa kita mengenal hati Tuhan, bahkan kesabaran akan menuntun kita kepada kehendak Tuhan di dalam hidup kita.

“SABAR”, LEBIH BAIK KAMU JAUHI SI “GAKSABAR”…..ORANG SEPERTI “SABAR” DISAYANG TUHAN….OLEH SEBAB ITU BERGAULAH DENGAN SI “SABAR”

created by: Martha Belawati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s