Blak-blakan


Teguran adalah suatu yang di alamatkan pada perbuatan  yang salah, melenceng, indisipliner, kekhilafan, dan lain-lain yang dilakukan seseorang. Kesalahan adalah perbuatan yang sia-sia. Teguran dapat berlaku sebagai umpan balik bagi pendisiplinan. Banyak orang memendam teguran.Kebanyakan orang memendam teguran sehingga
menumpuk-numpuk perasaan negatif dalam diri mereka. Tujuan terutama dari teguran  adalah MENYINGKIRKAN PERILAKU YANG KELIRU
TERUS TERANG
Tidak banyak di antara kita yang mau atau berani berterus terang menegur perbuatan-perbuatan orang-orang yang berbuat salah.Sangat beralasan kalau kita lebih memilih diam, pura-pura tidak tau atau cari selamat. Demi kebersamaan kita memilih diam, tidak berbicara yang sesungguhnya dan akibatnya mereka yang berbuat salah tak menyadari atau nggak tau kalau apa yang mereka lakukan salah bukankah itu berarti berarti membuat sesuatu menjadi lebih buruk lagi.
Firman-firman Tuhan yang berbicara terus terang:
Matius 18:15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Galatia 2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”
1Timotius 5:20 Mereka yang berbuat dosa hendaklah kau tegor di depan semua orang agar yang lain itupun takut.
Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati (Amsal 15:10)
keterus terangan  itu harus kita terima jika landasannya adalah Firman Tuhan atau kasih….jika kita berpikir positif, keterus terangan dapat membawa kita menjadi seorang yang berkualitas di hadapan Tuhan dan sesama.

Belajar bicara blak-blakan, apa adanya tentang banyak hal itu menciptakan iklim keterbukaan. Dan bagi saya, hal ini adalah hal yang sangat positif.

Namun, sering sikap blak-blakan saat menegur seseorang kebanyakan orang tidak bisa menerimanya. Mungkin kita juga termasuk yang tidak bisa menerima hal ini.

Yesus merupakan teladan yang sangat baik dalam keterbukaan. Ia selalu blak-blakan dalam menegur setiap orang termasuk murid-muridNya.

Jika kita ditegur  dengan blak-blakan, anggaplah Itu merupakan sarana agar kita memperbaiki diri kita. Jadi, belajarlah berbesar hati .

Menegur dan menerima teguran dengan rendah hati adalah ciri-ciri manusia yang dewasa dan yang menyadari ketidak sempurnaan yang harus terus-menerus diperbaiki. Camkan, hanya orang lain yang dapat melihat kesalahan yang ada dalam diri kita!

Segan menegur dan tidak mau ditegur akan memperlambat kita menuju kesuksesan dan manusia yang dewasa.

Nah, kalo kita seperti ini,  kita mau jadi apa nantinya?

Yuk, kita bersama-sama belajar menegur dengan kasih dan tanpa merasa hebat, namun kita juga harus siap menerima teguran dengan lapang hati dan berlapang dada karena semua itu akan membawa kita dalam kedewasaan rohani.

Kata bijak 

Melawat kembali  hidup Anda saat ini sangat penting, agar jalan yang Anda tempuh dapat terarah; Apakah ke arah yang lebih baik ?, apakah ke arah yang lebih buruk, atau tetap dan biasa-biasa saja ? berpijaklah yang pasti dalam sebuah keputusan dan jalanilah dengan efek. (Martha belawati)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s