Pengorbanan Yesus lebih dr S’galanya -Tema Minggu


IBRANI 10:1-7

Di bawah Perjanjian Lama (PL), keselamatan dan hubungan yang baik dengan Allah diperoleh dengan iman yang terungkap dalam ketaatan kepada hukum Allah dengan sistem korban. Persembahan korban harus dilakukan setiap tahun, sebagai peringatan akan adanya dosa yang tidak dapat dihapus. Hal ini diingatkan dengan persembangan korban bakaran dan korban penghapusan dosa terus menerus. Kenyataan bahwa upacara-upacara persembahan korban PL harus diulang setiap tahun menunjukkan bahwa pengampunan itu bersifat sementara.

Tetapi selanjutnya, pada Ibrani 10 ini dinyatakan bahwa dengan kehadiran Yesus Kristus ke dunia, Tuhan sudah tidak menghendaki korban dan persembahan. Persembahan tubuh dan darah Yesus Kristus di kayu salib telah menghapus semua dosa-dosa umat manusia, satu kali untuk selamanya. Hal tersebut juga tertulis dalam Mzm 40:7-9 dan 1Pet 1:18-19. Karunia keselamatan ini telah membuka jalan ke hadapan Allah dan takhta kasih karunia Kristus.

INTERMEZO

Dimulai dari Manusia pertama yaitu Adam, semua nabi Perjanjian Lama, telah mengambil bagian dan mematuhi hukum pengorbanan. Pengorbanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hukum selestial, yang menunjukkan kepada kita pengorbanan paling mulia dari segalanya, Juruselamat kita, Yesus Kristus.

“Tanpa pengorbanan tidak ada ibadat sejati kepada Allah . . . . ‘Bapa memberikan Putra-Nya dan Putra memberikan nyawa-Nya,’ dan kita  memberikan harta milik kita, . . . waktu, . . . kekuatan, . . . bakat, . . . iman, . . . dan kesaksian kita”

Hukum pengorbanan merupakan salah satu hal yang membedakan kita dari orang lainnya di dunia. Kita adalah umat perjanjian dan ahli waris, yang diberkati dengan kesempatan-kesempatan untuk beribadat dan memberi, tetapi apakah kita benar-benar dipertobatkan terhadap asas pengorbanan?

Kontemplatif

“Untuk memegang teguh pengampunan atas dosa-dosamu dari hari ke hari, agar kamu dapat berjalan tanpa kesalahan di hadapan Allah . . . bagilah hartamu kepada yang miskin, . . . seperti memberi makan kepada yang lapar, memakaikan baju kepada yang telanjang, mengunjungi yang sakit dan meringankan penderitaan mereka” . Kita semua dapat mencari banyak peluang di dalam kehidupan kita untuk memberi–untuk membagi.

Pengorbanan adalah asas yang menakjubkan. Ketika kita dengan tulus memberikan waktu dan bakat kita serta semua yang kita miliki, itu menjadi bentuk peribadatan kita yang paling sejati. Itu dapat mengembangkan di dalam diri kita suatu kasih yang mendalam bagi orang lain dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Melalui pengorbanan, hati kita dapat diubah; kita hidup lebih dekat dengan Roh dan hasrat kita terhadap hal-hal yang berasal dari dunia akan berkurang.

“Bukanlah merupakan suatu pengorbanan untuk menjalankan injil Yesus Kristus. Tidaklah pernah merupakan suatu pengorbanan ketika Anda memperoleh lebih banyak daripada apa yang Anda berikan. Hal itu merupakan sebuah investasi, . . . sebuah investasi yang lebih besar daripada yang lainnya . . . . Imbalannya adalah kekal dan abadi”

Sungguh melegakan mengetahui bahwa kita tidak diharapkan untuk membuat investasi ini sendirian. Seperti Abraham pada zaman dahulu, kita memiliki keilahian di dalam diri kita untuk menerima ilham melalui kuasa dari surga. Brother dan sister sekalian, saya berdoa semoga melalui hal-hal ini kita akan mengasihi asas pengorbanan, semoga asas besar ini akan membuat kita lebih dekat kepada Juruselamat .

INTRODUCING “sang Musafir” :

Kehidupan manusia modern ditandai dengan banyaknya keputusan-keputusan krusial yang harus diambil setiap hari. Saya percaya hampir setiap kita dewasa ini pernah mengambil keputusan dan membuat kesalahan yang parah dalam hidup. Namun teristimewa saya yang melakukan kebodohan-fatal selama lebih dari 20 tahun dalam musafir rohani! Disitu saya selalu berlagak sebagai “ahli taurat” dalam mencari Realitas Tertinggi. Tidak ada apapun yang kuperoleh kecuali pembiusan ego yang palsu. Saya menggeluti Who’s Who. siapa tahu Dia ada disana. Namun itu hanya sebatas wacana intelektuil yang tidak memberikan solusi Dalam kelelahan rohani. suatu saat saya membaca satu maklumat, katanya dari malaikat: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup. diantara orang mati?” (Lukas 24:5)

Saya tersadar…butanya saya selama ini mencari Dia. Sang Hidup, ditempat yang salah. dengan cara yang salah. dalam rentang waktu sia-sia yang terlalu lama …..”BARU MENYADARI PENGORBANANNYA LEBIH DARI SGALANYA”
Saya menghampiriNya, dan menemukan Yesus yang menyaksikan diriNya. MujizatNya serentak memperbaharui hidupku:

“dahulu aku buta, dan sekarang dapat melihat….
dahulu aku telah mati dan menjadi hidup kembali …
dahulu aku telah hilang dan didapat kembali … ” (Yohanes 9:25, Lukas15:32).

Untuk Anda yang sedang mencari-cari namun belum merasa pas memperolehnya. Yesus Menyaksikan Yesus akan memberi perspektif baru. Dan untuk Anda yang merasa sudah mengenaiNya. Ia akan menyingkapkan pendalaman baru…..”MAKNA PENGORBANAN”

Seperti saya, Anda tak akan kecewa mengenaliNya. Sekali, dan berkali-kali!

TIDAK ADA KATA TERLAMBAT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s