“ketekunan menghantar kita menerima apa yg dijanjikan”-tema Rabu


Ibrani 10:36-39

36- Sebab kamu memerlukan ketekunan,  supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. 37- “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang,  sudah akan ada, tanpa menangguhkan   kedatangan-Nya. 38- Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman  , dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya. 39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Intermezo

Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari hasil usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan suatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. “Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan.”   Setiap langkah ketekunan menaikkan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.

Pepatah mengatakan bahwa “ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah”Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.

Sebuah janji biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk ditepati. Demikian pula halnya dengan impian. Tak hanya perlu perjuangan untuk mewujudkan, tapi juga ketekunan dan kesabaran.

kontemplatif

Ibrani 10 : 36 menuliskan “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”

Contoh lain tentang ketekunan adalah Ayub. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Ayub sangat setia dan tekun dalam mengikut perintah Allah. Walaupun Ayub telah kehilangan segalanya, tapi ia tetap setia dan tekun dalam mengikut perintah Allah. Karena ketekunannya, Ayub memperoleh upahnya yang luar biasa.

Yakobus 5 : 11 menuliskan “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”

Hal ketekunan ini juga ada dituliskan dalam Wahyu 2 : 2 “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Ayat 19 “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.”

Kemudian dalam Wahyu 14 : 12 dituliskan “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.”

“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”  Lukas 8:15

Apa yang kita capai di hari ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu kita. Segala sesuatu di dunia ini selalu terkait dengan hukum tabur – tuai. Sama seperti kita menanam sebuah pohon, tentunya buahnya baru bisa kita nikmati, tidak instan saat kita menanamnya, akan tetapi memerlukan proses waktu. Karena itu Ketekunan membawa hasil.

Sampai hari ini, kita tetap diingatkan agar bertekun dalam menghadapi segala perkara. Perkara kecil maupun besar kita hadapi dengan penuh sukacita. Firman Tuhan dalam Roma 12 : 12 kiranya dapat menguatkan kita dalam segala hal. “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Seuntai Kata Mutiara tentang ‘Ketekunan’

Tak Ada Apapun di Dunia yang Sanggup Menggantikan Ketekunan…

 Bakat?

Bukan – tidak ada yang lebih lumrah daripada orang-orang berbakat yang tidak berhasil …

Kekayaan?

Bukan – orang-orang kaya sejak lahir yang mati melarat banyak sekali …

Sang Jenius?

Bukan – orang jenius yang tidak mendapat penghargaan hampir merupakan sebuah peribahasa …

Pendidikan?

Bukan – dunia ini penuh dengan gelandangan terpelajar …

Keberuntungan?

Bukan – ketidaksetiaan telah meruntuhkan banyak raja …

Ketekunan dan kebulatan tekad itu sendiri adalah ”mahakuasa” !!!

 

Iklan

2 pemikiran pada ““ketekunan menghantar kita menerima apa yg dijanjikan”-tema Rabu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s