Pioritas Yesus-Tema minggu


Yohanes 12:20-33

Intermezo Prioritas. Sering dihubungkan dengan skala untuk mengambil keputusan.   Ada argumen tertentu untuk sesuatu yang diutamakan. Sebenarnya prioritas itu memiliki sebuah petanyaan ; “Apakah esensial,krusial,primer prinsipil, urgen substansial dan masih banyak lagi padanan katanya?” Prioritas itu : 1. Urgen harus dikerjakan dan tidak bisa ditunda. Jika ditunda kesempatan hilang 2. Tidak urgen harus dikerjakan tapi boleh ditunda, karena waktunya tidak harus sekarang. 3. Tidak urgen namun urgen harus dikerjakan sekarang, jika ditunda kesempatan hilang, namun tidak mengganggu tercapainya tujuan. Jadi kalau ihlas kehilangan kesempatan itu boleh saja ditinggalkan. Toh tidak mengganggu tercapainya tujuan. Kebanyakan orang gagal dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasi kebutuhannya, dimana jika keperluan menjadi kebutuhan, apalagi keinginan menjadi kebutuhan, maka hal tersebut secara psikologis dan ekonomis akan menjadi beban bagi dirinya. Kebanyakan orang pada umumnya tak bisa membedakan mana kebutuhan, mana keperluan, dan mana keinginan. Selain ada target yang harus kita tetapkan. Skala prioritas adalah salah satu cara untuk mencapai efektivitas kerja yang tinggi. Masalah bisa muncul setiap saat, bahkan sering juga masalah muncul secara bersamaan. Jika skala prioritas tidak diaplikasikan, maka penyelesaian masalah menjadi tidak efektif. Itulah definisi singkat tentang “Skala prioritas” dalam kehidupan manusia…… Kontemplatif Bapa dan Anak memiliki prioritas yang utama yaitu: Jalan satu-satunya menolong manusia yang akan binasa ini adalah melalui pengorbanan Yesus Kristus. Itupun ditempuh dengan penuh pergumulan. Coba kita renungkan langkah-langkah yang ditempuh Yesus untuk menyelamatkan umat manusia. Tinggalkan kekuasaan, dan kemuliaan sorga datang sebagai seorang bayi yang tidak berdaya.  Saat baru mau lahir, ditolak diseluruh penginapan, hotel-hotel di Betlehem (lahir dikandang hewan). Baru lahir mau dibunuh oleh Raja Herodes yang korupt dan kejam. Hidup/dibesarkan dalam keluarga tukang kayu yang sangat sederhana. Berbuat baik untuk manusia tetapi Ia dibenci dan mau di bunuh khususnya oleh Imam-Imam, dan ahli-ahli Taurat. Dihianati oleh murid-muridnya, dijual oleh Judas, di sangkal oleh Petrus, ditinggalkan oleh murid-muridnya walaupun murid-muridnya telah berjanji rela mati bagi-Nya. Matius 26:35 “Kata Petrus kepada-Nya : Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal engkau”. Semua murid yang lainpun berkata demikian juga…..Janji tinggal janji dan  pede yang kebablasan dari mereka. Tapi Bapa dan Anak tetap dengan prioritas utamanya, dimana Allah sendiri menyediakan jalan keluarnya bagi manusia berdosa. Ia mengirim putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, untuk menanggung hukuman atas dosa manusia, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak lagi berada di bawah penghukuman Allah. Jika kita percaya kepada Yesus Kristus, kita tidak lagi dinyatakan bersalah di hadapan Allah, melainkan dinyatakan benar di hadapan-Nya. Demikianlah, pengorbanan Kristus membenarkan kita di hadapan Allah.  Prioritas Bapa dan Anak  pada saat di dunia bukan hanya pada saat Anak di atas kayu salib (sebagai puncaknya), tetapi sejak Dia lahir di dunia, menjelma menjadi manusia dan sampai ia terangkat kembali ke sorga. Apa yang menempati posisi teratas dalam prioritas kita saat ini? Apakah Tuhan, atau hal-hal lain seperti harta, karir, hobi, kedudukan, kesenangan dan sebagainya? Apa yang paling menyita waktu, tenaga dan pikiran kita hari ini, itulah yang sebenarnya menempati prioritas utama kita. Sudahkah kita memprioritaskan Tuhan pada posisi selayaknya di urutan pertama, atau kita malah mengorbankan waktu untuk Tuhan demi segala pekerjaan dan lain-lain? Bagi Tuhan, keselamatan kita sudah menjadi prioritas  yang paling utama, begitu penting sehingga Dia rela menganugerahkan Kristus demi kita semua (lih. Yohanes 3:16). Yesus merupakan pembuktian terbesar kasih Allah akan manusia yang berdosa. Semua karena kasih Allah kepada manusia. Itulah prioritas Allah. Sekarang, apakah yang menjadi prioritas utama kita? Mari kita mengatur ulang skala prioritas kita dan menempatkan Tuhan pada posisi yang benar. Jangan korbankan waktu-waktu untuk mendengar suara Tuhan, waktu-waktu persekutuan dan beribadah hanya karena kesibukan kita sehari-hari, karena sesungguhnya itulah hal yang terpenting yang harus kita prioritaskan. Pastikan bahwa mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya sudah menjadi prioritas utama dalam hidup kita. Menjadikan Kristus sebagai prioritas utama Anda akan menuntut Anda untuk menyerahkan waktu Anda dan menundukkan kehendak Anda – namun upahnya jauh melampaui segala pengorbanan yang Anda lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s