Eloi-eloi lama sabakhtani—–Jumat Agung


Markus 15:33-39

Allahku ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Apakah dengan pengungkapan ini Yesus ingin mengatakan keterpisahan-Nya dari Allah? nggak masuk akal atau di mana logikanya,  Yesus yang adalah Allah berpisah dengan Allah? ,  Allah tidak bisa meninggalkan Allah.

Karena kesatuan keallahan tersebut tidak pernah terpisah, begitu juga Kodrat manusiawi telah berfusi dalam Kristus, Yesus kristus adalah manusia 100% dan Allah 100%  maka tidak mungkin Yesus terpisah dari Allah.

Perlu ditekankan bahwa Yesus mempunyai dua kodrat.Pertama, Dia adalah Firman Allah yang kekal bersama-sama dengan Allah dan yang adalah Allah.

Namun, yang harus kita pahami  tubuh kemanusiaan Yesus  bukanlah Allah. Karena jika tubuh kemanusiaan Yesus adalah Allah, masakan Allah mati?, masakan Allah digantung di kayu salib?. Inilah yang harus kita pahami bahwa
Firman dan Allah Sang Pemilik Firman tidak ikut merasakan kematian tubuh kemanusiaan Yesus.

Tapi mengapa Yesus mengatakan “Allahku ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

“Eloi, Eloi lama sabakhtani, yang berarti, Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mrk 15:34; Mzm 22:2).Karena dengan cara demikian Allah ingin menunjukkah ketenggangan hati dengan “para pendosa” maka Ia merelakan anak-Nya diserahkan sebagai kurban aga hubungan kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya .

Kata “meninggalkan” jangan kita artikan hilangnya kesatuan antara Allah dan Kristus. Tapi kata tersebut ingin mengungkapkan atau menekankan bahwa Yesus tidak dilindungi dari para penyiksanya karena Bapa menyerahkan-Nya pada penderitaan, atau Ia ditinggalkan karena cawan ini tidak berlalu dari pada-Nya.

Perkataan “Eli, Eli, lama sabakh-thani” diucapkan Yesus sehingga mereka dapat melihat bahwa sampai nafas terakhirnya, Yesus tetap menghormati Allah sebagai Bapa-Nya .

Kontemplatif

Hal yang menonjol dari seorang prajurit , adalah sikap rela berkorban  sekalipun demi membela Negara dari musuh. Pengorbanan merupakan konsekwensi pengabdiannya kepada Negara, dan apa yang telah dikorbankan itu tentu tidak akan pernah sia – sia. Sebaliknya menjadi kebanggaan tersendiri atau layak mendapat penghormatan. Dan yesus adalah “Prajurit/tentara sejati”, bahwa pengorbanan-Nya layak mendapat penghormatan itu.

Pengorbanan Yesus di kayu salib mengekspresikan secara eksplisit kepada dunia belas kasihan dan kasih yang menjadi karakter yang kuat dan utama  Yesus. Pengorbanan-Nya juga menandakan bahwa karya-Nya sudah sempurna, tidak perlu lagi ada korban lain.

Orientasi pengorbanan yang semula bersifat individual kini kita belajar berkorban untuk sesama dengan penuh belas kasih. Masih banyak di sekitar kita yang membutuhkan belas kasihan dan uluran tangan kita, tunggu apa lagi?.

Jangan sampai kita mencuri hak Tuhan dengan memanfaatkan kesempatan dalam pelayanan untuk memperkaya diri sendiri atau demi popularitas kita. Tidak peduli sehebat apapun kemampuan kita, semua itu tidak ada gunanya .

Rindu memuliakan Tuhan dalam pekerjaan dan pelayanan kita? Mari manfaatkan kesempatan ini dengan tidak setengah hati dan juga tidak setengah jadi. kemurnian dan ketulusan merupakan kunci yang sangat penting dalam mengabdi kepada Tuhan.

Mari sobat sekarang waktunya, manfaatkan kesempatan ini sebelum semuanya berakhir. Gantungkan citamu hari ini jangan tunda hari esok, suatu saat jarum jam kan berhenti, tidak ada review lagi


His blood is only for you

Darah-Nya mengucur deras

menggelintir sekujur  tubuh

berkaca dalam darah

mencelikkan hati

tiap insan Tuhan

semerawang jeritan

 “Eli, Eli, lama sabach-thani?”

 membuncah dalam dada

 merasa perihnya;

 kepala bermahkota duri,

 sayatan luka cambuk

 di sekujur tubuh,

 tangan kaki   terpaku

 dalam kayu salib

 hanya untuk menyucikanmu,

 hanya untuk menyucikan manusia

Created by: Martha Belawati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s