Yesus bangkit


Yoh. 20:1-10

Tanpa kebangkitan, iman yang luar biasa dari para murid tidak mungkin muncul. Murid-murid-Nya hanyalah pajangan simbol kekalahan , penyaliban akan dipandang sebagai prosesi belaka. Salib akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir karir Yesus.

kebangkitan-Nya dari kematian merupakan materai/persetujuan dari  Bapa akan kebenaran pernyataan-Nya. Jika Bapa tidak menyetujui pernyataan Yesus sebagai Anak , maka  tidak akan ada kebangkitan Anak dari kematian dan tentunya tidak ada kekristenan di dnia ini
Kebangkitan merupakan:  Penggenapan perkataan Yesus pada para muridnya, Penggenapan nubuat dalam Perjanjian Lama tentang Mesias, Sumber kesaksian murid-murid  dan Alasan pencurahan Roh Kudus,Menegaskan posisi Yesus sebagai Mesias .
Sulit untuk menggambarkan depresi yang hebat akibat penyaliban Yesus yang dialami para murid. Mereka tidak memiliki konsep bahwa kebangkitan lebih berarti daripada kematian. Mereka berpikir bahwa Mesias akan memerintah selamanya (Yohanes 12:34). Tanpa percaya kepada kebangkitan Yesus, tidak mungkin para murid percaya kepada Yesus yang hanya mati saja.
Kebangkitan juga membuat perbedaan yang tajam antara Yesus dengan semua pendiri agama. Tulang-tulang dari semua pendiri agama, selain Yesus, masih berada di bumi, tetapi kubur Yesus kosong.
Pada momen memperingati Kebangkitan Yesus, Perjuangan hidup sebaiknya tiada lelah, harus berani mencoba dan terus mencoba,harus berani menerima serta menghadapi tantangan hidup, dan sebisa
mungkin memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepada kita. Selain itu,
kita wajib setiap saat dan setiap waktu mengucap syukur serta berdoa
kepada Tuhan agar setiap langkah hidup kita diberkati serta selalu
dalam penyertaanNya.
Pada sejumlah orang, keterpurukan hidup justru membuat mereka menjadi semakin lemah dan jatuh ke dalam dosa. Mereka justru jatuh ke dalam kesedihan, ratap dan tangis, melupakan harap serta membangkitkan siksa
bagi diri sendiri. Mereka menjadi lemah dan kadang, lupa untuk berusaha kembali.
Tuhan bukanlah pribadi yang seperti itu. Tuhan itu teramat baik. Setiap saat, setiap waktu, dan di setiap kesempatan kala kita membutuhkan hadiratNya. Ia selalu menyempatkan hadir untuk menyapa kita dan menemani kita, tidak hanya disaat kita sedang menghadapi masalah, tetapi juga, di saat kesenangan ada di dalam diri kita.
Ia teramat baik. Ia sangat baik. Meskipun kita sering lalai atas panggilan kasihNya, Ia tetap mau datang dalam hadiratNya untuk menghibur, menolong, dan menjaga kita. Ia bukanlah imajinasi, melainkan sebuah kenyataan yang dapat kita rasakan, tidak hanya di dalam hati, akan tetapi juga di dalam kehidupan nyata kita.
Tindakan kematian dan kebangkitan Nya adalah gambaran kasih Tuhan yang teramat agung dan rasanya tak mungkin kita samai atau jumpai pada pribadi yang lain, adalah dengan memberikan nyawaNya untuk keselamatan kita .
Tuhan Yesus mengalami penderitaan hebat, sewaktu Ia usai diadili, di saat Ia harus memikul salib, dan pada saat Ia disalibkan. Yesus mati  mengalami penderitaan di dalam sisi kemanusiaanNya, dan bukan di dalam ke-IllahianNya.
Darah yang mengalir keluar dari tubuhNya merupakan tanda basuhan dosa atas manusia, agar manusia dapat ditebus serta disucikan dari dosa. Ia disalibkan bagai seorang penjahat besar (karena pada pada waktu itu, orang yang disalibkan adalah orang yang dianggap telah melakukan sebuah kejahatan besar saat itu), padahal apa yang dilakukanNya adalah untuk menanggung segala dosa kita.
Kematian Tuhan Yesus dan juga Paskah, tidak akan pernah berarti jika di dalam diri dan hidup manusia tidak pernah ada respon positif atas kemurahan serta kebaikkan yang telah Tuhan perbuat untuk kita.
Peristiwa kematian dan kebangkitan itu jangan hanya menjadi ceremony biasa yang kita rayakan setiap tahunnya
Justru peristiwa ini salah satu momen paling indah untuk kehidupan manusia saat ini dan masa yang akan datang tersebut, dapat kita gunakan sebagai sebuah simbol nyata kebangkitan iman kita.
Menjalankan prinsip-prinsip keimanan dengan benar memang bukanlah sebuah langkah yang mudah. Penyerahan diri di dalam suatu pertobatan untuk menjadi Anak Tuhan perlu dilakukan. Dan semua itu kemudian diikuti oleh suatu
upaya untuk menjalankan tugas panggilan hidup kita yang dinyatakan Tuhan Yesus sebelum Ia naik terangkat ke sorga, yaitu menjadi umat diseluruh muka bumi ini menjadi percaya dan yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia.
Dunia bisa saja membuat kita menjadi terpuruk. Dunia bisa saja membuat kita tak berdaya dan makin larut dalam dosa. Tetapi Yesus Kristus telah mati di kayu salib. Dan  kini kita bisa menegakkan kembali kepala kita, mengangkat lagi iman kita, tidak hanya pada saat perayaan Paskah dirayakan, namun juga di seluruh waktu yang kita miliki.
Selamat  merayakan Paskah.
HAPPY EASTER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s