“Memberitakan kebenaran firman-Nya”–Rabu 16 Mei


YOhanes 16: 12-15

” Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.  Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

Roh Kudus Dan Kristus
Subyek yang dimaksud oleh Tuhan Yesus itu untuk “berkata-kata dengan kebenaran bukan manusia…tetapi subyek yang dimaksud tersebut adalah Roh Kudus, yang disebut pula dengan Roh Kebenaran. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang”.

Sebenarnya kita sadar nggak, disamping para murid dan orang percaya, kita ini   akan dikaruniai Roh Kebenaran yang akan memimpin hidup kita ke dalam seluruh kebenaran?.   Roh Kudus tidak berdiri sendiri dalam mengungkapkan seluruh kebenaran Allah, karena: “Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya”. Jadi dalam mengungkapkan seluruh kebenaran Allah, Roh Kudus terlebih dahulu telah mendengar suara Allah dan perkataan Kristus, sehingga Ia dapat mengatakan seluruh kebenaran Allah.

Roh Kudus yang akan memimpin umat percaya kepada seluruh kebenaran Allah pada hakikatnya bermuara kepada tindakan “memuliakan Kristus”. Di Yoh. 16:14 Tuhan Yesus berkata: “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya dari padaKu”. Karena seluruh kebenaran Allah yang akan disampaikan oleh Roh Kudus pada hakikatnya berasal dari Kristus.

“Dalam ayat2 tersebut nampak bahwa Kristus adalah manifestasi dari seluruh kebenaran Allah.”

Namun, bukankah manusia tidak akan mudah untuk percaya dan menerima Kristus sebagai kebenaran Allah dengan usaha dan kekuatannya sendiri? Karena keterbatasan dan keberdosaan kita, maka kita tidak mungkin dapat mengenal seluruh kebenaran Allah yang telah dinyatakan di dalam Kristus. Itu sebabnya Allah mengaruniakan Roh Kebenaran untuk membimbing agar kita dapat percaya dan  menerima Kristus. Jadi jika ingin mencari kebenaran sejati kita hanya mencarinya melalui Kristus.

Yoh. 16:15 memberi alasan dan penegasan diri Kristus sebagai manifestasi kebenaran Allah, yaitu: “Segala sesuatu yang Bapa punya adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari padaKu”.  Segala sesuatu yang dimiliki Allah pada hakikatnya juga dimiliki Kristus.

Sering kebenaran yang dijanjikan/diperoleh itu terhalang/kabur   , karena kita cenderung menikmati hari2 indah yang semu, pada akhirnya penhayatan akan iman membias ke negri “ANTAH BERANTAH” sehingga kita ragu dan bimbang akhirnya kita “GATOT” (gagal total) memberitakan kebenaran firman-Nya .

 Dinamika Proses
Sebab siapakah di antara kita yang tidak memiliki iman yang kadang-kadang bias , sehingga antara apa yang kita hayati dan pikirkan selalu sesuai dengan tindakan dan ucapan? Bukankah kita sering masih jatuh-bangun dalam menghayati iman kepada Kristus?

Tanpa kita sadari, sering kita justru menutup dan menyembunyikan segi-segi batin kita dari terang Roh Kudus, sehingga wilayah “bayangan gelap” (shadow) dalam kepribadian kita masih dominan.

Bukankah benar pandangan dari Sokrates yang mengatakan bahwa bilamana hidup batin yang tidak dapat diselidiki, maka dia juga tidak layak untuk dialami? Jadi manakala bagian atau segi-segi batin kita belum terbuka dan diterangi oleh kuasa Roh Kudus, maka bagian atau segi-segi batin tersebut masih serba gelap, irasional, liar, subyektif dan cenderung memiliki daya destruktif.  Dengan kondisi yang demikian, maka pastilah kita akan gagal untuk bertindak dan berkata-kata dalam kebenaran.

Betapa sering dalam kehidupan ini kita telah memperlakukan kebenaran Allah yang kudus dan adil secara murah meriah dan diobral kali yah dan tidak obyektif.

Kita sering dan cenderung kali gagal untuk bertindak  dalam kebenaran karena kita sering menjadi orang-orang yang “LUGU” ( lu-lu…gua-gua)…. Itu sebabnya kita jauh dari  Allah karena kita melawan kebenaranNya. Jadi kita semua membutuhkan Kristus, agar dengan kuasa RohNya kita dipulihkan dan diperdamaikan dengan Allah.

Karya Roh memampukan kita untuk menyambut kasih Allah yang telah dicurahkan di dalam hati kita. Jadi karya Roh Kudus mencurahkan dengan limpahnya kasih Allah tersebut, sehingga umat percaya dapat mengenal dan mengalami kekayaan kebenaran dan hikmat Allah serta memberitakannya kebenaran firman -Nya kepada mereka yang membutuhkan.

Ini berarti kekayaan kebenaran dan hikmat Allah tidak identik dengan kekayaan pengetahuan dan pemahaman saja, tetapi kaya dalam  pengalaman kasih Allah.  Bukankah ketika kita kaya dalam kasih Allah, maka kita dimampukan untuk senantiasa berkata-kata dalam kebenaran dan juga mampu bertindak dalam roh hikmat Allah?

Beritakan kebenaran Firman-Nya
Namun pada pihak lain melalui Roh kebenaran, kita dimampukan untuk menyatakan kebenaran Allah tanpa membedakan orang. Kebenaran tidak pernah pilih kasih. Sebab kebenaran selalu tampil seperti sinar matahari yang tidak pernah menyembunyikan diri. Mungkin sementara waktu dapat diselimuti oleh awan yang gelap, tetapi cahayanya tetap bersinar setiap hari untuk menerangi dan memberi daya hidup kepada setiap mahluk.

Jika demikian, untuk mengetahui apakah kita telah bertindak dan berkata-kata dalam kebenaran serta hikmat Allah dapat kita lihat hasil (output) dari apa yang telah kita lakukan. Apakah yang kita hasilkan dalam kehidupan kita adalah kasih Allah yang memiliki daya cipta yang membangun dan memulihkan apa yang rusak? Jika belum, maka kita sekarang perlu membuka hati selebar-lebarnya agar “bayangan kuasa gelap” di dalam batin kita makin diterangi oleh Roh Kudus agar kasih Allah juga makin dicurahkan di dalam hati kita.

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” 2 Tim 4:2

 

 

Iklan

3 pemikiran pada ““Memberitakan kebenaran firman-Nya”–Rabu 16 Mei

  1. shalom………
    aku ijin share ya renungan..
    kiranya renunganya ini akan menjadi berkat bagi kita semua,,
    salam kasih
    damia sejahtera menyertai kita semua Amin…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s