SUNHODOS


oleh : Pdt. Martha Belawati 

Majelis jemaat adalah mereka yang dipanggil dan dipilih  dari persekutuan anggota jemaat yang merasa terpanggil menjadi kawan sekerja Allah untuk berjalan bersama-sama dalam menjalankan fungsi pelayanan berdasarkan imamat Am orang percaya

Majelis jemaat dapat menjadi Persekutuan yang ideal dan berjalan bersama-sama bila mampu menyatakan kesaksian dalam pelayanannya sekaligus memiliki integritas yang tinggi

Tapi dalam kehidupan bergereja hubungan yang diharapkan seperti hal tersebut di atas sulit tercapai atau sulit diwujudkan,  persekutuan itu seringkali tidak terwujud oleh karena “EGO” yang berbicara bukan “KESEHATIAN”. Terkadang ada perbedaan friksi yang sebenarnya mudah diselesaikan tapi berubah dan merebak dari hal kecil sampai hal yang prinsip karena  “EGO” masing berbicara,  yang pada akhirnya kerenggangan persekutuan bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi perpecahan.

Saya yakin bila kesehatian itu ada kita pasti memiliki kehangatan dan kedewasaan  untuk berjalan bersama-sama  dalam sebuah persekutuan dan tiap anggotanya memelihara serta menumbuhkembangkannya niscaya persekutuan tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Persekutuan Majelis Jemaat dan pertemuan-pertemuan dalam gereja dapat berjalan dengan baik terjadi bukan semata-mata atas usaha manusia melainkan lewat suatu proses dan Roh Kudus berperan di dalamnya . Ada beberapa contoh pertemuan yang umum terjadi dalam kehidupan bergereja, yaitu:

  • Pertemuan ibadah sebagai perayaan atas persekutuan .
  • Pertemuan rapat berguna untuk mengambil keputusan, menentukan arah dan gerak bersama dalam pelayanan kepada jemaat dan dunia.
  • Pertemuan dalam ibadah  adalah kesempatan bagi para Penatua/diaken untuk mewujudkan panggilan pengutusannya.
  • Pertemuan persiapan seperti Pemahaman Alkitab, pembinaan dan sebagainya bermanfaat untuk menyadarkan keadaan, memperluas pengetahuan, memantapkan keterampilan dan mengembangkan daya nalar yang konseptual.
  • Pertemuan rekreasi/retreat  berfungsi sebagai sarana untuk menyegarkan kembali.
  • Pertemuan dalam latihan paduan suara/Vokal grup berfungsi mengasah talenta dan membina keakraban

KIAT-KIAT

* Dalam rangka membangun persekutuan dengan sesama  di lingkungan  jemaat yang saudara layani, Saudara harus memiliki kiat2  yang saudara lakukan dalam tiap pertemuan tersebut agar persekutuan dapat bertumbuh.

* Perlunya menambah kuantitas/jumlah pertemuan dengan “MENCIPTAKAN” suatu formula  baru yang menyegarkan atau ide baru (selain yang sudah ada) yang perlu dikembangkan untuk makin memantapkan persekutuan.

* Kualitas Persekutuan Majelis Jemaat dapat bertumbuh dan berkembang jika masing2 menanggalkan “EGO” masing agar memiliki “KESEHATIAN” dengan kesehatian kita memiliki  kehangatan dan kedewasaan di dalamnya dengan kata lain Harus mampu membedakan batas-batas persoalan atau hubungan pribadi dengan kepentingan untuk mencapai tujuan bersama, yang dalam hal ini berarti: pelayanan.

Persekutuan dikatakan hangat apabila tiap anggotanya menghayati dan mewujudkan panggilan untuk berjalan bersama-sama (Sunhodos) dengan begitu tiap anggotanya mampu mengetahui sekaligus menjalankan tugas, wewenang serta tanggungjawabnya.

Dalam kemajelis jemaatan, kehangatan dan kedewasaan tersebut harus terpadu sedemikian rupa agar dapat menjalin suatu persekutuan. Mengapa? Sebab hanya ada  kehangatan saja, hal itu bisa menjurus pada kecenderngan untuk menjadi eksklusif. Kalau hal itu berkembang menjadi komplotan atau klik tentu berdampak negatif. Sebaliknya bila hanya ada kedewasaan tanpa kehangatan maka persekutuan itu akan menjadi kering, tanpa sentuhan rasa, hingga tiap anggotanya akan menjadi seperti robot-robot saja.

Persekutuan sejati berarti kita membuang sikap mementingkan diri sendiri 

“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita perdamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu : berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” (2Kor 5:18-20)


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s