Melayani Tuhan adalah keindahan, so kagumilah



“Sepasang mata pasti menyukai keindahan, dan sepasang telinga pasti menyukai kata-kata yang indah- so kagumilah” -Donny

 

Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Pengalaman “keindahan” sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau “keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.

Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan ” adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios.

Di dalam kenyataan bersaksi dan  melayani bukanlah sebuah jalan yang mulus, jalan bebas hambatan seperti jalan “TOL”….. banyak tantangan dan pergumulan di dalamnya.  Justru disinilah keindahan melayani  Tuhan, kalau kita berhasil melalui tantangan dan hambatan…. “kekaguman” sudah menyambut kita. Yang harus tertanam dalam pola pikir kita adalah: “Hidup untuk melayani Tuhan.”

Seringkali dalam melayani Tuhan kita kehilangan  “keindahan” karena pelayanan kita itu tidak bisa menyenangkan hati Tuhan “cenderung mendukakan”,  Karena kita melayani dengan mau-maunya kita sendiri, melayani Tuhan dengan terpaksa dan melayani dengan satu keharusan, sehingga pada saat datang masalah kita mudah goyah . Tapi alangkah indahnya kalau pelayanan kita itu merupakan satu pelayanan yang berdasarkan kasih.

Kristus adalah gambaran sukacita yag  sejati , mampu memancarkan cahayanya sendiri, Kasih sejati tidak bergantung dan terikat oleh hal-hal dunia. Karena ia memiliki terang yang abadi sebagai  dari sumber terangnya  yaitu Yesus Kristus. Penderitaan..cercaan..menjadi duri-duri tajam selain salib yang harus dipikul. Dalam keadaan seperti itu sekalipun tetaplah bersukacita jangan undur dari jadilah orang benar yang hidup oleh iman yang mengakar dalam kepada Kristus, itulah yang berkenan kepadaNya

Sukacita itu independen tapi juga sinergis. Independen dalam arti personal, dan sinergis dalam arti spiritual, itulah melayani Tuhan  indah dan layak dikagumi

“Indahnya Melayani Tuhan”.

“Tuhan tidak butuh kepandaian untuk melayani Dia, Tuhan tidak  butuh  “penampilan” kita, Tuhan tidak butuh materi kita dalam melayani Dia, Tuhan butuh ”hati yang super”

Orang yang tulus melayani  Tuhan dan sesama, menjadi orang yang mudah memahami keindahan yang mengagumkan dalam melayani Tuhan dan sesama.

Bukan ilmu atau materi  yang dapat memuliakan kita, tetapi Tuhan yang memuliakan kita karena kita mau berbagi dengan sesame. Jadi kalau punya kesempatan untuk berbagi, bagikanlah. Karena semakin banyak kita memberi, maka semakin banyak kita menerima itulah “keindahan yang sejati”…..

Keindahan  yang sejati dari seorang yg setia melayani itu akan dilengkapi oleh Tuhan dalam keseluruhan konsep keindahannya. Keindahan yang mengagumkan saat kita   membantu sesama, untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Jadi keindahan dalam melayani Tuhan  yang mengagumkan, bukan hasil dari perubahannya, tetapi ketulusan melayani.

Untuk itu orang yang mau memperbaiki dirinya, harus menyerahkan diri  dan mendorong dirinya terlibat dalam pekerjaan2 yang mengindahkan kehidupan dalam pelayanan terhadap Tuhan.

Hati yang penuh kasih  itu hati yang berbelas. Hati yang penuh kasih, selalu berbagi.  Berati jika kasihnya kosong, maka yang akan mengisi kasih berikutnya adalah Tuhan. Orang yang mengasihi sesama, hatinya diisi kasih sayang Tuhan.

Orang yang berhasil adalah orang yang pernah gagal. Tetapi mereka memanfaatkan kegagalan itu untuk belajar sabar, untuk belajar tabah, dan bekerja bagi kebaikan banyak orang.

Jika ingin melayani Tuhan dengan indah dan mengagumkan, jangan ubah apa-apa, tapi ubah sikap dan selalu perbaharui komitmen kita.

“Dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia”, karena Tuhan mengetahui pelayanan kita. Keselamatan kita adalah anugerah, free, salvation by Grace alone! Tapi upah berbeda, dan diberikan pada mereka yang melakukan.

Paulus berkata bahwa Tuhan melihat pelayanan kita dan akan memberikan upah. Upah bukan berati kita akan menjadi kaya dan sukses, tapi ada sesuatu suka cita yang kita dapatkan, janji-janji yang Tuhan memang berikan, bisa materi, bisa spiritual….indah bukan !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s