Jangan menolak panggilan-Nya…Pelkat PKP…Jumat 3/8-2012


Keluaran 4:10-17

Intermezo:

Musa  mengalami keraguan diutus Tuhan.  Musa berulangkali menolak karena merasa tidak mampu. Musa terus berbantah terhadap perintah Tuhan, semua itu bisa kita baca dalam Keluaran 2:23 hingga Keluaran 4:17. Musa merasa tidak mampu, punya banyak kelemahan, tidak mampu berbicara dengan baik dan terus diliputi keraguan bagaimana bangsa Israel yang besar itu mau mempercayainya. Musa lupa bahwa ketika Tuhan menyuruh, Dia sudah melengkapi segalanya, dan akan terus menuntun hingga pekerjaan yang dilakukan akan bisa berhasil. Tuhan terus meyakinkan Musa bahwa Dia sendiri akan menyertai dan melengkapi Musa dengan segala sesuatu yang diperlukan. Kita tahu bahwa akhirnya terbukti Musa sanggup memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

 

Melayani Tuhan adalah panggilan so dengarlah

APA ITU PANGGILAN?…. Dalam bahasa Inggris panggilan disebut “vocation”. Vocation berasal dari kata Latin “vocare” yang artinya “memanggil”. Tuhan memanggil kita semua untuk ambil bagian dalam melayani sesame. Tuhan ingin kita tau dan mengerti tentang melayani sebagai keawajiban walaupun tidak ada unsure paksaan, karena manusia diberi kebebasan untuk memilih, mau yang putih,abu-abu,hitam , dan masih banyak pilihan-pilihan yang lainnya. Ada pilihan yang membuat kita lupa diri, mabuk kepayang, sehingga membuat mata hati kita rabun .

Muncul pertanyaan dalam benak saya hal yang kita sebut sebagai “panggilan”. Apa itu panggilan? Bagaimana cara kita mengetahui datangnya panggilan itu?

Panggilan adalah sesuatu yang kita dengar

Sebenarnya dalam cerita rakyat tentang seorang ayah dan anak laki- lakinya, digambarkan hal yang penting mengenai panggilan. Mereka melakukan perjalanan ke suatu kota yang jauh, sedangkan mereka tidak memunyai peta. Perjalanan itu sangatlah panjang, tidak mulus, dan penuh dengan bahaya. Mereka menempuh banyak jalan yang tidak bisa mereka kenali dan sudah tidak berupa jalan lagi.

Di tengah perjalanan, anak laki-lakinya bertanya-tanya. Dia ingin mengetahui apa gerangan yang ada di balik hutan, jauh di seberang tepian? Bisakah dia melintasi dan melihatnya? Ayahnya pun mengizinkannya.

“Tetapi, Ayah, bagaimanakah caranya supaya saya tahu kalau-kalau saya telah berjalan terlalu jauh dari engkau? Bagaimanakah caranya supaya saya jangan sampai tersesat?”

“Setiap menit,” kata sang ayah, “saya akan memanggil namamu dan menunggu jawabanmu. Dengarkanlah suaraku, anakku. Di saat engkau tidak bisa lagi mendengar suara ayah, engkau akan tahu bahwa engkau telah pergi terlalu jauh.”

Pelayanan bukanlah suatu kedudukan atau posisi, melainkan suatu panggilan. Bukan kepandaian yang diutamakan, melainkan kemampuan mendengar  panggilan Allah. Cara yang sederhana ialah dengan selalu menyempatkan diri  mendekat dan belajar  mendengar suara-Nya..

Penyebab orang Tuli mendengar suara Tuhan

Penyebab orang tidak mendengar panggilan Tuhan karena tidak ada niatan atau malas melayani Tuhan,   tidak melihat atau “buta hati” atas  panggilan Tuhan itu sebagai suatu kewajiban, tetapi lebih kepada pilihan.

Samuel mendengar suara Tuhan memanggilnya di suatu malam. Karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya, Samuel mohon petunjuk dari seorang nabi yang telah lanjut usianya. Maka berkatalah nabi itu kepada Samuel, “Jika Tuhan memanggilmu lagi, katakanlah, ‘Berbicaralah Tuhan, hambamu mendengarkan.’”

Panggilan adalah salah satu cara untuk menjawab panggilan Tuhan. Panggilan berarti mengabdikan diri  untuk melayani Tuhan dan sesama.

Motivasi untuk Melayani Tuhan

Faktor paling utama yang mendasari pelayanan yang sejati adalah panggilan Tuhan. Faktor panggilan Tuhan akan menjadikan seseorang hidup untuk melayani, bukan melayani untuk hidup. Orang yang memiliki motivasi pelayanan  kepada Allah dan sesama inilah yang akan lebih tangguh dalam pelayanan.

Paulus adalah salah satu contoh seseorang yang memiliki panggilan Tuhan yang jelas dalam hidupnya. Itulah yang membuat hidup dan pelayanannya begitu luar biasa di dalam tangan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Jika Allah memanggil, Dia tahu siapa yang dipanggil-Nya dan untuk apa. Jika Allah menghendaki kita melakukan sesuatu, Dia tahu bahwa kita sanggup melakukannya dengan anugerah-Nya. Allah kita adalah Allah yang Mahabesar dan Ia sanggup melakukan segala perkara. Kitalah yang sering berpikiran picik dan kerdil, membuat Allah seolah-olah tidak mampu berbuat apa-apa, hal ini yang menjadi tembok penghalang bagi kita sehingga kita tidak mampu melihat kebesaran Allah atas seluruh ciptaan-Nya, termasuk juga atas hidup kita.

Mana yang lebih enak: melayani atau dilayani? Memang banyak orang akan merasa lebih enak bila ia  yang dilayani, dari pada ia yang harus melayani. Tetapi Yesus Kristus justru memberi contoh yang sebaliknya. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.

Dia memanggil, tetapi Dia tidak bisa dipanggil. Hanya Dialah yang melakukan panggilan itu, sedangkan kitalah yang menjawabnya.

“Engkau tidak memilih-Ku; Akulah yang memilih kamu,” kata Yesus kepada murid-murid-Nya. Panggilan Allah ini selalu mengandung paksaan.

Dipanggil untuk melayani,  artinya;  diundang, dilibatkan dan dikutsertakan. Panggilan pelayanan bisa datang dari dalam hati.  bisa datang dari luar, Bisa saja panggilan melayani itu datang melalui doa,  ketika  membaca firman Tuhan, mendengarkan khotbah, bahkan lewat mimpi, yang jelas Tuhan punya berjuta cara.

Pelayanan bukan hanya terjadi di dalam gedung gereja. Pelayanan dapat dilakukan di mana  saja dan kapan saja. Hati yang ingin melayani sesame sama dengan melayani Tuhan. Tuhan memanggil umat-Nya untuk melayani di mana pun mereka berada.

Tatkala Allah memanggil seseorang untuk menjadi hamba-Nya, maka Allah pasti membentuknya sedemikian rupa agar dia menjadi orang yang dikehendakiNya. Yesaya juga mengungkapkan bagaimana Allah membentuknya sedemikian rupa, melalui berbagai proses, termasuk penyucian, latihan pendengaran seorang murid dan sebagainya.

Biar kita menjadi bejana yang mulia, yang respek di dalam hidup kita sehingga di dunia ini tatkala orang melihat Gereja Tuhan bertindak, Gereja berlaku, anak-anak Tuhan bertingkah laku, dunia tidak akan menghina Tuhan sebab kita mengerjakannya di dalam kasih, di dalam sukacita, di dalam damai, di dalam kehormatan, di dalam segala kemurnian. Biar Tuhan memimpin hidup kerohanian setiap kita bukan sekedar di dalam pikiran tetapi nyata di dalam kelakuan dan tingkah laku kita seindah dan sebaik mungkin.

Yang terpenting, janganlah sengaja menulikan telinga kita jika mendengar suara panggilan Tuhan…so dengarlah

KATA BIJAK

Tuhan membuat mata untuk dapat melihat Mana yang baik dan buruk, Tuhan menciptakan Telinga untuk anda mendengar , Tuhan menciptakan hidung untuk mencium “bau”, Tuhan menciptakan lidah untuk anda dapat merasakan sesuatu yang enak atau tidak masuk dalam mulut anda,Tuhan menciptakan mulut anda untuk menyuarakan kebenaran Manfaatkanlah semua itu dengan baik jangan membuat sedih yang menciptakannya. Martha Belawati Tarihoran

 

2 thoughts on “Jangan menolak panggilan-Nya…Pelkat PKP…Jumat 3/8-2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s