Orang tua yang baik hati – Ibadah keluarga (Rabu, 8 Agustus 2012)


Hakim-hakim 19: 11-21

Intermezo

Definisi baik hati
Sikap yang sentiasa mengambil berat perasaan dan kebajikan orang lain secara tulus ikhlas. Sikap baik hati ini boleh dilihat dengan menilai tindak-tanduk seseorang terhadap orang lain.

Jaman sekarang mencari orang yang tulus dan baik hati itu susah walaupun masih ada. Hampir semua ketulusan dan kebaikan yang diberikan seseorang hanya sekdar “topeng”, semuanya ada pamrihnya.

Di dalam dunia yang semakin berkembang, kita jarang mendapati sesuatu  dari seseorang bahkan orang dekat kita yang mendekati kebajikan-kebajikan  seperti orang tua yang baik hati itu. Kita justru mendapati kesombongan yang tinggi;  para pemburu kesenangan;  kelemahlembutan yang semakin terkikis, dan arogansi; bukan orang yang lapar akan kebenaran, kita malah mendengar orang-orang berkata, “Aku kaya raya dengan harta yang bertambah dan tidak membutuhkan apa-apa lagi”. Bukan kah itu yang terjadi disekitar kita ?

Berdasarkan moralitas seperti inilah  kita terbentuk. Situasi yang ada penuh dengan hal-hal tersebut; kita bernafas, makan dan minum bersama hal tersebut. Kebudayaan dan pendidikan juga memperkuat situasi ini dan tidak berbuat banyak untuk merubahnya.

Tuhan mengajarkan kita untuk saling memperhatikan, terutama membantuh orang miskin, orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita. Tuhan tidak ingin kita egois memperhatikan diri kita sendiri. Tuhan ingin kita berbagi karena itulah wujud nyata dari KASIH. KASIH mempunyai arti memberi atau berkorban.

Dalam kitab  Kisah Para Rasul kita dapat melihat bagaimana wujud KASIH itu benar-benar dipraktekkan pada gereja mula-mula. Semua jemaat merasa  sepenanggungan.

Perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Karena dalam Amsal 19:17  Siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.

Perenungan Bijak

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan sebuah tujuan. Sesuatu akan berguna, jika ia berfungsi sebagaimana tujuannya ketika diciptakan. Manusia diciptakan oleh Tuhan, pasti juga dengan tujuan tertentu. Sebagaimana pribadi Kristen, kita diciptakan Tuhan untuk melakukan pekerjaan baik; Pekerjaan baik yang memuliakan Tuhan dan memberkati sesama manusia.

Sebenarnya banyak orang yang lugu dan baik hati. Namun pada umumnya seiring dengan perkembangan jaman parameter integritas umat manusia semakin terkikis, manusia kadang- kala bisa beranggapan bahwa orang yang baik hati itu sangat tolol dan bodoh.

Baik hati adalah etika integritas yang paling tinggi diantara personalitas manusia, orang yang berbuat banyak kebajikan, patut  Kita kagumi. Jikalau seseorang memiliki hati yang baik, orang tersebut dapat menyempurnakan kehidupannya sendiri.

Orang-orang yang baik hati pasti mengalami   rasa bahagia atas kebahagiaan orang lain, pada setiap saat tidak akan bergendang paha dan merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri. Insan yang bermoral jiwanya bertalian dengan Tuhan.

Baik hati adalah mutiara langka di dalam kehidupan di dunia ini, orang yang baik hati hampir boleh dikatakan semacam bahasa lintas global, ia bisa membuat orang buta melek dan orang tuli mendengar. Hati yang baik berkilauan bagaikan emas murni, bersih dan kemilau bagaikan sari embun.

Orang yang berbuat kebaikan tanpa pamrih acap kali bisa memperoleh imbalan tak terduga dari Tuhan, ini merupakan kodrat alami dari sebab-akibat yang gilir berputar. Membantu orang lain, sama dengan membantu diri sendiri.

Amsal 19:17  Siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.

Kata bijak

Biarkanlah kebaikan yang dianugrahkan Tuhan pada Anda tetap memilikki dampak , Karena kebaikan yang Anda lakukan merupakan berkat  bagi manusia yang membutuhkannya. Simpan kebaikan di dalam jiwa karena itu akan membawa keceriaan  dalam kehidupan Anda. Dengan berbuat baik di dalam kehidupan diri Anda akan membubung dengan tiada henti. Baik hati adalah emas di dalam kehidupan, baik hati adalah sinar kehidupan yang paling mulia dalam diri Anda. (Martha Belawati Tarihoran)

By: Martha belawat Tarihoran

 

3 thoughts on “Orang tua yang baik hati – Ibadah keluarga (Rabu, 8 Agustus 2012)

  1. Shalom,
    Ibu Martha, kalau kita membaca Kitab Hakim-Hakim ps 19 secara keseluruhan kita mendapati fakta sbb:
    1. suami (orang lewi) itu beserta gundiknya menginap dirumah orang tua-suku Benyamin tsb.(ayat 20).
    2. Malam itu mereka didatangi orang-orang jahat yang merupakan bagian penduduk kota tsb dan meminta supaya pendatang dan gundiknya diserahkan kepada mereka untuk di “pakai” (ay 21).
    3. Orang Tua yang menampung mereka, menawarkan anak gadisnya dan gundik orang Lewi itu untuk diperlakukan sekehendak hati orang-orang jahat itu untuk melindungi si oarng Lewi tsb.(ay 23-24)
    4. Orang Lewi itu akhirnya menyerahkan gundiknya pada orang-orang jahat kota itu dan membiarkannya diperlakukan semena-mena (diperkosa) oleh gerombolan itu sampai mati. (15-29).

    Ibu Martha, menurut pemahaman say, kebaikan dari orang tua itu sama sekali telah terhapus oleh sikapnya yang buruk yang mau mengorbankan anak gadisnya dan gundik lelaki Lewi itu (yang sebenarnya tidak terlibat dalam perkara itu). Mungkin sikap awal orang tua tsb baik, tetapi terbukti dia tidak peduli dengan nasib buruk yg akan menimpa anak gadisnya dan gundik orang Lewi itu.

    Lelaki Lewi dalam bacaan diatas, bukan pula suami yang bisa dikatakan baik. Begitu teganya dan tidak pedulinya dia mengorbankan gundiknya untuk diperkosa gerombolan jahat itu sementara dia tertidur pulas sampai pagi.
    Kisah di hakim-hakim 19 ini sangat tragis. mengagambarkan kejahatan, ketidak pedulian akan nasib perempuan. sangat bertentangan dengan judul SBU : “Orang Tua yang Baik Hati”. Menurut saya penulis SBU salah karena memenggal perikop bacaan secara ngawur.

    Kebaikan yang diajarkan Kristus adalah kebaikan Total, yang mengorbakan diriNya bukan mengorbankan oarang lain.

    salam kasih dalam Kristus.

    • Terima kasih atas masukannya edo, tapi pebulis SBU hanya membatasi ayat 11-21 untuk berbicara/memfokuskan (Judul/tema) tentang kebaikan atau ini loh contoh orang tua yang baik khususnya (ayat 20), tidak berbicara pasal 19 secara keseluruhan.

      2. Malam itu mereka didatangi orang-orang jahat yang merupakan bagian penduduk kota tsb dan meminta supaya pendatang dan gundiknya diserahkan kepada mereka untuk di “pakai” (ay 21). Edo, bukannya ini ayat 22. ayat 21 berbunyi: Sesudah itu dibawanyalah dia masuk kerumahnya,….

      di satu pihak Edo benar juga…seharusnya penulis jika ingin mencari tema tentang Orang tua yang baik/kebaikan banyak di dalam Alkitab…makasih atas masukannya ya edo GBU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s