Tuhan Yesus membebaskan-Kotbah Minggu, 12 /8-2012


Yohanes 8:1-9

Intermezo

Tuhan Yesus dan orang-orang di dalam Bait Allah yang sedang mendengar ajaran-Nya dengan khusyuk pasti merasa kaget dan terganggu sekali dengan ulah orang-orang Farisi yamg mebawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Tindakan orang Farisi ini tentu dilatarbelakangi kecemburuan mereka, karena banyak orang yang datang dan mendengar ajaran Yesus. Mereka mencari alasan untuk menyalahan Yesus. Tapi justru mereka kaget dengan reaksi Tuhan Yesus  yang tidak menghukum perempuan itu.

Pemahaman

Definisi “zina” atau “adultery” menurut Webster Dictionary adalah hubungan seksual yg dilakukan oleh pasangan yg telah resmi menikah dgn orang lain yg BUKAN pasangannya.

Dalam 10 perintah Allah dari yg salah satunya menyebutkan “Do not commit adultery” atau jangan berzinah. Dalam kamus Bahasa Indonesia, berzina atau berbuat zina:  adalah salah satu dosa besar, artinya orang yang melanggar aturan

Agaknya menurut pandangan masyarakat, orang yang berbuat zina  jauh lebih berdosa dari pada kejahatan lain. Koruptor, pencuri,pembunu,perampok dan lain-lain adalah orang yang melanggar atau melangkahi aturan formal maupun moral yang sudah ditetapkan.
Yoh 8: 7- BARANGSIAPA DI ANTARA KAMU TIDAK BERDOSA.

Yang haru kita garis bawahi, ayat ini tidak dapat menjadi pedoman yang akhirnya menjadi peluang untuk tidak menghukum mereka yang melakukan kesalahan di dalam gereja, karena jika kita salah memahami, Sikap semacam itu memutarbalikkan ajaran Alkitab terhadap dosa antara umat Allah.

Gereja harus bisa memilahkan  orang berdosa di luar gereja yang belum berkesempatan untuk mengenal kasih karunia Allah dalam Kristus, dengan  mereka yang berbuat dosa di dalam gereja. Yang berbuat dosa dan tidak mentaati Kristus, sangat berbeda.

Alkitab mengajarkan bahwa dosa yang dilakukan oleh mereka dalam gereja tidak boleh dibiarkan (Wahy 2:20), melainkan harus ditegur dengan keras dan disingkapkan (Luk 17:3)

Perenungan

Kekuatan dosa menghancurkan manusia. Ketika manusia sudah menganggap rendah, sebegitu rupa bahkan sampai diri sendiri pun sudah tidak bisa lagi menghargai diri.

Tuhan  melihat secercah harapan dan kebaikan, kemungkinan  perubahan. Harga diri yang sudah hancur dipulihkan oleh cinta kasih pengampunan Kristus sehingga  kita semua, menjadi manusia baru yang penuh semangat cinta, pertobatan, dan buah-buah kehidupan yang baru.

Allah tidak pernah mencap kita sebagai orang gagal. Tak peduli betapa memalukan kegagalan kita juga memalukan Allah. Tak peduli sekali pun semua orang, bahkan saudara-saudara kita mengecam kita, Allah senantiasa memberi kesempatan. Dan itu dibuktikannya lewat perempuan yang berbuat zina itu .

Kasih Allah selamanya abadi, tak pernah pudar beda dengan kasih duniawi yang sifatnya semu.

Dalam Tuhan, selalu ada kesempatan kedua, ketiga, dan keempat… selama kita memandang kepadaNya.

Banyak orang datang pada Yesus dan mendengarkan Firman-Nya, karena Firman-Nya sungguh membebaskan. Orang banyak terkagum-kagum atas Firman-Nya.

Yesus tidak merendahkan manusia ciptaan-Nya justru manusia yang lari dari-Nya. Yesus tidak menghakimi dosa-dosa yang manusia perbuat justru manusia yang menghakimi sesama manusia tanpa intropeksi diri masing-masing. Tuhan mencintai manusia ciptaan-Nya tanpa syarat. Dia mengajarkan bagaimana membangun relasi satu sama lain.

Biarkan Tuhan selalu dekat dalam hidup anda, kebenaran yang telah dibuktikanNYA . Tiada pribadi yang dapat membebaskan, melindungi, memberkati dan menyelamatkan anda seperti Dia dan hanya Dia. (Martha Belawati)

By: Martha Belawati Tarihoran

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s