Sebagai Hamba dan kewajibannya-(Tema ibadah keluarga,Rabu15/8-2012)


Roma 13:4-7

4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang  . Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.   5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati  kita. 6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak.   Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak,  cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Intermezo

Dalam Roma 13 ,Paulus menitikberatkan pada ketegangan berkaitan dengan tanggung jawab individu terhadap tatanan sosial, sepanjang tatanan sosial itu diatur oleh hukum yang ditegakkan dan dilaksanakan oleh orang-orang yang berwenang dalam pemerintahan. Pertama, kita perlu membaca Roma 13 secara lebih hati-hati dibandingkan dengan sebelumnya. Kedua,  nasihat-nasihat ini berdasarkan konteks aktivitas penginjilan Paulus, yang berlangsung di dalam sebuah dunia di mana hukum dan peraturan Romawi telah menciptakan kedamaian dan tata tertib secara relatif, yang menyebabkan penyebaran Injil terjadi dengan cepat.

Nats ini berbicara tentang penguasa, asal kekuasaan, kepentingan, penyalahgunaan kekuasaan. Dan masyarakat sangat membutuhkan pemimpin atau penguasa untuk mengatur segala kebutuhan dengan teratur. Semua itu tujuannya untuk mengatur ketertiban masyarakat, jika tidak pasti ada kekacauan. Kacaunya, pemerintah yang ditunjuk seringkali menyalahgunakan kedudukannya, terjadi manipulasi,ketidak adilan, adanya penindasan sehingga masyarakat menjadi resah.

Roma 13 selalu dikutip oleh gereja,  memperlihatkan  pemerintah selalu menuntut dan berhak mendapatkan ketaatan dari masyarakat waktu itu tanpa kompromi.Tetapi Wahyu 13 dan 18 diabaikan. Wahyu 13 menggambarkan pemerintah sebagai binatang yang menentang tujuan Allah; sedangkan Wahyu 18 berbicara tentang kejatuhan bangsa Babel modern, yang dirusak oleh kekayaan, materialisme, dan ketidakadilannya.

Di sisi lain dalam Kitab Injil ,  Yesus tidak menganggap semua penguasa hukum dan pemerintah sebagai wakil Allah . Di manapun Yesus berada, Ia selalu berseberangan dengan sistem , Ia dianggap menganggu situsi masyarakat yang tunduk kepada pemerintahan, la menantang pernyataan para penguasa tentang kebenaran. Dan dalam konteks kehidupan kerasulan, banyak sekali martir telah kehilangan nyawa mereka karena mereka menentang keputusan para penguasa.

Sebenarnya Roma 13 bertujuan  agar kehidupan  masyarakat  penuh  kedamaian dan ketertiban . Karena kehidupan dalam masyarakat menjadi kacau dan anarkis tanpa adanya penguasa/pemerintah  yang mengatur,  maka kehadiran hukum merupakan bagian dari tujuan Allah yang menyeluruh untuk manusia.

Rom.13:1-7 mendatangkan begitu banyak pertanyaan di kalangan penafsir Alkitab khususnya yang menafsir surat Roma. Hal yang pertama kali muncul di dalam pikiran mereka adalah bagian ini nampaknya tidak sinkron dengan pembahasan Paulus di bagian atas (Rom.12)dan bagian selanjutnya (13:8). Dalam Rom.12 Paulus bicara mengenai kasih, bagaimana orang Kristen bersikap terhadap sahabat, bagaimana sikap terhadap musuh. Dan sesudah itu dalam Rom.13:8 Paulus melanjutkan lagi tema mengenai kasih ini. Saya tidak akan membahasnya di sini…”buat PR saja”

Tetapi, jika para penguasa dalam pemerintahan melawan tujuan ilahi ini, maka pemerintahan tersebut tidak dapat dipandang sebagai pemerintahan yang berasal dari Allah. Baca dan bandingkanWahyu 13 dan 18 dan juga kesaksian  lainnya dalam Perjanjian Baru, jelas bahwa pemerintah yang menganiaya orang Kristen, menyebarkan ketidakadilan ,  dan menindas orang-orang yang lemah dan tidak berdaya, yang jelas bertentangan dengan kehendak dan tujuan Allah.

Perenungan

Dalam Rom.12:2 ini, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…” Ini merupakan tiang pancang yang penting mengenai moralitas atau akhlak  Kristen. Sedangkan dalam Rom.13 diakhiri dengan satu konsep eskatologi, jangan kita hidup mengikuit prinsip dunia ini sebab dunia yang ada sekarang ini akan berlalu. Kini kita baca prinsip firman Tuhan bicara mengenai sikap dan tanggung jawab orang Kristen kepada pemerintah.

Roma 13:5- berbicara tentang penaklukkan diri, Maka kita harus melakukan segala sesuatu dengan motivasi kasih, karena tidak ada hukum yang bertentangan dengan kasih. saat kita melakukan dengan motivasi kasih – berkaitan dengan suara hati – kita terhindar dari murka Allah.
Paulus mengajarkan etika moral di bacaan hari ini.

Paulus mengharapkan kita tampil beda di dunia sekuler, sehingga kita berbeda dengan orang dunia.
“Hutang tetap harus dibayar”.
Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita harus taat pada pemerintahan yang tidak takut akan Tuhan?
Kita harus mendoakan pemerintah kita, bukan dengan cara demonstrasi, sehingga ada damai sejahtera.
Jadi ada kewajiban moral  dan kita harus tampil beda supaya tidak sama dengan dunia. Walaupun pemerintah tidak memikirkan keadaan rakyat.Roma 13:4, pemerintah adalah hamba Allah yang ditetapkan untuk kebaikan kita.Pemerintah harus mengatur rakyat, memberi kesejahteraan, tetapi pemerintah kita jauh daripada itu sehingga timbul gejolak.

Ketundukan kita pada pemerintah adalah ketundukan yang kritis dan dilandasi dengan kebenaran firman Tuhan. Peran kita sebagai orang percaya bukan hanya menjalankan apa yang diwajibkan bagi kita sebagai warga negara namun juga berperan pula untuk menjadi berkat bagi pemerintah melalui kesaksian hidup kita. Kita memang perlu patuh kepada pemerintah, tetapi kita juga harus tetap bersikap kritis terhadap pemerintah. Bila pemerintah mengeluarkan peraturan yang menyimpang dari standar kebenaran Allah, kita harus memperjuangkan pembatalannya.

Terkadang orang Kristen menghadapi dilema: apakah harus taat untuk membayar pajak kepada pemerintah, atau tidak, jika pemerintah melakukan korupsi. Namun sebagai murid Kristus, kita harus taat kepada firman Tuhan. Paulus berkata, “Setiap orang haruslah taat kepada pemerintah, sebab tidak ada pemerintah yang tidak mendapat kekuasaannya dari Allah.Perintah ini sudah sangat jelas dan tidak perlu ditafsirkan lagi. Karena itu, marilah kita melakukan bagian kita dan Allah akan melakukan bagianNya.

Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak,  cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

“sebagai warga negara yang baik terhadap pemerintah Anda harus mentaati firman ini”

By: Martha belawati

 

4 thoughts on “Sebagai Hamba dan kewajibannya-(Tema ibadah keluarga,Rabu15/8-2012)

  1. terima kasih ibu pendeta….
    tulisan ibu ringan dan renyah, mudah dipahami, tidak njelimet dan pasti mudah mendarat ke seluruh jemaat… keep posting yaa bu… !!! salam dari samarinda

  2. terima kasih ibu Martha
    tulisannya menambah wawasan pengenalan dan perenungan kami.
    Tuhan kiranya menyertai Ibu dalam kerja, pelayanan dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s