Memanaknai kemerdekaan


saka2
Intermezo

Hari  kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Sudah menjadi tradisi menjelang HUT kemerdekaan bangsa Indonesia diisi dengan berbagai lomba, mulai dar; makan kerupuk,lari kelereng, lompat karung, panjat pinang, dan lain-lain. Kita juga melakukan kerja bakti di kampung, di desa, bahkan di kantor-kantor. memasang bendera, umbul-umbul dan gapura diujung-ujung gang (lorong) rumah. Warna merah putih menghiasi, mendomonasi  jalan-jalan dan perkampungan.

Tanggal 16 malam diisi dengan tirakatan, mengenang perjuangann pahlawan kita melalui para sesepuh dan ada tumpeng sebaga rasa syukur atas kemerdekaan yang diberi oleh Tuhan.Puncak Detik-detik Proklamasi yang akan berlangsung pada tanggal 17 Agustus diadakan pawai dan karnafal  hari kemerdekaan di jalan-jalan perkotaan.

Kumerenung jauh tak berujung ,Bisik  lirih berkata,”Apa ini yang disebut kemerdekaan?”, “Apa ini arti kemerdekaan?” ,“Mau dibawa kemana bangsa ini? . Dimana sisa-sisa linangan  darah  para pahlawan bangsa ini?” . “Bangsa ini belum merdeka Belum merdeka!” dengan suara lirihku.“kita masih dirantai dibelenggu oleh kekuasan birokrasi kapitalis, dan dijajah oleh para  birokrat yang dipercaya  untuk mewakili aspirasi rakyat Justru menjadi “pelacur”. Mereka melacurkan diri mereka  untuk uang, mereka menjadi budak  uang. Mereka ini menipu rakyat dengan jiwa sok nasionalis yang mengahabiskan waktu kalian untuk pesta dan uang semata. para birokrat yang berkuasa tak beda dengan para pengkhianat bangsa di zaman Perang , yang justru membawa kehancuran bangsa ini, jerit dari hatiku yang lirih. Apakah kita harus tinggal diam…kita harus berjuang dan berdoa !

Kemerdekaan  bukan hanya  slogan , kemerdekaan  harusnya  menjadi sarana yang dinamis dalam memaknai  arti kemerdekaan dalam kehidupan masyarakat. Bangsa yang merdeka haruslah menjadi bangsa yang mudah menyesuakan  diri  terhadap realitas kehidupan . Kemerdekaan harus diisi dengan kecerdasan warganya. Kemerdekaan mengajarkan kita untuk tidak melihat kebelakang tetapi menatap ke depan.

Jika Kemerdekaan hanya dirasakan oleh segelintir orang yang tujuannya menjadi “pelacur” (walaupun tidak semua) maka harapan di dalam kemerdekaan menjadi percuma dan sia-sia.  Cita-cita  kemerdekaan  bangsa ini dapat terwujud jika  dibangun bersama dengan kekuatan etika moral budaya di tengah-tengah masyarakat yang majemuk,   dan hal ini dibutuhkan penyesuaian. Jika ini terjadi,  kemerdekaan  akan berkembang dalam budaya bangsa yang berintegritas tinggi.  Kemerdekaan seharusnya membawa kesadaran bangsa dan menjadi kendaraan  ke arah yang diharapkan dan dicita-citakan oleh para pejuang kita.

kontemplatif

kemerdekaan sudah terjadi sejak dilahirkan. Sebab itu tidak ada yang bisa menghalangi Kita untuk merdeka, Kemerdekaan adalah hak  setiap manusia!,
untuk berlomba mencari ruang  untuk  berkreasi, dan berekspresi, juga mengeksplor apa yang ada dalam diri untuk dibagikan . Kemerdekaan itu bagaikan burung Rajawali melintasi Gunung tinggi, melintasi langit biru dan dapat melintasi badai hidup, dalam artian Kita bisa melihat segala sesuatunya dalam perspektif yang lebih luas.

Hidup yang merdeka  tidak selamanya bebas sebebas yang kita inginkan karena di dalamnya ada tanggung jawab. Kemerdekaan hidup merupakan Anugerah Tuhan yang wajib kita “junjung tinggi” . Merdeka yang bertanggung jawab itu baik. Kemerdekaan adalah milik dan hak setiap manusia, kemerdekaan itu Universal tanpa ada perbedaan, sebagaimana karya keselamatan Yesus.

Itulah gambaran kehidupan orang percaya, Sebelum kita menerima yesus dengang sungguh, diri kita dibelenggu dan dijajah oleh rupa-rupa dunia . Bapa melalui Kristus  membuka jalan untuk kita dapat terbebas dari jajahan rupa-rupa duniawi, supaya kita sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan yang hakiki.  Tuhan mau kita semua mengalami kemerdekaan itu. Bukan lagi  dijajah oleh karakter-karakter yang jelek, dan nafsu-nafsu jahat. Dan Tuhan mau kita mengalami benar-benar kemerdekaan sejati.

Tuhan panggil kita untuk menjadi agen pembaharuan sejati yang membawa dampak bagi lingkungan di sekitar kita yang masih banyak yang terjajah dan terbelenggu oleh dosa dan problema hidup. Mari kita doakan, agar bangsa Indonesia yang menghirup udara kemerdekaan selama enam puluh tujuh tahun ini mengalami kemerdekaan sejati dan sepenuhnya. Soli Deo Gloria… 

Galatia 5:1Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

M E R D E K A– By: Martha Belawati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s