Jangan meratap (Message from heaven 10)


Pepatah India Kuno : “Saya akan terus-menerus mengeluh karena tidak mempunyai sandal, sampai berjumpa dengan orang yang tidak mempunyai kaki”.  Ada juga pepatah yang mengatakan: ‘Lakukan sesuatu jangan cuma mengeluh’ .

Berbagai tantangan, kebutuhan, dan asa setiap orang tentunya berhadapan dengan perubahan yang terjadi seiring perkembangan zaman. Seringkali manusia memang cenderung lebih mudah meratap atau bersungut-sungut daripada bersyukur; lebih mudah melihat hal-hal yang kurang daripada hal-hal baik dalam hidupnya. Seperti itulah sikap umat Israel. Kasih dan pemeliharaan Tuhan kepada mereka selama berada di padang gurun begitu jelas—mulai dari mengirimkan tiang awan dan tiang api untuk menuntun mereka, sampai mengirimkan burung puyuh dan manna untuk makanan mereka—tetapi tetap saja mereka suka mengeluh.

Sikap suka meratap ini tidak ada gunanya. Dan Tuhan juga tidak senang. Karenanya harus dilawan; jangan dituruti, apalagi dijadikan kebiasaan. Caranya, fokuskan pikiran pada hal-hal yang baik dalam hidup ini, dan berusahalah untuk selalu berkata positif.  Jika anda hanya selalu berpikir dari segi dunia, maka semakin anda akan di liputi rasa takut, gelisah, kuatir, dll. Tapi jika anda selalu berpikir perkara yang di atas, maka suasana hati pasti kan berbeda. Untuk itu janganlah bersusah hati akan hal duniawi. Jika sanggup, maka lakukanlah…Jika tidak, janganlah bersusah hati…Semakin memaksa diri sendiri mengerjakan apa yg tak bisa, maka semakin hadir penderitaan itu dlm hati anda.

Dalam menjalani hidup yang digariskan  mungkin ada  pahit getir yang kita rasakan. Seperti hidup yang kadang terasa manis, maka kegetiran menjadi sebuah keniscayaan. Hal yang terbaik adalah senantiasa pasrah atas ketetapanNya karena dibalik itu Tuhan mempunyai rancangan untuk Anda dan berbuatlah yang terbaik untuk Nya. Bukan meratap, sebab hanya mereka yang tak beriman yang senantiasa putus harapan.Jangan pernah mengeluh akan apapun juga, terlebih pada setiap permasalahan yg kita hadapi.
Karena itu berhentilah meratap karena tidak mempunyai ini dan itu sebab dibalik penderitaan yang sedang kita rasakan menuntut sebuah perjuangan untuk menantangnya sambil bersyukur dengan mata yang tertuju kepada setiap kenyataan hidup yang sedang terjadi disekitar kita bahwa ternyata ada orang lain yang lebih menderita dari kita tetapi mereka tetap berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
Jika ratapan Anda tidak menghasilkan apa-apa untuk apa Anda masih meratap? Takan pernah ada resolusi, sebelum Anda bangun dan bangkit pergi meninggalkan protes dalam diri Anda. Jangan cuma meratap, mengeluh, dan protes, sementara Anda tidak melakukan Apa-apa. 
Meratap dan mengucap syukur itu soal pilihan. Pilihlah untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal. Karena  dengan meratap Anda hanya menghabiskan waktu dan melemahkan jiwa. Maka bersemangatlah!. Banyak di sekeliling kita selalu meratap akan sesuatu yang ada di dunia saja, memang tak bisa di pungkiri sebab kita tak kan pernah terlepas dari hal duniawi. Namun tau kah anda firman TUHAN berkata…“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2).
Mari bangkit, mulai hari-hari Anda dengan berusaha tidak meratap . Ingat,  setiap manusia dihadapkan pada sebuah pilihan, meratap atau bangkit berbuat sesuatu masa depan Anda.
Jalani hidup ini dengan “canda tawa”  dengan orang-orang dilingkungan sekitar Anda dan hadapi realitas ini.
Tindakan Anda lebih bernilai dari ratapan-ratapan Anda.
Serahkan semuanya dalam tanganNya, syukuri apa yang ada, dan berhentilah mengeluh. Tuhan kita adalah Bapa yang peduli.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s