Diberkati untuk menjadi berkat (Tema Minggu 2 September 2012)


Bacaan: Kejadian 26:1-11

Rom 8:17  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Intermezo

“ Diberkati untuk menjadi berkat.”?

Kata-kata “diberkati untuk menjadi berkat”  bagi orang kristen kedengarannya tidak asing lagi karena kita sendiri juga sering mengucapkannya atau kata-kata ini sudah menjadi bagian dalam pelayanan yang merupakan  jargon para hamba tuhan.

kalimat ini menunjuk pada, ” kita diberkati untuk menjadi berkat”.  Dengan pengertian bahwa sebelum kita diberkati maka kita tidak akan menjadi berkat. Jadi kalimat “Kita diberkati menjadi berkat” dapat kita sejajarkan dengan Kejadian 22:18, “Oleh keturunanmu, semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat…”, dimana saya menekankan kata “Oleh keturunanmu” (through your offspring) atau “melalui” dipakai/dianalogikan menjadi alat atau sarana berkat. Dengan kata lain kita bukan “berkat” tetapi kita hanya dipakai sebagai sarana berkat

Siapa sih  yang tidak ingin hidupnya diberkati Tuhan ?  hanya orang nggak “waras” mungkin. Setiap orang,  dengan tidak memandang latar belakang orang tersebut pasti hidupnya ingin diberkati . Sehingga hal berkat seringkali menjadi prioritas bagi orang Kristen. Jika ini terjadi/mungkin sudah terjadi maka kita sedang keluar jalur dari apa yang Tuhan telah sediakan dalam hidup kita. Kita perlu memahami dengan cermat pengertian atau pemahaman “berkat” dengan benar. Sebenarnya  Yang harus kita pahami dibalik  “diberkati untuk menjadi berkat” bukan berkatnya tetapi PERINTAH TUHAN. Dengan pemahaman, Tuhan  menghendaki agar melalui berkatNya, kita  menjadi berkat dan saluran berkat Tuhan bagi yang lain. Dengan kata lain, tujuan berkat Tuhan adalah untuk menjadi berkat bagi yang lain.

Kontemplatif

Nafas kehidupan yang yang hingga kini ada dalam diri Anda dan segala sesuatu yang terjadi didalam kehidupan Anda adalah berkat. Baik “suka” maupun “duka”. Anda mengalami sukacita,kesuksesan, tentram dan damai itu adalah berkat…Anda mengalami duka, kegagalan, sakit penyakit, putus cinta, dan masih banyak lagi yang lainnya itu, dimana seolah-olah Anda tidak terberkati, tapi itu  semua adalah berkat, dalam artian segala yang boleh terjadi karena Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk Anda dan itu adalah janji Tuhan.

Jangan biarkan berkat/kekayaan membuat Anda bergantung  . Kekayaan/berkat seharusnya menumbuhkan rasa syukur dan membuat Anda bisa mengerjakan banyak hal yang Tuhan percayakan kepada Anda. Kita harus senantiasa menyadari bahwa kekayaan/berkat yang kita miliki merupakan anugerah Tuhan. Kekayaan/berkat yang Anda peroleh juga menjadi alat bagi Anda untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain, khususnya bagi keluarga Anda dan bagi orang-orang yang memiliki relasi dengan Anda.

Kita dipanggil dari kegelapan menuju  terang-Nya yang ajaib itu karena kita akan mendapatkan  berkat dan untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Sebab itu dalam segala keadaan, termasuk di saat-saat yang sulit sekalipun kita harus menjadi berkat. Itulah kehendak Tuhan.

Banyak diantara orang Kristen saat ini telah tersesat arah dan tujuannya,  mengapa Tuhan telah memberkati mereka dengan kemakmuran.
Mereka menganggap  itu untuk kebaikan dan keuntungan mereka sendiri, tapi perspektif Tuhan sangat berbeda.
Sebagai contoh, ini adalah apa yang penulis Ibrani katakan dalam Ibrani 13:16, “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” 

Anda renungkan, Tuhan memberkati kita supaya kita menjadi berkat!
Ini  seharusnya menjadi motivasi utama Anda untuk menginginkan berkat dan berdoa untuk berkat Tuhan dalam hidup kita. Tuhan berkata pada Abraham, “Aku akan memberkati kamu, dan kamu akan menjadi berkat.” Tuhan berkata bahwa manfaat sampingannya adalah bahwa Dia akan memberi Anda kekayaan/berkat untuk dinikmati. Tapi arus utama tujuan Tuhan dalam memberkati kita adalah agar kita dapat membantu orang lain.

Dia telah memberikan saya talenta dalam menulis dan  talenta yang Tuhan beri untuk memberkati orang lain. Jadi prinsipnya sederhana, diberkati untuk menjadi berkat. Melalui Renungan yang saya tulis  ini saya dapat melipat gandakan talenta yang Tuhan beri, saya dapat terus dan terus belajar agar talenta saya tidak kembali diambil olehNya.

Intinya adalah, ingatlah siapa yang memberikan kalian talenta untuk melayani. Kembalikan yang terbaik kepadaNya karena Dia juga telah memberikan yang terbaik untuk kita. Diberkati untuk menjadi berkat.

Saudara-saudara, kita dipanggil untuk menjadi berkat, dan jika kita taat melaksanakan panggilan kita itu maka Tuhan juga akan menyatakan berkat-berkatNya kepada kita yaitu dengan memberikan kepada kita hari depan yang penuh pengharapan (Yer 29:10-14). 

By: Martha Belawati

 

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Diberkati untuk menjadi berkat (Tema Minggu 2 September 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s