Ketaatan terhadap Firman Tuhan (Jumat, 7/9-2012)–(Pelkat Perempuan)


Bacaan :Kejadian:28:1-9

28:4 Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkatyang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memilikinegeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham.”

Inter mezo

Dalam tradisi bangsa Israel yang menekankan, bahwa sejak dahulu kala  ada larangan perkawinan dengan bangsa di luar Israel, terutama bangsa Kanaan, adalah terlarang. Tetapi  kepergian Yakub  juga dihubungkan dengan penipuannya mengambil hak kesulungan Esau sehingga timbul ketakutan terhadap Esau kakanya (Kej 27:43).

 Ishak tidak membiarkan Yakub pergi tanpa berkat (ay. 28).  Yakub harus mencari istri di antara kerabatnya , namun yang harus paling dia perhatikan adalah mengambil bagian dalam warisan yang dijanjikan kepada Abraham.

Ishak bernubuat bahwa jika putranya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, semua berkat yang dijanjikan Allah kepada Abraham akan menjadi miliknya. Melalui Ishak, Allah memberikan kepada Yakub sebuah perintah, sebuah tantangan dan sebuah kepastian serta petunjuk untuk perjalanan tersebut.

Orang tua yang tidak dapat mengambil keputusan dengan bijaksana  dapat menimbulkan permasalahan dalam keluarga. Alkitab tanpa ragu dan malu membeberkan kisah Ishak dan Ribka yang tidak bijaksana,  membela anak kesayangan masing-masing. Mereka lupa dan tak menyadari akibat perbuatan mereka itu berakibat buruk dalam hubungan kekerabatan Esau dan Yakub . Perpecahan timbul akibat orang tua pilih kasih terhadap anak-anak mereka. Tak heran bila ada rasa dendam di kemudian hari.

Dan lagi-lagiRibka membuat kesalahan, ia kembali memisahkan kedua anaknya jauh-jauh agar tidak saling bertemu. Dengan alasan supaya Yakub mendapatkan seorang istri dari sanak keluarganya, maka Ribka mengirim Yakub ke rumah Laban disertai berkat Ishak, ayahnya. Karena Ribka  masih memegang kuat tradisi dikalangan bangsa israel tentang perkawinan sebab itu Ribka tidak suka dengan istri-istri Esau yaitu perempuan Het  . Ribka, sebagai ibu, menjadi inisiator perpecahan di antara anak-anaknya dengan dasar kasih mereka yang egois dan persoalan mereka sendiri tanpa menyelesaikan persoalan yang sebenarnya terjadi. Di kemudian hari perpecahan ini berlanjut di antara keturunan Esau dan Yakub, yaitu Israel dan Kanaan. Sungguh tragis.

Di pihak lain Ishak bersikeras memberkati Esau walau sudah tahu bahwa hal itu tidak sesuai kehendak Allah, sementara Ribka memakai penipuan untuk memaksakan penggenapan nubuat Tuhan atas Yakub tentang berkat anak sulung. Kepergian Yakub menunjukkan betapa keluarga yang semula tinggal bersama kemudian terpencar karena pertikaian saudara. Ribka sendiri menanggung akibat yang berat dari penipuannya karena setelah Yakub pergi, ia tidak pernah lagi berjumpa dengan Yakub. Ribka meninggal sebelum Yakub kembali pada keluarganya.

Dan hal itu hingga sekarang masih berlaku dalam kehidupan manusia bahkan seantero orang kristen baik dalam kehidupan keluarga, kerabat, bahkan dalam pergaulan masih membeda-bedakan

Kontemplasi

Peranan orang tua sangat penting dalam menjaga keharmonisan keluarga. Karena itu sebagai orang tua, marilah kita belajar untuk selalu taat pada kehendak Tuhan atas keluarga kita. Kita juga harus senantiasa memohon hikmat dari Tuhan supaya kita mampu membimbing anggota keluarga kita untuk senantiasa taat pada-Nya.

Banyak di antara  Anda yang bergantung pada kekuatan manusia dibanding kepada Tuhan , Kita menganggap bahwa orang yang memiliki kuasa diatas kita ini perlu ditaati karena mereka menentukan masa depan kita, sedangkan Allah hanyalah Tuhan yang disembah saat beribadah minggu di gereja. Kita lebih takut apabila tidak mentaati atasan walaupun atasan itu berbuat salah/ tidak bijaksana daripada ketaatan kita terhadap Tuhan.

Kata “ketaatan” dalam bahasa Yunani juga mengandung pengertian mendengar, menyimpan, merenungkan serta siap melaksanakan.  Bagi kita orang percaya, ALLAH menuntut ketaatan kita dan pengakuan nyata bahwa kita percaya kepada-Nya.  Ketaatan kita kepada ALLAH akan memberi arah dan petunjuk untuk kehidupan kita. Ketaatan yang sejati bersumber pada ketaatan kepada TUHAN dan tuntunan ROH-Nya.  Ketaatan kepada Allah hanya dimungkinkan jika kita memiliki hubungan personal yang baik dengan Allah. Semakin dalam kualitas persekutuan atau hubungan personal kita dengan Allah, maka kita akan semakin mampu melawan setiap godaan atau pencobaan yang datang dalam kehidupan kita.

Hidup di dalam Dia artinya adalah hidup intim dengan Tuhan dan berjalan sesuai dengan firman-Nya atau taat kepada firman-Nya. Ketaatan itu artinya adalah percaya dan lakukan! Kenapa kita bisa melakukannya? Sebab kita ada di dalam Dia dan intim dengan Dia!

Inilah berita yang harus saya sampaikan berulang-ulang, kuncinya adalah ketaatan akan firman Tuhan. Artinya Saudara percaya dan lakukan. Dan nanti Tuhan akan berbicara kepada Saudara tentang sesuatu yang rasanya tidak masuk akal, namun kita tetap harus melakukannya.

Ulangan 11:8–32, di mana Musa menyampaikan pesan Tuhan kepada orang Israel yang dibawa keluar dari tanah Mesir ke Tanah Perjanjian,

“Perhatikan baik-baik apa yang Aku katakan … kalau kamu berpegang sungguh-sungguh kepada perintah yang Kusampaikan kepadamu pada hari -hari ini, sehingga kamu mengasihi Tuhan dan beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan, maka Aku berjanji, engkau akan mengalami pemulihan dan kelimpahan!”

Mari kita berjanji di hadapan Tuhan hari-hari ini, “Tuhan, biarlah apa yang saya pikirkan, apa yang ada di dalam hati saya, apa yang saya perkatakan, dan apa yang saya perbuat; semuanya untuk kemuliaan Tuhan!”

Saya merasakan Tuhan begitu senang mendengarkan ikrar kita hari ini … segala sesuatu … apa pun yang Anda lakukan, Anda pikirkan dan yang ada di dalam hati Anda, semuanya untuk kemuliaan Tuhan!

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah      (Galatia 3:29). “Jangan pilih kasih”

Allah membutuhkan ketaatan dari para pengikut-Nya, dan Yesus menganggap ini sebagai hal yang penting. Dia bertanya, “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Luk. 6:46). Dan Dia mengajukan tantangan ini: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh. 14:15).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s