Pelayan Tuhan sebagai pemimpin umat–Minggu 16/9-2012


Bacaan: 2 Tawarikh 1:1-6

Intermezo

Selayang pandang kepemimpinan Salomo

Kepemimpinan Salomo berkaitan dengan naiknya Salomo menjadi raja di Israel mengantikan Daud setelah serangkaian peristiwa perebutan kekuasaan dengan saudara saudara kandungnya, yakni Absalom dan Adonai. Sejarah mencatat pada masa Salomo, Israel mencapai puncak kemakmuran setelah melakukan sejumlah rangkaian tindakan kepemimpinan.
Saat Salomo berkuasa tindakan pertama yang dilakukan adalah mengokohkan kerajaannya dengan menyingkirkan orang tertentu dan menegakan hukum kerajaan dan kedaulatan seorang raja. Keadilan dalam mengadili rakyatnya. Hukum ditegakkan. Memiliki program, visi, misi dan prioritas yakni membuat Bait Allah dan kemudian Istana. (Mendahulukan Tuhan. Mempunyai team work managerial yang kuat.
Penyebab kesuksesan Salomo  adalah Pilihan Salomo untuk berdoa dan memohon hikmat dari Tuhan. Dia mengandalkan Tuhan disetiap rencananya, dengan mencontoh Daud, ayahnya. Dampak dari kepemimpinan Salomo; Negara dalam keadaan damai dan aman,  unggul dalam bidang hikmat. Salomo adalah seorang yang berhikmat sampai tidak ada seorang pun seperti dia sebelum dan sesudahnya. Menjadi seorang yang berhikmat haruslah memiliki
kebijaksanaan di saat mengambil keputusan. Salomo adalah seorang pemimpin bangsa Israel  yang bijaksana.
Apa sih pengertian pelayan ?
Dalam ensiklopedi Alkitab Masa Kini hamba dijelaskan sebagai berikut: “Kata Ibrani ‘eved, ‘budak, hamba pelayan’ artinya seseorang yang bekerja untuk keperluan orang lain, untuk melaksanakan kehendak orang lain. Ia pekerja yang menjadi milik tuannya. Di luar Alkitab kata itu berarti budak; hamba yang melayani; bawahan dalam politik; keterangan tentang diri sendiri untuk menunjukkan kerendahan hati.
Dalam pandangan umum pelayan identik dengan sesuatu yang tidak ada nilainya. Oleh karena itu tidak ada seorang pun di dunia ini yang berkeinginan untuk menjadi seorang pelayan.
 Dalam kekristenan
Jika kita sebagai pelayan Tuhan yang memimpin berarti ada unsur yang  sangat esensial bahwa “memimpin” itu berarti “melayani”. “Memimpin” itu berarti “mengabdi”. “menghamba”.
Tanpa unsur “pelayanan” ini, kita hanya menjadi seorang “pemimpin yang terampil” (a skilled leader) dan seorang “pemimpin yang hanya mampu” (capable leader). Belum mumpuni, belum masuk dalam kualifikasi sebagai seorang “pemimpin sejati” (a true leader).
“Pemimpin sejati” HARUS memiliki sikap mental seorang pelayan, memiliki motivasi seorang abdi, dan bersikap seperti seorang hamba. Sekaligus, hamba yang memimpin.
Konetemplatif
“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah.” (Tit 1:7)
Tidak ada penjelasan secara rinci bahkan yang sederhana dari Tuhan Yesus, Apakah “melayani” itu. Dia tidak berkoar-koar dan mengumbar kata-kata, Ia lebih melakukan tindakan nyata. Itulah “pelayanan” ada“tindakan” nyata…Bukan “rumusan” atau “OMDO” (omong doang).
Salah satu tindakan Yesus adalah, membasuh kaki murid-murid-Nya. (Yoh.13:4,5). Bagi murid-muridnya tindakan Tuhan Yesus itu tidak dapat diterima, tak pantas seorang guru membasuh kaki muridnya, Pekerjaan ini adalah pekerjaan “hina”. Tugas seorang budak. Pelayan. Hamba.
Tindakan Yesus itu ingin memberi contoh/teladan  bahwa Ia melakukan tugas seorang “pelayan”, ia juga menekankan bahwa dirinya adalah seorang “pelayan” ! (Yoh. 13: 13,14)…Dan untuk melakukannya dibutuhkan “kerendahan hati” dan “penyangkalan diri”, Sebab tidak ada yang lebih mulia dari “kerendahan hati” dan tidak ada yang lebih luhur  daripada “penyangkalan diri”. Dengan kita melakukan tindakan sepert teladan yang yesus berikan, disitulah kita dapat membuktikan suatu kemampuan melayani sesama.
Sebab itu, tunjukkan dan nyatakan diri Anda sebagai pemimpin umat yang sejati…a true leader, melalui KERENDAHAN HATI DAN PENYANGKALAN DIRI dalam melayani.
Kata Bijak Martha
“Jika diri Anda menjadi  tolak ukur dalam pelayanan, maka pelayanan menjadi sia-sia.  Jika keteladanan Yesus yang menjadi tolak ukur pelayanan Anda, maka semua menjadi elok dan mulia dipandang mata.”
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s