Konsekuensi Dosa–Rabu 19 September 2012


Bacaan: 2 Tawarikh 6:22-25

Intermezo

Sinonim konsekuensi :akibat, dampak, efek, hasil, imbas, pengaruh, produk, resultan

Konsekwensi dimengerti sama dengan akibat yang diperbuat. Konsekwensi  pasti selalu ada di dalam kehidupan setiap manusia, karena itu merupakan suatu pilihan yang harus dilakukan oleh  manusia dalam hidupnya. Konsekwensi tidak dapat dikaitkan dengan Tuhan karena Tuhan tidak
membuat suatu perhitungan apalagi membayangkan sebuah hasil dari tindakan-Nya.

Sebenarnya apa itu dosa? Alkitab  tidak pernah mengaitkan dosa dengan diri kita sebagai makhluk ciptaan yang mulia. Artinya,sejauh kita datang dari Allah dan bersatu dengan Allah, tidak ada dosa dalam diri kita. Dosa justru muncul ketika kita menjauhkan diri dari Allah. Allah adalah kebaikan itu sendiri.  Manusia dapat berdosa karena ia diberi  kehendak bebas untuk secara sadar  memilih . Manusia memiliki Pilihan paling dasar taat atau tidak taat kepada Allah. Ketika ia memilih untuk melepaskan diri dari Allah dengan kehendak bebasnya, secara sadar, sengaja, tahu, dan mau, saat itulah ia berdosa. Tindakan di sini, mencakup segala pikiran, perkataan, perbuatan.

Di sini kita melihat suatu paradoks, artinya konsekuensi yang bertolak belakang dari tindakan dosa. Ketika manusia mau membebaskan diri dari Allah, ingin menentukan sendiri apa yang baik untuknya, ia malahan terjerumus ke dalam perbuatan dosa . Manusia kehilangan kebebasannya justru dengan membebaskan diri dari Allah. Sebaliknya, dengan terus memilih untuk menyatukan diri dengan Allah, manusia tidak akan kehilangan kebebasannya. Seperti kata Yesus dalam Yoh 8:34: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”

Dosa adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Sebagai gereja, kita bahkan mencantumkan kesadaran akan keberdosaan ini di dalam liturgi kita. Ketika kita menyatakan pengakuan dosa di dalam setiap ibadah minggu, bukankah itu sebenarnya sebuah kesadaran akan keberadaan manusia yang tidak pernah bisa lepas dari dosa?

Segala sesuatu disediakan oleh Allah itu baik dan sempurna. Tetapi karena dosa manusia masuk di dalam kesempurnaan itu, mulailah ada kekurangan di mana-mana. Salah satu kekurangan itu ialah akibat baik atau buruk dari suatu keberadaan dan pilihan manusia. Akibat itu yang maksud sebagai konsekwensi.

Dalam doanya Salamo disamping ia ingin mendekatkat bangsa Israek kepada Tuhan ia juga  mempertegas, Saat manusia berdosa dan berdoa memohon pengampuna-Nya, Tuhan pasti mengampuninya. Dia memberikan kita solusi agar kita tidak semakin jauh terlibat dalam dosa. Namun yang harus kita sadari bahwa ada suatu konsekuensi yang realistis harus kita terima atas dosa yang pernah kita lakukan.

KOntemplatif

Solusi pengampunan pasti tersedia tetapi konsekuensi dari dosa yang telah dilakukan tidak pernah dibatalkan. Itu sebabnya Allah menghendaki kita menjadi orang bijak tetapi kenyataannya roh kedagingan masih lebih mencengkram kuat dalam diri kita.

Allah begitu mengasihi ciptaanNya, namun Ia begitu membenci dosa.  Dosa membuat  kasih  Tuhan menjadi sebuah konsep yang rumit. Rumit karena di satu sisi kasih Tuhan tidak menghendaki “upah dosa”, yang merupakan konsekuensi dosa, sedangkan di sisi lain, keadilan Tuhan tidak akan membiarkan dosa menguasai kehidupan manusia begitu saja.

Namun, bila kita sudah terlanjur melakukan dosa, janganlah putus asa, segeralah ingat kepada Tuhan dan jujurlah kepada-Nya – jangan menutupi dosa dengan dosa. Dengan berbuat demikian kita melakukan Firman Allah dengan bertanggung jawab atas konsekuensi dosa yang telah kita lakukan supaya tidak terus menyebar seperti kanker jika mencapai stadium empat Anda harus bersiap-siap menerima konsekuensinya.

Bila ada seorang melakukan pelanggaran hendaknya kita memimpin orang itu ke jalan benar dengan roh lemah lembut sambil kita sendiri menjaga diri (Gal. 6:1).

Alangkah indahnya bila sesama jemaat saling mengingatkan  dan memberi motivasi bila satu bagian dari ‘anggota tubuh’ terluka kita tidak tinggal diam tetapi segera mengobati sampai sembuh sehingga seluruh tubuh mengalami kesehatan yang prima.

Jangan pernah mempermainkan Allah dan berhati-hatilah dalam bertindak karena kita menuai apa yang telah kita tabur.

Dalam Rm14:23 bahwa segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa! Dan lagi, Yakobus menegaskan dalam Yak 4:17, “. jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Yohanes dalam suratnya yang pertama jauh-jauh hari telah mengingatkan kita bahwa: “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” (1 Yoh 1:8)

Kata Bijak

Hidup adalah pilihan, setiap kita dihadapkan pada pilihandalam hidup ini,  tapi apapun itu yang kita pilih  suka atau tidak suka, kita tetap  akan bertemu dengan konsekuensi . Jangan ada kata penyesalan jika sebuah pilihan telah kita ambil. Semua keputusan ada di tangan anda, dan hidup anda itu bukan orang lain yang mengatur. tapi anda sendirilah yang mengaturnya. Hadapi sebuah konsekuensi dari keputusan itu.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s