Pelayan Tuhan meyakini panggilan serta pengutusannya (Minggu 23/9-2012)


Bacaan Alkitab: Yeremia 1:4-8

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (ayat 5)

Intermezo
   Buruknya perjalanan seseorang bisa disebabkan oleh buruknya persiapan yang dilakukannya sebelum perjalanan atau buruknya sikap mental seseorang yaitu dengan memiliki keyakinan diri yang rendah. Seseorang yang memiliki potensi/bakat/skill yang besar bila tidak mengasahnya akan tidak maksimal, sedangkan rasa percaya diri yang buruk akan menghalangi seseorang mengeluarkan yang terbaik dari apa yang dimilikinya. Yeremia telah dipilih oleh Tuhan, artinya dia punya potensi yang besar, namun ia merasa rendah diri karena muda. Dalam nats ini, Tuhan dengan firmanNya mengubah perasaan rendah diri itu agar Yeremia berubah dari seorang penakut menjadi pemberani. Apakah yang dikatakan Tuhan? Tuhan menekankan bahwa Tuhanlah yang akan menyertai setiap langkah hidupnya sehingga dia tidak perlu takut(ay.8). Sudahkah Anda yakin akan penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidupmu? Apa buktinya? …Yuk kita renungkan.
   Panggilan Tuhan terhadap Yeremia sungguh luar biasa untuk menjadi hambaNya ; “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa” (ay. 4-5). Mungkin kalimat yang diucapkan Tuhan mengagetkan dan  membuat tercengang Yerimia karena bukan hanya sebelum keluar dari kandungan ibunya bahkan lebih dari itu  Tuhan belum membentuknya dalam rahim ibunya Tuhan sudah mengenalnya.
   Tugas yang diemban oleh Nabi yeremia  sungguh berat, berbahaya  ia tidak hanya dipanggil untuk memberitakan firman kepada umat Israel saja, tetapi juga dia harus menyatakan suara kenabiannya dan firman Allah yang dapat membinasakan dan meruntuhkan kerajaan-kerajaan!

   Yeremia yang masih muda itu bersedia melaksanakan tugas pengutusan itu,  karena ia yakin  Tuhan telah mengenalnya jauh sebelum dia lahir dari kandungan ibunya dan Janji penyertaan dan perlindungan Tuhan selama dia setia melaksanakan tugas panggilannya sebagai seorang nabi (Yer. 1:8),pada diri Nabi Yeremia ini, saya melihat realitas pergumulan seorang pelayan Tuhan yang sejati!

   Hal ini terjadi bukan hanya untuk nabi Yeremia saja tetapi hal ini juga terjadi pada kita, Dia mengenal Anda luar dalam , Dia tahu niat Anda untuk berbuat yang baik maupun jahat, Dia tahu kerinduan Anda untuk melayani, Dia tahu pengharapan Anda, Dia tahu alasan Anda  yang dibuat-buat waktu Anda dipilih untuk menjadi penatua/Diaken, dan masih banyak yang lainnya. Dia maha tahu karena Dia yang membentuk Anda dan saya,tujuan, dan cita-cita Anda, jadi mengapa Anda harus kuatir tetapi  dipihak lain Anda juga harus hati-hati karena Tuhan ada dalam diri Anda.

   Banyak orang menolak melayani  karena merasa tidak mendengar panggilan Tuhan itu sebagai kewajiban, tetapi lebih kepada pilihan, sehingga  mereka yang melayani-Nya merasa terbeban.

Kontemplatif

Banyak di antara kita sering , gemar “menghayati”  firman Tuhan  untuk  pembenaran diri  dan menutupi segala bentuk sikap egoisme kita. Atau mungkin perkataan-perkataan kita cenderung  meremehkan, menyakiti dan mungkin mudah menghakimi orang lain. Sehingga seringkali perkataan dan ucapan kita mendukakakan sesama kita.

Jika Tuhan memanggil seseorang untuk tugas khusus, itu berarti Tuhan pasti akan melengkapi dan memampukan sehingga ia sanggup melaksanakan panggilan itu dengan baik, hal ini terjadi seperti panggilan Tuhan kepada Yeremia (1:4-10).

Sebelum keluar dari kandungan. Artinya, sebelum Yeremia bisa berbuat apa-apa, Tuhan sudah menetapkan dia menjadi nabi. Ini mau  mengatakan bahwa menjadi pelayan Tuhan itu semata-mata adalah ketetapan Tuhan. Karena Tuhan yang memanggil. Tuhan yang memilih Bukan kita!                 Ingatlah, ketika Tuhan memanggil Anda untuk melayani bergumullah dengan sungguh-sungguh, jangan merasa hebat, merasa mampu.

Mzm. 71:6 melukiskan kehidupan orang beriman yang hanya bersandar kepada Allah: “KepadaMulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji”.

Adapun dasar dari pelayanan kita adalah kasih kepada Allah dan sesama. Kasih adalah hukum Tuhan yang terutama, yang membuat segala yang kita lakukan menjadi berarti. Kasih juga merupakan kekuatan yang memampukan kita bertahan dalam menghadapi berbagai kesulitan pelayanan seperti yang dilakukan Yesus .

Ingatlah, jika Tuhan memanggil Anda Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Jangan takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engaku untuk melepas engkau…”

Ingatlah ,kalau Tuhan memanggil Anda untuk melayani, jangan katakan: Aku mau, karena aku bisa!

Ingatlah Juga jangan katakan: Aku tidak mau karena aku tidak bisa! Tetapi katakanlah: Aku mau, walaupun aku tidak bisa!

Proses menjadi pelayan atau presbiter itu memanglah bukan sebuah hal yang instan atau terjadi begitu saja, namun semuanya berproses  ,yang perlu kita yakini bahwa setiap langkah kita dalam melaksanakannya harus dengan sikap penyerahan diri secara utuh  kepadaNya.

Hari – hari kedepan kehidupan kita sebagai gereja akan semakin kompleks , tantangan demi tantangan akan menghadang dalam pelayanan baik dari dalam mupun dari luar untuk itu sebagai pelayan sebaiknya hanya mengadalkan kehadiran Allah Tuhan untuk menghadapi semua itu.

Dalam kita melayani Tuhan, paradigma berpikir kita harus diubah. Melayani Tuhan bukan beban, bukan sekedar iseng atau mengisi waktu tetapi melayani Tuhan adalah satu anugerah yang Tuhan berikan pada kita yang tidak Tuhan berikan pada semua orang. Minat dan kesediaan untuk melayani bukanlah satu-satunya kriteria bagi seorang pelayan. Justru kerinduan yang kuat untuk melayani harus dibuktikan dengan keinginan untuk memberikan yang terbaik dalam pelayanan.

Ingatlah  jangan lagi bimbang , katakalah “Ini aku utuslah aku” 

Ayat Mas:

Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa (1 Timotius 3:13)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s