Ikat pinggang (Pelkat PKB 27/9-2012)


Bacaan: Yeremia 13:1-11

13:9 “Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan  Yehuda dan Yerusalem. 13:10 Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan   perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya   dan mengikuti allah   lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka,   akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna   untuk apapun. 13:11 Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, i  terpuji dan terhormat j  bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar. 

Intermezo

Copas: Sejak kapan ikat pinggang ada di dunia? Usut punya usut, ternyata setidaknya 5000 tahun yang lalu ikat pinggang sudah tercatat dalam sejarah dunia. Pada waktu itu ikat pinggang digunakan sebagai tempat menggantung peralatan dan dipakai oleh para buruh pria. Belakangan ikat pinggang pun bertambah fungsinya sebagai pengetat celana agar tidak melorot. Sejak abad pertengahan ikat pinggang mulai menjadi trend bagi kaum pria, dan sekitar abad ke 19 ikat pinggang ini mulai menyusup masuk ke dalam aksesoris wanita. Ikat pinggang belakangan punya fungsi lain seperti penyeimbang dan pemberi aksen dalam berpakaian, bahkan dipakai untuk menurunkan atau menaikkan garis tubuh kita sehingga kita bisa berpenampilan lebih baik. Hari ini ikat pinggang merupakan salah satu produk penting bagi kedua gender baik pria maupun wanita, dan fungsinya pun semakin banyak. Ikat pinggang bahkan sudah memiliki trend-trendnya sendiri, sehingga jika mau up-to-date dalam berbusana, maka kita pun harus terus mengikuti setiap perubahan trend dari ikat pinggang ini.

Ikat pinggang adalah komponen penting dalam perangkat senjata karena mengikatkan senjata pada badan dan menahan berat senjata tersebut. Selain itu ikat pinggang juga merupakan pedukung bagi senjata pada bagian kaki. Ikat pinggang juga bertindak sebagai titik untuk menggantungkan senjata dan mengamankan peralatan.

Tindakan simbolis Yeremia dengan ikat pinggang lenan memberi umat itu suatu pelajaran ,yang melambangkan ikatan erat yang pernah ada di antara mereka ketika mereka setia kepada-Nya. Kini umat itu menjadi tidak berguna dan harus dibuang, sebagaimana dilakukan Yeremia dengan ikat pinggang itu. Sepanjang masa pembuangan mereka di daerah Efrat, mereka tidak akan berguna karena dosa-dosa mereka; seluruh keangkuhan dan kemuliaan mereka akan sirna.

Di ilustrasi, Tuhan katakan kalau ikat pinggang itu disembunyikan akan jadi lapuk dan nggak ada gunanya. Ikat pinggang yang dipakai itu pasti bisa dilihat orang.  Ikat pinggang juga berbicara mengenai fungsi untuk mengetatkan pakaian agar tidak longgar. Hal ini berbicara bahwa setiap Firman Tuhan  yang kita dapatkan adalah suatu kontrol terhadap perilaku  kita supaya kita tidak terpengaruh oleh tipudaya dunia ini.

Kotemplatif

Melalui drama yang dilakonkan oleh Yeremia, Allah memperlihatkan bahwa umat-Nya hanya dapat memiliki kehormatan dan kemuliaan selama mereka melekat pada Allah, seperti ikat pinggang imam melekat pada pinggang sang imam. Akan tetapi, akibat kecongkakan mereka, ikat pinggang itu menjadi lapuk, rusak, dan tak berguna lagi (13:1-11).

Ikat pinggang (kebenaran) selalu dipakai dipinggang kita untuk membentuk iman percaya kita yang membawa kita untuk selalu melakukan kebenaran sebagai salah satu perlengkapan senjata. Sayang, banyak orang Kristen menggunakan “ikat pinggang kebenaran imitasi” tanpa sadar terpengaruh bahwa kemuliaan dan kehormatan hanya terdapat dalam kekuasaan, ketenaran, dan kekayaan duniawi. Mereka mabuk oleh gemerlap dunia dan enggan untuk sungguh-sungguh mendengar dan menaati Allah. Drama ikat pinggang ini mengingatkan kita bahwa terlepas dari pinggang Tuhan, kita menjadi ikat pinggang yang lapuk dan tak berguna di hadapan-Nya.

Dalam Efesus 6:10-17–Seorang beriman haruslah diperlengkapi senjata salah satunya “berikatkan pinggang kebenaran”

Alkitab ternyata mempergunakan ikat pinggang ini sebagai perumpamaan dalam banyak kesempatan. Misalnya ketika Yesus mengajarkan murid-muridNya untuk berjaga-jaga. Mungkin pesan Yesus ini tidak lagi asing bagi kita. Kita diminta untuk tetap siap sedia setiap saat karena kita tidak tahu kapan Yesus datang untuk kedua kalinya. Hal yang mungkin luput dari perhatian kita adalah penggunaan kata ikat pinggang yang dikaitkan dengan pentingnya berjaga-jaga. Mari kita lihat ayat berikut ini. Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala…Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.  Disini ikat pinggang berfungsi sebagai tanda kesiap-sediaan dalam keadaan yang tetap terjaga. Selain ayat ini, ada hal-hal lain yang mempergunakan ikat pinggang sebagai perumpamaan.

Dan akhirnya, ketika Firman Tuhan melekat pada hidup kita sama seperti ikat pinggang yang melekat pada tubuh, ayat 11 berkata bahwa,”…demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku…” Menjadi ternama , terpuji dan terhormat di sini bukan di hadapan manusia tapi di hadapan Tuhan.

Ikat Pinggang Kebenaran sangat perlu dan selalu kita gunakan…
Spiritual warfare adalah terminology yang sudah sangat umum dalam dunia kekristenan. Pertanyaannya adalah sejauh mana terminology ini ada pada titik sadar dari kekristenan, bahwa spiritual warfare atau peperangan rohani adalah sebuah perjuangan yang harus dihadapi setiap hari. Adanya kenyataan-kenyataan minor, negative yang terjadi disekitar kita, dan hal itu berbeda dengan harapan dan tujuan kehidupan, menjadi bukti adanya kekuatan spiritual lain yang berusaha merusak tatanan kehidupan.

Musuh rohani ini bukanlah ‘darah dan daging’, atau sesuatu yang divisualisasikan secara fisik. peperangan ini adalah melawan prinsip-prinsip duniawi, (paham, Isme, semua konsep yang bertentangan dengan Kebenaran Kristus).

“Ikat pinggang” kebenaran adalah satu-satunya kekuatan rohani yang harus manusia miliki untuk dapat bertahan dalam keadaan berat sekalipun, kemudian dapat melawannya. Manusia tidak dapat meraih kemenangan menghadapi tipu daya iblis tanpa perlengkapan senjata Allah.

Kata bijak

“Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.” ( Lukas12:37)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s