Menjaga kekudusan Hidup (Pelkat GP-6/10-2012)


Kis 15:12-21

15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 

Intermezo
Pengudusan adalah proses yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Manusia tidak punya kemampuan untuk menguduskan dirinya sendiri. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah menjaga kekudusan dengan cara menjaga diri agar tidak bergaul di “tempat” yang tidak kudus. Tugas umat Tuhan adalah mempe­ngaruhi, bukan dipengaruhi. Allah mau menjaga kekudusan umat-Nya agar umat-Nya bukan hanya menjadi teladan, tetapi juga menjadi berkat bagi du­nia. Kita harus berani dan tegas dalam menjaga kekudusan. Allah menghen­daki agar kita menjadi terang dan berkat bagi dunia, tetapi di dalam keku­dusan hidup di hadapan Allah.
hidup kudus ini bukanlah hanya sebatas himbauan atau saran, tetapi merupakan sebuah perintah yang harus ditaati secara serius. Ini adalah sebuah syarat mutlak untuk agar bisa melihat perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan secara nyata dalam hidup kita. Petrus pun melanjutkan: “sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
Hidup menjaga kekudusan tidak pernah mudah. Jaman dahulu saja masalah kekudusan sudah menjadi hal sulit dilakukan oleh manusia, terlebih hari-hari ini dimana ada begitu banyak media yang menawarkan segala sesuatu yang bisa merusak kekudusan dengan begitu mudahnya. Jika dahulu orang harus mengeluarkan biaya besar untuk memperolehnya, hari ini semua tersedia dengan sangat murah atau bahkan gratis. Menjaga kekudusan semakin lama semakin dianggap kuno oleh manusia. Orang tidak lagi kagum akan orang-orang yang hidup mempertahankan kekudusan, tetapi malah menertawakan dan menganggap mereka bodoh atau kurang gaul.
Dunia terus menawarkan segala sesuatu yang bisa merusak kekudusan kita dalam berbagai bentuk yang biasanya membawa kenikmatan bagi daging kita tetapi sangatlah mematikan bagi perjalanan hidup kita. Sementara orang mau enaknya saja, mereka ingin tetap bisa diberkati dan mendapatkan limpahan dari Tuhan sepanjang hidupnya namun menolak untuk menjaga kekudusan. Mengharap berkat Tuhan tanpa menjaga kekudusan tidaklah mungkin.
Jadi, Orang kristen yang menjaga kekudusan adalah orang kristen sejat? Menurut saya orang Kristen sejati adalah orang yang mencoba melakukan yang terbaik yang dia bisa untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Orang yang mencoba melakukan yang terbaik untuk membaca alkitab en berdoa, melakukan kehendak Tuhan, setia dalam panggilan Tuhan untuk dirinya. Saya rasa nggak ada seseorang yang bisa benar-benar menilai siapa orang Kristen sejati, cuma Tuhan yang tau.
Kontemplatif
Tuhan adalah Bapa yang baik. Dia seperti seorang ayah yang punya banyak anak. Suatu waktu anak-anaknya berantem. Tapi, sang ayah tetap sayang sama semua anaknya. Begitu juga dengan Tuhan. Tuhan nggak bilang, “Yang ini yang benar, yang itu salah, yang itu benar…” Tuhan tetaplah Bapa untuk semua anak-anak-Nya, en Dia tetap bilang, “Hei.. kamu lakukan yang terbaik ya. Kamu juga, kamu juga, kamu juga… Itu udah cukup.” Apa intinya? Lakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan dengan iman, en itu udah cukup buat Tuhan.

Pengudusan adalah sebuah proses…

Untuk membangun hidup kudus, setiap orang perlu untuk bertumbuh hari demi hari dengan memegang teguh konsep dan prinsip yang benar.Proses pengudusan terjadi dalam keseharian di tengah komunitas.

Tekanan pertemanan seringkali merupakan faktor yang kuat menarik banyak anak muda dalam dosa , itu sebabnya anak muda perlu memiliki komunitas yang sama-sama bertekad hidup kudus.

Tugas pengudusan dilakukan semua lapisan masyarakat..

Orang tua, guru, para Hamba Tuhan dan para pemuda  merupakan orang-orang yang punya andil besar/ memiliki rasa tanggung jawab dalam mendampingi kaum muda untuk menjalani proses “pengudusan mereka.”

Data survey Komnas Perlindungan Anak Indonesia Maret 2007 menyatakan

Dari 4500 remaja usia 14-18 di beberapa 12 provinsi, 94% diantaranya telah melakukan oral seks, 34 % telah melakukan hubungan seks, 21,2% remaja putri telah melakukan aborsi, dan 97% telah menonton film porno, dan 93,7 telah melakukan berciuman dan bercumbu.

MASIH BISAKAH KITA MENUTUP MATA TERHADAP HAL INI?

Kaum muda sekarang butuh pembinaan, pendampingan, dan pertemanan yang tepat.

Kata Bijak

Jadilah generasi muda yang berani menentang arus dan berani tampil beda di lingkungan hidup Anda, untuk hidup dan menjaga kekudusan…Seperti Daniel berani tampil beda-Martha Belawati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s