Taat walaupun lain sendiri (Pelkat-PKB…4/10-2012)


Bacaan: Kis 5:29-33 

5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia  . 

Intermezo

Pertanyaan yang harus senantiasa ditanyakan oleh orang percaya ialah, “Apa yang berkenan di hadapan Allah?” dan bukan, “Apakah hal itu bijaksana, aman, menyenangkan dan disukai orang lain?”

Kata “ketaatan” dalam bahasa Yunani juga mengandung pengertian mendengar, menyimpan, merenungkan serta siap melaksanakan.  Bagi kita orang percaya, ALLAH menuntut ketaatan kita dan pengakuan nyata bahwa kita percaya kepada-Nya.  Ketaatan kita kepada ALLAH akan memberi arah dan petunjuk untuk kehidupan kita. Ketaatan yang sejati bersumber pada ketaatan kepada TUHAN dan tuntunan ROH-Nya.  Ketaatan kepada Allah hanya dimungkinkan jika kita memiliki hubungan personal yang baik dengan Allah. Semakin dalam kualitas persekutuan atau hubungan personal kita dengan Allah, maka kita akan semakin mampu melawan setiap godaan atau pencobaan yang datang dalam kehidupan kita.

Kontemplatif

Banyak di antara  Anda yang bergantung pada kekuatan manusia dibanding kepada Tuhan , Kita menganggap bahwa orang yang memiliki kuasa diatas kita ini perlu ditaati karena mereka menentukan masa depan kita, sedangkan Allah hanyalah Tuhan yang disembah saat beribadah minggu di gereja. Kita lebih takut apabila tidak mentaati atasan walaupun atasan itu berbuat salah/ tidak bijaksana daripada ketaatan kita terhadap Tuhan.

Ketika anda mendengar kata “taat”, apa yang muncul di pikiran anda? Gambaran “positif” atau “negatif”? Apakah anda menyukai “ketaatan”? Ada orang yang tidak suka “taat” karena merasa kebebasannya dibatasi.  Anak-anak umumnya tidak suka mentaati perintah orang tuanya. Apa reaksi mereka ketika orang tua meminta mereka belajar dulu baru boleh main? Atau selama seminggu ini tidak boleh menonton televisi karena sedang menghadapi ujian semester? Apakah mereka taat kepada perintah orang tua? Anak-anak suka taat pada sesuatu yang mereka sukai. Mereka tidak suka taat pada perintah yang mereka tidak sukai. Inilah kecenderungan yang Cenderung mengikuti keinginan sendiri.

Ada orang yang tahu berzinah itu dosa, tetapi ia tetap saja melakukannya dengan berbagai alasan yang dicari-cari. Pasangannya tidak menghargai dia. Pasangannya tidak mengasihi dia. padahal penyebab yang sesungguhnya adalah ia tidak bersedia meninggalkan dosa yang memberi dirinya kenikmatan. Tahu salah tetapi tidak mau taat kepada perintah Tuhan: “Jangan berzinah”.

Kita tahu berbohong itu tidak benar, tetapi berapa sering kita berbohoing kalau ditanya:, “Mengapa terlambat?” Alasannya macet. Kita berbohong ketika ditangkap polisi lalu lintas, berbohong demi mendapat order, berbohong ketika ditanya istri. Mengapa kita berbohong padahal tahu perintah Tuhan: ”Jangan berdusta”? Banyak orang berkompromi terhadap dosa demi sebuah keuntungan pribadi. . Ini semua menunjukkan bahwa integritas orang Kristen tidak lebih baik daripada integritas orang yang belum kenal Tuhan.

Berbagai alasan untuk bersengkongkol senantiasa muncul untuk mencari pembelaan…  “kita memang manusia”, “maklum, banyak kelemahan” atau “dagingnya sudah basi”.  Masalah yang sebenarnya hanya satu: kita tidak mau taat sepenuhnya kepada Tuhan. Taat memangtidak bisa dipaksa. Ketaatan yang lahir karena terpaksa atau takut, hanya akan bertahan sementara. Taat pada Tuhan perlu dibangun di atas hati yang mengasihi dan menghormati Tuhan.

Apa dan bagamana sebenarnya ketaatan itu

1.TAATLAH KARENA KASIH

2. TAAT ADALAH KARENA MENGERTI PRINSIP KETAATAN DAN OTORITAS

3. TAAT ADALAH KARENA IMAN

4. TAAT ARTINYA MEMBAYAR HARGA

Allah sangat menghargai “ketaatan”. Tuhan tidak mau hidup kita tidak taat, karena ketidaktaatan akan melahirkan pemberontakan dan orang tersebut akan diserang oleh kuasa gelap. Anak-anak kita mengalami sakit penyakit. Usaha kita gagal atau ‘dimakan’ orang. Pernikahan kita di ambang bahaya, dan sebagainya. Kompromi terhadap dosa membuat kita tidak akan peka lagi kepada suara Tuhan.

Jika kita tinjau semua khotbah yang kita dengar Mungkin inilah simpulan pikiran kita , semua adalah tentang ketaatana papun bentuknya, semua tentang ketaatan

“AOD”

Bapa, ampuni kami yang egois ini

Mungkin kami sudah bosan dengan apa yang kami dengar

Tapi kami tak ingin sertaMu lenyap dari kami

Kami tahu ini keegoisan kami

Ampuni kami yang tak mempercayaiMu penuh

Tolong kami yang tak percaya ini

Biar kami taat dengan perintahMu

Kata bijak

Berusahalah taat dan jujur, sekecil apapun. Ketika anda taat pada-Nya dan melakukan sesuai Firman-Nya, Dia sanggup memberkati anda berlipat kali ganda. Lakukan bagian Anda, dan Tuhan akan melakukan bagianNya.-Martha belawati

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s