Berani menderita (Ibadah keluarga-Rabu 3/10 2012)


Bacaan: Kis 5:17-25

“Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Kisah 5:20

Intermezo

Kitab Kisah Para Rasul adalah potret    para rasul/orang kristen mula-mula  menjalani tugasnya sebagai penginjil. Ada  motivasi yang kuat  dan campur tangan Tuhan yang menjaga, melindungi dan membimbing para rasul untuk melakukan tugas-tugasnya  itu dengan baik dan benar, bahkan penuh keberanian.

Kesaksian yang mereka lakukan  dengan penyerahan diri sepenuhnya. Mereka adalah para saksi mata yang menjadikan   ketaladan, kesetiaan dan keberanian Tuhan Yesus.  Sehingga tidak ada lagi rasa takut ataupun gentar atas ancaman manusia siapapun. Kebenaran yang dinyatakan menimbulkan reaksi yang berlebihan  dari orang-orang yang beralasan merasa dirugikan (hamba Tuhan yang palsu).

Dalam perikop ini, para hamba-hamba Tuhan yang palsu yang sudah tidak lagi melayani Tuhan, Bukannya introspeksi diri, mereka malah memenjarakan para rasul, mengancam dan memaksa mereka untuk tidak lagi memberitakan Injil . Mujizat keselamatan yang dibuat malaikat tetap saja tidak menyadarkan mereka bahwa Tuhan sendiri sudah berpihak kepada para rasul itu. Mata mereka sudah dibutakan oleh iri hati. Iri hati selalu merupakan salah satu motivasi manusia yang sangat kuat dan dahsyat pengaruhnya. Tuhan sebenarnya masih in control dan mengutus malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi orang-orang yang taat dan patuh melakukan Kehendak-Nya.

Di sini dapat kita lihat mereka  begtu consern dalam menjalankan tugas itu, Paulus malah tercatat sebagai pembuat tenda demi mencukupi kebutuhan hidup se-hari2. Concern  para rasul adalah memberitakan Injil di dalam dunia ini, memberi kesaksian hidup dengan meneladani Kristus, bukan membangun suatu gereja yang besar-megah agar nanti boleh hadir tampil sebagai seorang great leader jemaat besar.

 

kita harus berpikir karena Kekristenan penuh pengajaran yang perlu dicerna secara “akali” disamping iman. Hanya manusia yang dimampukan Allah untuk berpikir  dapat  mengerti Kehendak Allah. bukan sebaliknya (Roma 10: 2)… Ketekunan tanpa pengetahuan sama buruknya dengan pengetahuan tanpa ketekunan

Kontemplatif

Hambatan utama gereja di dalam memberitakan firman Tuhan  seringkali timbul akibat musuh dari dalam. Gereja yang nampak  sehat dan bertumbuh bukan merupakan jaminan bahwa tak akan ada masalah dan tantangan, baik dari dalam maupun dari luar. Karena ketika Allah berkarya secara luar biasa di dalam dan melalui gereja-Nya, Iblis tidak tinggal diam. Ia akan bekerja keras untuk merusak dan menghancurkan.

Mudah sekali kita goyah, pada waktu seorang hamba Tuhan yang masih muda melayani, tahun demi tahun melayani makin melihat betapa banyak hamba Tuhan, rekan-rekan sepelayanan akhirnya satu-persatu pergi meninggalkan Tuhan. Betapa mudah kita berpikir mungkin ada yang salah di dalam pelayanan kita. Kalau kita sudah tekun begitu lama melayani dengan sungguh, dengan penuh dedikasi  tetapi kita tidak menyaksikan begitu banyak orang datang berlimpah-limpah mengikuti kebaktian. Mungkin mudah kita goyah dalam perjalanan kita mengikut Tuhan hari demi hari. Dengan kesungguhan kita mau terus cinta Tuhan; dengan etika yang jujur kita bekerja; dengan keberanian menolak segala cara tipu muslihat demi untuk mendapatkan banyak kekayaan dengan cara yang mudah. Tetapi justru di tengah-tengah cara hidup seperti itu, ternyata hidup kita tidak lebih lancar dan lebih sukses daripada orang-orang lain.

Itulah sebabnya bagi saya ini merupakan bagian yang sangat penting sekali, ketika Tuhan ingin membentuk hambaNya di dalam satu pelayanan. Pelayanan itu tidak gampang dan tidak mudah, sama seperti hidup setiap kita tidak gampang dan tidak mudah. Terkadang muncul perasaan pain of loneliness. Pain itu lebih menyakitkan lagi ketika sudah memberikan kepada Tuhan semua yang terindah, semua yang terbaik, namun satu-persatu orang-orang itu pergi meninggalkan Tuhan.

Sebab itu, Tuhan menghendaki kita untuk mengikuti jejak jemaat mula-mula dan melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita saat ini yaitu menjadi saksiNya . Melakukan  Amanat Agung Tuhan tersebut memang bukan pekerjaan mudah (seperti menyapu, mencui, ngepel dan setrika, dan sebagainya) ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:

1. Kita harus memiliki ketaatan.

Ketika malaikat Tuhan menemui para rasul yang berada di penjara dan  melepaskannya, serta berpesan kepada mereka untuk pergi dan memberitakan Inil kepada semua orang, “Mereka mentaati pesan itu dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.”(Kisah 5:21a).  Jadi, ketaatan adalah kunci utama untuk bisa menjadi saksi Tuhan. Tanpa ketaatan, mustahil kita akan sukses.

2. Kita harus memiliki keberanian.

Keberanian yang dimaksud bukanlah tanpa dasar atau nekat, melainkan keberanian karena melakukan kebenaran dan merespon panggilan Tuhan (baca Kisah 4:31). Kita sering tidak berani memberitakan kebenaran firman Tuhan kepada orang lain karena kita sendiri belum hidup  dalam keteladanan.

Kehadiran Roh Kudus selalu membawa dampak luar biasa bagi gereja Tuhan, karena Ia seperti api. Ia menerangi kehidupan kita, Dia membakar semua dosa dan ketidakmurnian hati supaya hati dan hidup kita timbul seperti emas yang telah dimurnikan.

Iman yang sejati menjadikan seseorang berani menderita demi kebenaran daripada menikmati kesenangan dari dosa.

Kata bijak

“Jika Anda sedang bergumul dalam penderitaan bertahanlah,berusahalah. Penderitaan tidak dapat mengalahkan iman walaupun iman Anda hanya sebesar biji sesawi. Setialah dalam penderitaan Anda untuk selalu hidup benar di jalan Tuhan karena itu lebih berharga daripada kenikmatan yang semu. Keberanian dalam melawan penderitaan tidak dapat dibeli”. Martha Belawati

Anda tidak perlu membuat secangkir teh buat Tuhan. Anda tidak perlu memijiti Tuhan. Yang Anda perlu lakukan hanyalah menjalani hidup ini sesuai firman Tuhan. Tetap menjaga ucapan-ucapan, tetap mensyukuri segala yang Dia telah berikan untuk Anda, maka Anda akan membuat Dia sangat senang. Ketika Anda bersyukur, menyanyikan puji-pujian bagi Dia, hidup kudus dan menjadi imam yang baik bagi keluarga anda, dan peduli pada keadaan orang-orang disekeliling Anda, Anda menyenangkan Dia. Ini saatnya untuk bersyukur, berterimakasih, dan menyatakan cinta pada Tuhan. Segala puji dan hormat bagi Dia!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s