Taat dan berserah kepada Tuhan (Rabu 10/10/2012


Kis 16:19-24

16:23 Setelah mereka berkali-kali didera  , mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara   diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 

Intermezo

Roma 6:13 “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.”

“Hati yang menyembah adalah hati yang berserah.”

Berserah

Berserah adalah kata yang tidak disukai bagi para MOTIVATOR, karena identik dengan penyerahan total/kalah sebelum berperang. Ini seperti menyiratkan ketaklukkan, dan tak seorang pun ingin menjadi pecundang. Berserah membangkitkan gambar yang tidak menyenangkan dari mengakui kekalahan dalam pertempuran, atau menyerah pada lawan yang lebih kuat. Kata ini hampir selalu digunakan dalam konotasi yang negatif. Seperti penjahat yang  berserah kepada pihak berwenang. Apakah benar?

Kalimat ini sangat sering kita dengar diucapkan orang-orang beriman dalam percakapan mereka sehari-hari, baik di gereja maupun di luar gereja, di pasar- pasar, di mal-mal, di jalan atau di tempat-tempat lain. Kadang orang mengucapkan perkataan ini tidak memahami maknanya secara jelas, karena “berserah” sering rancu dengan “pasrah”. Padahal bila kita mau menyelidiki maknanya akan kita temukan perbedaan yang cukup jauh, sehingga dalam memahami kalimat “Berserah kepada Tuhan” mempunyai pengertian yang tepat dan jelas sesuai dengan yang dimaksud dengan pengajaran Tuhan Yesus.

Berserah adalah kata kerja aktif yang bermakna menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah karena percaya, bahwa Allah akan memeliharanya dan memberikan yang terbaik kepadanya. Sedangkan Pasrah adalah kata kerja pasif yang bermakna menyerahkan segalanya kepada Allah karena ia sudah tidak berdaya lagi, atau telah menyerah kalah, tidak dapat melawan lagi. Mencerminkan keputusasaan.

Ketaatan
Konsep umum dari ketaatan baik dalam Perjanjian Lama dan Baru berkaitan dengan pendengaran  kepada otoritas Tuhan. ketaatan adalah “mendengar Firman Tuhan dan menjadi pelaku Firmannya.” Jadi, ketaatan alkitabiah berarti, cukup, mendengar, percaya, tunduk dan Berserah kepada Allah dan menaati Firman-Nya.

Taat itu: -mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan, – menolak apa yang tidak Tuhan perintahkan, -menyenangi apa yang disenangi Tuhan, – membenci apa yang Tuhan benci.

Dalam dunia yang kompetitif ini kita diajarkan untuk tidak pernah berhenti mencoba, pantang menyerah, dan tidak pernah berserah – jadi kita tidak mendengar banyak tentang berserah. Jika menang adalah segalanya, berserah tidak terpikirkan.

Namun, Alkitab mengajarkan kita bahwa daripada mencoba untuk menang dan menaklukkan, kita justru seharusnya berserah dan taat. Bingung kan?

Kontemplatif

Sebenarnya berserah yang dimaksud dalam Alkitab menunjuk pada sebuah ketaatan, Tuhan ingin kita tidak mengandalkan diri sendiri karena diri kita memiliki keterbatasan, Tuhan ingin kita bereserah dan taat pada-Nya karena Dia tau dunia itu jahat manusia tidak dapat menanganinya sendirian, manusia butuh seorang “konselor”/penasehat ajaib.

Petrus mencontohkan sikap yang berserah ketika, setelah semalaman gagal menjala ikan, Yesus menyuruhnya untuk mencoba lagi: “.. Guru, kami telah bekerja keras sepanjang malam dan tidak menangkap apa-apa. Tapi karena Engkau berkata demikian, aku akan menebarkan jala.” Bahkan sekalipun itu tidak masuk akal menurut batin Petrus

Berserah dan ketatan kepada Tuhan bukanlah sekedar teori atau olah pikir tetapi harus melalui pergumulan iman di dalam praktek kehidupan, dimana seorang beriman setelah mengalami pergumulan itu akan mengerti, memahami dan menghayati apakah makna dari berserah dan ketatan yang sesungguhnya.

Ketika Anda menaruh iman Anda dalam Yesus Kristus, sebuah tanda akan dikalungkan di leher Anda yang mengatakan, “Di bawah manajemen baru.”
Anda sekarang adalah milik Yesus Kristus, dan Dia tidak beroperasi pada program paruh waktu.

Kata bijak

Marilah kepadaku , semua yang letih dan lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikul lah kuk yang kupasang dan belajarlah pada Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban Ku pun ringan. (Mat.11:28-30) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s