Perabot yang berguna (Rabu, 17/10-2012)


Bacaan :2Tim 2:22-26

Bacaan ini adalah nasehat Paulus kepada Timotius yang hendak menjadi hamba Tuhan. Agar hidup pelayanannya berhasil dan dikenan bahkan menjadi berkat bagi orang-orang disekitarnya  , Timotius diminta untuk tidak mengejar nafsu orang muda  (ayat 22), tetapi menyalurkan energi dan waktu untuk hal-hal yang lebih berguna. Tidak membuang waktu untuk sesuatu yang mangada-ada atau bodoh (ayat 23), tetapi mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan damai sejahtera. Melalui setiap nasehat ini, Paulus ingi  agar Timotius hidup seefektif  dan menjadi “hamba” dalam melayani Allah.

 Intermezo

Manusia sangat memahami bahwa hidup itu harus memilih antara yang “hitam atau putih”, yang berguna dan yang tidak berguna, dan lain-lain. Hidup adalah pilihan. “Orang bodoh membuat rumahnya di atas pasir tiada alasnya akan tetapi  jika hujan badai datang rumah itu pasti roboh karena tidak memiliki kekuatan , tetapi   orang pandai membuat rumahnya diatas batu karang yang teguh jika hujan badai datang dia akan tetapi teguh takan goyah”.

Orang yang berhikmat dengan hati-hati ia memilih perabotan apa yang digunakan olehnya untuk membantu dalam melakukan pekerjaannya. Karena begitu banyaknya perabotan tersimpan rapi  dalam “gudang” orang-orang berhikmat, yang suatu saat  dia akan menggunakannya sesuai dengan kepentingannya. Tetapi dari semua perabotan itu tentunya ada skala prioritas atau yang multi guna.

Jika kita ingin menjadi perabot yang berguna.

2 Timotius 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Anda pasti tidak asing dengan istilah Very Important Person (VIP). Ini berbicara tentang orang yang mendapat pelayanan, perhatian dan perlakuan khusus (special) dalam satu acara, kegiatan atau kelompok tertentu. Nah, bukankah kita juga sering berkata, bahwa Kristus adalah Very Important Person dalam hidup kita, bahkan Dia adalah Most Important Person bagi kita, Itu tak salah! Nah, sebagai Timotius-Timotius di jaman sekarang yang perlu kita pertanyakan pada diri kita saat ini, apakah Kita benar-benar merupakan Most Important Person di dalam setiap aspek hidup kita?
Kontemplatif
Kita perlu membersihkan  manusia rohani kita dengan “sunlight + anti- bakteri”, agar kapasitas kita boleh diperbesar dari waktu ke waktu dan menjadi perabot yang berguna untuk menghadapi berbagai perubahan yang terjadi. Karena itu, kita perlu terus membangun dan memiliki nilai-nilai hidup kita yang baik berdasarkan firman Tuhan, agar kita boleh senantiasa memperbesar kapasitas manusia rohani kita. Karena Tuhan menginginkan “perabot yang bersih”.
Tuhan itu kudus dan mulia, karena itu kita juga harus kudus dan mulia. Kalau Tuhan mulia, maka rumahnya juga pasti mulia dan dimuliakan. Sebuah rumah selalu diisi dengan berbagai perabot, seperti kursi, meja, lemari, kulkas, televisi, , tempat tidur, dlsb. Demikian juga rumah Allah mempunyai perabot-perabot yang yaitu saya dan saudara. Tuhan mau pakai kita menjadi perabot-perabot di rumahNya yang besar.
Dalam rumah yang besar, ada perkakas yang mulia yaitu dari emas dan perak, dan ada perkakas yang kurang mulia yaitu dari kayu dan tanah. Zaman dulu, jika para raja mengadakan pesta, mereka akan memerintahkan para pelayannya  untuk mengeluarkan perabot-perabot emas yang terbuat seperti cangkir dari emas, cawan dari emas, nampan dari emas, dlsb. Di rumah kita juga tentu demikian. Kalau acara-acara istimewa dipakai perabot-perabot yang mahal dan berharga, tetapi kalau untuk sehari-hari cukup perabotan yang biasa-biasa saja.
Setiap kita  selalu mencari yang berkualitas. Tuhan juga menghendaki supaya gereja Tuhan menjadi perabot yang mulia seperti emas dan perak. Tetapi seringkali emas dan perak itu tidak murni, masih bercampur dengan berbagai macam kotoran. Untuk itu, jemaat harus selalu menyucikan diri supaya jadi MULIA. Perak dan emas itu musti selalu dimurnikan supaya kelihatan kemurniaannya.
Hari ini, biarlah kata-kata ‘Jesus is the Most Important Person in my life’  tak hanya sekedar menjadi moto kita, tetapi benar-benar menjadi tujuan dan gaya hidup kita, karena itu baru ada artinya bagi Dia. Dan, jika Kristus senantiasa menjadi Most Important Person di dalam setiap aspek hidup kita, maka seluruh hidup dan hari depan kita pun akan menjadi Most Important Things bagi Dia dan sesama.
Kata Bijak
Karena itu biarkan  hidup Anda terus menerus  dibentuk oleh Tuhan, sampai Anda  menjadi perabot yang berharga dan mulia. Sebab  yang berharga dan mulia pasti dipelihara dan diberkati luar biasa oleh Tuhan. -Martha Belawati

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s