“Hasangapon”


Hasangapon

Intermezo

Adapun hasangapon, agak sulit mencari padanan katanya dalam Bahasa Indonesia. Secara harafiah,  bisa diartikan sebagai terpuji, atau tauladan, terhormat, nyaris tanpa cela. Seseorang yang dianggap menjadi pribadi sempurna, manusia yang mencapai status tinggi dalam kehidupan, dan tidak ada cemoohan dari orang lain.  Bila dalam tingkat tertentu ia juga mempunyai hamoraon (kekayaan) dan mempunyai hagabeon (keturunan. Karena itu , sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan seseorang sudah mencapai hasangapon sekarang ini.

Jika hasangapon parameternya pemahamannya  seperti itu maka hasangapon  dapat kita artikan sebagai kesuksesan sejati KESUKSESAN SEJATI.

Apakah kesuksesan? Sudahkah anda dan saya sukses? Apakak kesuksesan diukur dengan materi ?

Apa sesungguhnya makna dari sukses itu. Istilah sukses, atau success (Inggris) yang berasal dari kata succes (Old France) atau successus (Latin) dari kata dasar succedere, berarti berhasil (to succeed) atau mencapai suatu hasil upaya (result), atau berhasil melaksanakan suatu kegiatan (event). Pengertian sukses berdasarkan uraian di atas, menjelaskan tentang adanya suatu pencapaian atau menghasilkan sesuatu, atau mencapai sesuatu yang dikehendaki/ disenangi (a favorable), atau suatu hasil akhir yang memuaskan (a satisfactory outcome); termasuk memperoleh kekayaan, kemasyuran, jabatan, dsb.

Dalam filosofi Cina parameter  kesuksesan adalah:  Belajarlah sampai ke negeri Cina-What’s chinese people say about success?–“You qian neng shi gau tui mo”-Dengan uang, hantu pun bisa anda suruh mendorong batu
Orang Cina percaya bahwa uang adalah parameter kesuksesan yang paling lazim di masyarakat karena perasaan dan hal kualitatif lainnya terlalu sulit untuk diukur, sehingga uang dapat membeli kenyamanan, melakukan amal, dan kebaikan yang lain-lain
”ren si liu ming hu si liu pi”–Manusia Mati meninggalkan nama, harimau mati meninggalkan kulit
Kesuksesan dapat dilhat dari “kenangan”, seberapa banyak orang yang mengenang anda ketika waktu anda di bumi sudah habis. Kenangan yang baik
tentunya. Itulah mengapa banyak orang cina yang memilih sebagai pengusaha, karena profesi ini bisa menghasilkan banyak uang dimana juga dapat memberi kenangan yang indah bagi banyak orang jika menjadi pengusaha yang jujur dan bersahaja.
Setiap orang memiliki definisi yang berbeda mengenai makna sukses. Seorang dokter akan mengatakan sukses jika berhasil menyembuhkan pasiennya. Lain lagi bagi seorang guru, dia akan merasa sukses jika anak didiknya berhasil menyerap ilmu yang dia transferkan. Sedangkan Marketer akan mengatakan sukses jika produknya berhasil diserap pasar. “When the mind thinks of success, the outside world mirrors these thoughts” Remez Sasson. Jadi  yang Kesuksesan  memiliki berjuta definisi jika diartikan berjuta berjuta orang karena masing-masing memiliki definisi yang berbeda sesuai ukurannya, Misalnya: Ukuran sukses  pembantu rumah tangga, OB (office boy), maling, rampok, direktur, bendahara , skretaris, pendeta, presbiter dan sebagainya. Dengan kata lain, SUKSES itu ada dalam diri manusia, bagaimana manusia melihat setiap kejadian hidupnya yaitu GAGAL-BERHASIL, SIAL-BERUNTUNG. Sehingga Kesuksesan akan datang dan pergi sesuai keadaan.
SUKSES adalah pilihan, setiap manusia bebas menentukan SUKSES seperti apa yang dia inginkan, dan dia pun berusaha meraihnya. Oleh Karena itu, SUKSES akan menjadi berbeda-beda dalam setiap individu. Jadi jika anda mencari Kesuksesan,  tanyalah pada diri sendiri, apa yang sebenarnya sedang anda cari ?…Kekayaankah, kebahagiankah, ketenangan hidupkah, keberhasilan, karir, kedudukan, kehidupan rumah tangga, atau apa?

Sekelumit ringkasan dari penjelasan mario teguh si Golden Ways tentang SUKSES :

Sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernah diraihnya.

Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda.

Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, “Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses“. Ini jelas enggak pernah bakal sukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?. Ada pepatah yang mengatakan, “Sukses akan melahirkan sukses yang lain.” Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar.

Kontemplatif

Sukses,  di kalangan Kristen disikapi secara beragam. Ada yang ambigu,  ada yang menolak tegas menggunakannya. Sebagai contoh, adakalanya, siapapun yang menggunakan istilah sukses di lingkungan Kristen, bisa saja dianggap telah menjadi duniawi, atau, secara khusus dicap sebagai penganut “theology of prosperity.”

Istilah sukses dianggap sinonim dengan pencapaian (achievement), keberuntungan (luck), pemenuhan (consumation), kemakmuran (prosperity) dan kemenangan (victory). Merangkum semua penjelasan ini, dapat dikatakan bahwa sukses berarti “berhasil mencapai sesuatu yang direncanakan pada suatu akhir, yang membawa kepuasan serta pemenuhan hidup.”

KESUKSESAN sejati adalah keberhasilan mencapai jalan hidup yang terbaik karena menerapkan standar-standar Allah yang sesuai dengan maksud-tujuan-Nya bagi kita. Orang yang menempuh kehidupan demikian, kata Alkitab, akan ”menjadi seperti sebuah pohon yang ditanam dekat aliran-aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang dedaunannya tidak menjadi layu, dan segala sesuatu yang ia lakukan akan berhasil”.—Mazmur 1:3.

SUKSES DALAM PERSPEKTIF ALKITAB

Perlulah disadari bahwa sebagai medium komunikasi (bahasa), istilah sukses adalah milik umum, karena digunakan oleh semua orang. Tetapi pada sisi lain, orang Kristen berbicara tentang “masa depan penuh harapan” (Yeremia 29:11); “hidup dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10); dan “Allah ….. membuat kami berhasil!” (Nehemia 2:20a), yang merupakan kebenaran Firman Allah yang mengetengahkan tentang sesuatu substansi dan kenyataan yang “beyond success” (lebih dari sekedar sukses) ternyata telah diterima tanpa sanggahan dalam kalangan Kristen.

Secara alkiabiah, sukses bukanlah barang antik. Sukses adalah “janji dan anugerah Allah” yang sesungguhnya harus maknai dan disikapi dengan arif, karena menolak sukses secara naif, berati melecehkan TUHAN Allah yang telah berjanji memberkati (Lihat: Nehemia 2:2). “sukses adalah pemenuhan hidup secara subjektif yang progresif, yang merupakan hasil dari kerja terencana – bertanggung-jawab yang menghasilkan, membawa kesenangan, kepuasan, kecukupan dan berkat bagi diri serta dapat berbagi dengan sesama. Di sini, sukses berarti pencapaian, pemenuhan hidup, kecukupan, keberhasilan, berada di atas, naik pangkat, dan seterusnya, tetapi tidak akan dipecundangi oleh semua hal di maksud. Artinya, bagi orang Kristen, sukses adalah anugerah Allah yang di sambut dan diisi dengan penuh tanggungjawab dan kerja keras, sehingga tidak ada alasan untuk memegahkan diri.

Melihat semua itu, dapat dikatakan bahwa orang sukses adalah tukang sampah atau pemulung yang mengerjakan tugasnya dengan jujur, setia, tekun, benar, baik, besar, sungguh-sungguh, bangga, dan puas, sehingga ia “mencapai apa yang diinginkan” menikmatinya, menyenanginya, berbahagia olehnya, tercukupkan melaluinya – hidup penuh, layak, berbagi, dapat memberi sandang, pangan dan papan bagi isteri serta anak-anak, dapat mendidik mereka (sekolah mau pun tidak sekolah) sampai pada tinggkat lebih yang menyebabkan mereka dapat menjalani hidup masa depan dengan kebanggaan. Masalahnya, “tukang sampah seperti ini jarang ditemukan” karena mereka akan selalu merasa kecil tidak berati, tidak puas, tidak bangga dengan pekerjaannya, jadi hasilnya adalah seadanya. Pada sisi lain, adalah gampang bagi kebanyakan orang untuk mengatakan bahwa “Pekerja Bank, atau Pedagang , Profesor dan para Eksekutif itu sukses” ketimbang tukang sampah, namun apakah mereka sadar bahwa mereka adalah orang sukses? Belum tentu mereka menyadari bahwa mereka sukses, karena kebanyakan orang “tidak puas dengan apa yang ditekuninya,” sehingga mereka hidup seadanya, bermental kuli yang menunggu akhir bulan, serta tidak mengalami kepenuhan hidup.

Kata bijak

Anda harus menyadari bahwa kehidupan dunia selalu bergerak mengikuti arus perubahan, dan setiap kesuksesan terjadi atas suatu sebab. Waktu Anda terbatas dan gunakan selagi ada kesempatan. –Martha Belawati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s