Sang Pahlawan (Rabu, 31/11/2012)


Bacaan: 2 Raja-raja 13: 15-20

13:15 Berkatalah Elisa kepadanya: “Ambillah busur dan anak-anak panah! y ” Lalu diambillah busur dan anak-anak panah. 13:16 Berkatalah ia kepada raja Israel: “Tariklah busurmu!” Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja, 13:17 serta berkata: “Bukalah jendela yang di sebelah timur!” Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: “Panahlah! z ” Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: “Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah 3  kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek a  sampai habis lenyap.” 13:18 Sesudah itu berkatalah ia: “Ambillah anak-anak panah itu!” Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: “Pukulkanlah itu ke tanah!” Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. 13:19 Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: “Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali b  saja engkau akan memukul Aram.” 13:20 Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan c  Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.

  1. Mempertahankan kuasa nubuatnya saat menjelang kematiannya
    2 Raja-raja 13:14-19
  2. Menunjukkan kuasa ilahi bahkan pada saat dia sudah mati/dalam kuburnya
    2 Raja-raja 13:20,21
    Rahasia Kuasanya, Keinginannya untuk menerima dua bagian karunia memampukannya untuk hidup dalam kemenangan rohani yang terus-menerus.

Intermezo

WIKIPEDIA INDONESIA, Pahlawan berasal dari bahasa Sanskerta: phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama, mereka adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial.

Nabi Elisa merupakan seorang penerus dari Nabi Elia dan cerminan pahlawan yang sejati. Dari kehidupan tokoh Alkitab ini, kita bisa belajar banyak, terutama keberaniannya untuk meninggalkan kehidupannya sebagai anak orang kaya. Seperti halnya Petrus, Andreas, Yohanes dan Yakobus ketika dipanggil menjadi murid oleh TUHAN YESUS, Elisa pun berani meninggalkan kehidupan makmurnya untuk mengikuti nabi Elia yang pelayanannya sangat berat. Karena sikap hatinya tsb, maka nabi Elisa dipakai oleh TUHAN sebagai hamba TUHAN yang luar biasa. Mukjizat demi mukjizat dilakukannya tentunya dengan bantuan TUHAN.

Kehidupan pada zaman itu tidak terlalu berbeda dengan masa kini di mana-mana orang-orang yang benar malah tidak mendapatkan tempat, justru nabi-nabi palsu dan orang-orang yang tidak mempunyai hati yang baik yang memegang tampuk pimpinan, apalagi di negeri Israel Utara yang berkedudukan di Samaria. Dengan keadaan itulah, TUHAN Allah menggunakan nabi-nabinya yang dahsyat seperti Elia dan Elisa untuk menegur dan menunjukkan kekuasaanNya menghadapi nabi Baal dan dewa-dewa lainnya.

Karena kepemimpinan yang buruk itulah, sering terjadi bahaya kelaparan, kemiskinan dimana-mana, harga barang naik melambung tinggi, bahaya penyakit timbul sebagai dampak dari kedurhakaan raja-raja. Bahkan kisah tragis muncul di mana-mana, ada kanibalisme keluarga yang terjadi:

“2 Raja-raja 6:29 Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya.” 

Kontemplatif

Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan sesuai dengan perkembangan zaman.  Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?

Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna kepahlawanan di HUT GPIB yang ke-64 yang kita peringati setiap tahun pada tanggal 31 Oktober, termasuk pada hari ini. GPIB ini sedang membutuhkan banyak “pahlawan”, pahlawan untuk membina dan membangun persekutuan GPIB mulai dari tingkat jemaat sampai aras sinodal.

Seorang ilmuwan pun bisa menjadi pahlawan dalam bidangnya berkat penemuannya yang dapat menyejahterahkan orang banyak. Seorang petugas pemadam kebakaran yang tewas saat berjuang mematikan api yang sedang membakar rumah penduduk adalah pahlawan juga, bahkan para presbiter di gereja dapat disebut sebagai pahlawan karena membangun dan mewariskan karya sebagai seorang “pelayan yang menghamba” pada Sang Kepala Gereja (baca: Tuhan Yesus).

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan dan berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing sesuai dengan kehendak Tuhan.

Memang tidak mudah untuk menjadi pahlawan. Mungkin lebih mudah bagi kita menjadi pahlawan bakiak, yaitu suami yang patuh (takut) kepada istrinya. Atau menjadi PAHLAWAN KESIANGAN, yakni orang yang baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir atau orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang.

Hari ini kita merayakan HUT GPIB yang ke-64 Kenanglah  jerih juang para koster,penatua,diaken, dan pendeta pada masa silam yang telah membina dan membangun GPIB mulai dari bawah hingga saat ini. mengenang mereka memotivasi  diri sendiri untuk kita rela mengorbankan diri dan waktu kita untuk mengembangkan GPIB sesuai talenta kita masing-masing yang dikaruniakan Tuhan pada kita. Buatlah prestasi dengan kehendak Tuhan. Dan jadilah Elisa-Elisa yang taat, penuh dedikasi,penuh pengorbanan hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Kata Bijak

“Jika Anda ingin jadi pahlawan , berjuanglah tanpa mengharapkan sesuatu ,dengan begitu nama Anda akan dikenang sepanjang masa dan tertulis  dalam buku kehidupan” –Martha belawati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s