Kepemimpinan yang taat pada hukum Tuhan (Minggu 4/11/2012)


Bacaan: Amos 2:4-5

2:4 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Yehuda  ,   bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum   TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya,   tetapi disesatkan   oleh dewa-dewa  kebohongannya, yang diikuti   oleh nenek moyangnya, 2:5 Aku akan melepas api   ke dalam Yehuda, sehingga puri   Yerusalem  dimakan habis.”

Alasan penghukuman atas Yehuda

– Yehuda menolak hukum TUHAN.

– Tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan Tuhan

– Yehuda menyembah ilah-ilah bangsa asing.

Siapakah Amos ?

Amos berkarya pada masa pemerintahan raja Uzia, dari Kerajaan Selatan dan dalam zaman Yerobeam II, anak Yoas, Kerajaan Utara. Pada masa itu, Kerajaan Utara mengalami masa-masa kejayaannya, terutama di bidang ekonomi, militer dan politik. Akan tetapi, Amos menjumpai banyak ketidakadilan sosial yang marak dalam masyarakat; perdagangan internasional yang luas untuk keuntungan para penguasa; praktik-praktik bisnis yang penuh tipuan terhadap orang miskin dan tak berdaya; dan perampasan tanah milik orang yang miskin. Pada saat itu upacara-upacara keagamaan terus dipelihara, tetapi hal itu dilaksanakan beriringan dengan sifat kefasikan. Korban persembahan yang mahal diberikan, namun merupakan uang pemberian mereka yang miskin .

Amos adalah seorang pekerja keras. Pengalamannya tercermin dalam ungkapan-ungkapannya (3:4,5,12; 5:8,19; 9:9). Amos mendapat pendidikan yang baik tentang Kitab Suci. Dia tidak pernah mengikuti pendidikan di sekolah , namun  diangkat Tuhan Allah  menjadi seorang nabi. Dengan berani dia mencela dosa dan menggambarkan dekatnya hukuman Tuhan Allah untuk membuat orang Yehuda bertobat. Kepekaan terhadap masalah moralitas dan keadilan jelas terlihat, namun teguran Amos terhadap kerohanian orang Israel tidak diterima dengan terbuka, hanya karena dia seorang dari Kerajaan Yehuda (7:12).

Sebagai seorang gembala yang dipilih Allah, Amos bertugas untuk mewartakan tanda-tanda penghakiman dan bahwa kesudahan Kerajaan Utara segera datang. Ia mewartakan pengadilan yang amat keras dan kuat bagi raja dan bagi umat Israel, bahwa tanah mereka akan hilang, umat akan diusir dan para pemimpin akan hancur karena perang.Ia menekankan wibawa kekuasaan dan kasih Allah yang harus dinyatakan bagi kehidupan bersama dalam kasih dan keadilan, terutama bagi mereka yang tersisih dan tertindas. Amos menghubungkan ketidakadilan yang terjadi di sekelilingnya dengan kecenderungan memperkaya diri dan mengabaikan perintah Allah untuk memerhatikan kepentingan bersama. Amos juga menyampaikan kritik, peringatan dan ancaman terhadap kebiasaan hidup masyarakat yang hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri dan tidak mengingat karya kasih Tuhan Allah terhadap mereka.

Dalam hal keagamaan, Amos menyampaikan kritiknya bahwa ibadat mereka tidak akan berkenan jika tidak didasari sikap hati bertobat dan iman yang hidup, serta tercermin dalam kehidupan manusia dengan sesamanya. Sebab, Allah mengerjakan keselamatan tidak hanya bagi Israel tetapi juga bagi segala bangsa.Selain itu, salah satu yang menarik dalam pewartaan Amos ialah hilangnya peringatan terhadap penghormatan dewa/dewi, yang menjadi ciri khas kritik nabi-nabi sezamannya.Sehingga, Tuhan Allah diakui sebagai  yang universal.Gaya bahasa Amos sederhana namun sangat keras dan tajam, berisi kecaman dan ancaman, sebab israel terlena akan statusnya sebagai umat pilihan Allah.

Amos memberikan arah pemikiran yang baru, yaitu bahwa Tuhan Allah  tidak lagi dilihat sebagai milik Israel yang secara khas menjadi Allah bangsa yang melindungi dan menjaga terhadap serangan bangsa lain, tetapi sebagai Tuhan Allah yang kekuasaan dan kewibawaannya melingkupi dan untuk segala bangsa.Tuhan Allah dipandang secara esa dan universal. Amos juga memiliki pemikiran yang khas bahwa keadilan merupakan ciri moral yang paling penting dari sifat ilahi, sehingga jika Tuhan Allah itu adil maka ketidakadilan, ketidakjujuran, kebejatan moral tidak dapat ditolerir oleh-Nya dan harus mendapat pembalasan yang aetimpal.

Pesan Penting Kitab Amos

3 pesan penting  harus didengarkan oleh Israel sebagai sebuah kerajaan (Utara),   peringatan dari Amos:
– Setiap tindakan mengandung konsekuensi. Ia bahkan menyatakan kekacauan seluruh keluarga imam yang meringankan bobot kotbahnya, dan kehancuran raja karena berusaha membungkam Amos.
–  Tuhan Allah menuntut keadilan (5:15,24). Sekalipun Tuhan Allah memiliki hubungan perjanjian dengan Israel, tapi otoritas Dia tidak berkurang terhadap umatNya. Tuhan Allah dapat memilih bagaimana cara memperlakukan umat-Nya. Kedaulatan-Nya tetap ada.
– Umat Perjanjian harus hidup dengan cara dalam Perjanjian jika  mengharapkan berkat dari janji Tuhan, 1:9; 3:1-2; 9:8.

Intermezo

Berbicara kepemimpinan ini telah menyebabkan muncul ratusan   dan terdapat lebih  ribuan buku yang judulnya mengandung kata pemimimpin (leader).

Kepemimpinan adalah upaya  pemimpin mengelola,mengatur keseluruhan unsur, dan para anggota dibawahnya untuk mencapai tujuan,visi dan misi organisasi yang dipimpinnya. Peter Drucker, menjawabnya hanya dengan beberapa kalimat: “pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi organisasi, mendefinisikan dan menegakkannya, secara jelas dan nyata.”

Kehidupan seorang pemimpin pasti memiliki motivasi pada tugasnya ; ada usaha untuk membina orang lain  mencapai tujuan yang direncanakan sebelumnya. Berbicara kepemimpinan  tidak dapat terlepas dari  yuridiksi. Yuridiksi adalah sebuah bentuk kekuasaan seseorang atas diri orang lain. Pada waktu seseorang memiliki yuridiksi, maka kekuasaan menjadi mutlak miliknya. Baik itu kekuasaan maupun untuk mengatur, mengontrol atau memutuskan sesuatu. Tetapi di dalam pelayanan gereja bukan saling kuasa menguasai melainkan PENDAMPINGAN

Pada iman Kristen, setiap orang percaya  mengenal yuridiksi  TuhanAllah.

Artinya, setiap Firman yang disampaikan-Nya, adalah kebenaran yang harus dilaksanakan dan ditaati semua yang hidup di bumi maupun  surga (2Tim 3:16, Ibr 6:18). (Mazmur: 46:11: Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!).

Pada organisasi gereja, yuridiksi Tuhan Allah turun kepada para pelayan-pelayan, yaitu kepada  pendeta, penatua dan diaken. Firman Tuhan  berkata, ” Taati pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka “berjaga-jaga atas jiwamu”, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab . Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan suka cita, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu” (Ibr. 13:17).

Sayangnya, banyak diantara kita yang memiliki yuridiksi  dalam gereja (pendeta,penatua diaken) dibutakan dengan status/jabatan sehingga yuridiksi yang kita miliki walaupun  tidak sesuai Firman Tuhan  tetap  dijalankan oleh jemaat (tanpa peduli usul atau pendapat yang bermunculan).

Untuk ‘melegitimasi’ yuridiksi, seringkali kita ‘menyamakan’ diri  dengan para nabi dan bahkan Tuhan Yesus Kristus. Jika jemaat (yang memahami firman Tuhan dan arti kepemimpinan)  tidak mengikuti kemauan pemimpin dicap pemberontak…”walahualam”

Dalam Alkitab,  kepemimpinan adalah:
1.  Kehambaan/ Melayani. (Markus 10:43-44).
2.  adalah Pembapakan (1 Tesalonika 2:11).
B – Bertumbuh
A – Arah
P – Pondasi
A – Anugerah
K – Karakter

Kepemimpinan adalah Keteladanan (1 Kor 4:6; 2 Tim 3:10)…Cari sendiri ya 🙂

Satu hal lagi  perlu dibahas dalam  kepemimpinan gereja  bahwa di  gereja tidak ada golongan “khusus” yang berfungsi sebagai ‘imam” (pengantara). Dalam PB, kita semua orang percaya dijadikan “imam-imam” (1 Pet 2:9, Why 1:6).

Kontemplatif

Alkitab memuat beberapa kriteria untuk pemimpin dalam jemaat:
a. Yohanes 15:1-6–Pokok anggur yang benar  (baca: intim dengan Tuhan).
b. 1 Tim 3:2-3–“Imago dei” (karakter Allah)
c. sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
d.  Amsal 10:9; 11:3–kredebilitas/Reliabilitas
e. memiliki hati seorang hamba/kerendahan hati
f. Menjalin persahabatan/persaudaraan/bersekutu (Mat 23:8; Yoh 15:15).

g. Rela turun dan keluar dari zona nyaman

h. “Siap menderita”

i.  “Rela berkorban”

Ketika anda dan saya semakin mengerti akan tanggung jawab kepemimpinan  seharusnya ada kewaspadaan terhadap bahaya pujian dan sanjungan yang berlebihan. Jika  Sebagai pemimpin  melakukan sebuah tugas dengan baik, anda dan saya  mungkin dapat dibombardir dengan pujian dari banyak orang. Oleh sebab itu  anda dan saya  harus belajar untuk berjalan dalam batas-batas yang jelas dan menerima kata-kata tersebut dalam roh kerendahan hati.

Sebagai seorang pemimpin (pendeta,penatua, dan diaken) yang dipilih, dipanggil, ditetapkan dan dipercayakan oleh Allah untuk memimpin umatnya (baca:jemaat). Pemilihan, pemanggilan, penetapan dan kepercayaan ini bukan didasarkan apa yang ada pada diri pemimpin. Tetapi semua itu sesungguhnya didasarkan pada kasih karunia Allah. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin , sudah sepatutnyalah hidup dan pelayanan dipenuhi oleh kasih karunia Allah.

Sebab itu waspadalah! KERJA BUAT TUHAN ADALAH TANPA GAJI, JUSTRU  ANDA HARUS MELEPASKAN GAJI. Memang irrasional kedengarannya. Tapi itulah yang disampaikan Yesus pada orang kaya/pemimpin agama yg sudah taat memenuhi aturan . YESUS berkata cuma satu  kekurangan yaitu : JUALLAH HARTAMU! Sebagai pemimpin agama yang taat, tentu ia sangat khusyuk beribadah,  kerohaniannya diatas “rata-rata”.  Tapi aturan agama tidak menyelamatkan manusia! KESELAMATAN HANYA DITENTUKAN OLEH  KRISTUS SENDIRI! YESUS Tidak MEMBERIKAN SYARAT-SYARAT LAIN seperti yg diajarkan para IMAM dengan produk Ritualnya  misalnya anda harus ikut PEMAHAMAN ALKITAB, jadi PRIA SEJATI atau apalah seperti banyak dikumandangkan oleh para imam zaman sekarang yang EDAN.

YESUS CUKUP MENGATAKAN SATU KALIMAT : JUALAH HARTAMU DAN BERIKAN KEPADA ORANG-ORANG MISKIN!  KENAPA DIBERIKAN KEPADA ORANG MISKIN? BUKAN DIBERIKAN KEPADA PARA IMAM?   KARENA “ORANG ORANG MISKIN ADALAH ORANG-ORANG PILIHAN ALLAH”  Mereka adalah representasi hadirat TUHAN!  Hadirat Tuhan ada pada orang orang PILIHANNYA.

“Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu” (1Ptr. 5:1-3).

Kata bijak

“Kerja buat Tuhan Selalu manise”

Catatan:

*Yuridiksi=dominasi, kekuasaan, kontrol, otoritas, pengaruh, pengaturan, supremasi.

* Kredibilitas= integritas, kejujuran, ketulusan jaminan, keterandalan, reliabilitas.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s